Penerimaan CPNS Depkes tahun 2009

6 10 2009

DEPARTEMEN KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA

P E N G U M U M A N

NOMOR : KP.01.02.1.1.0514

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2009

Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan D-III/DIV/S1/S2 untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Departemen Kesehatan Tahun 2009 yang akan ditempatkan di Kantor Pusat dan seluruh Unit Pelaksana Teknis milik Departemen Kesehatan di Daerah.

1. PERSYARATAN UMUM :

a. Warga Negara Republik Indonesia.

b. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat 01 Desember 2009.

c. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan.

d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan  hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun pegawai swasta.

e. Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri, anggota/pengurus partai

politik dan tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain.

f. Berbadan sehat.

2. PERSYARATAN KHUSUS

a. Bagi pelamar yang mendaftar untuk mengisi formasi Dokter/Dokter Gigi :

Memiliki STR sebagai Dokter/Dokter Gigi.

Tidak berstatus sebagai peserta PPDS.

Prioritas pasca PTT (Pegawai Tidak Tetap).

b. Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Non Kesehatan (Ilmu Komputer, Ekonomi

dan lain-lain) melampirkan foto copy Transkrip yang mencantumkan peminatan atau Surat

Keterangan yang menyatakan program studi/peminatan/jurusan dari institusi.

c. Peminatan formasi pendidikan S2 harus melampirkan ijazah D-IV/S1 yang sejalur/sesuai

dengan program studi.

d. Peminatan pada Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk formasi pendidikan D-III Kesehatan Lingkungan dan S1 Kesehatan Masyarakat hanya untuk Pria.

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

3. ALOKASI FORMASI

Alokasi formasi pada setiap propinsi dapat dilihat secara lengkap di lembar terlampir.

4. JADWAL KEGIATAN :

Pengumuman Alokasi Formasi dimulai tanggal 05 Oktober 2009

No Kegiatan Waktu

1. Pendaftaran registrasi on-line 11 – 14 Oktober 2009

2. Pengiriman berkas ke PO Box propinsipeminatan (Daftar Nomor PO Box terlampir)

11 – 22 Oktober 2009

3. Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi 26 Oktober 2009

4. Pengambilan Kartu Peserta Ujian di Propinsi Peminatan 27 – 29 Oktober 2009

5. Pelaksanaan Ujian Tulis 31 Oktober 2009

6. Pengumuman Kelulusan Ujian Tulis 14 Nopember 2009

7. Daftar ulang secara on-line bagi peserta yang lulus Ujian Seleksi

15 – 17 Nopember 2009

8. Pemberkasan di Unit Kerja Peminatan 19 – 30 Nopember 2009

5. TAHAPAN SELEKSI PENERIMAAN CPNS

5.1. Registrasi On-line

a. Pendaftaran pelamar dilaksanakan secara on-line melalui www.ropeg-depkes.or.id dan

www.kepegawaian.depkes.go.id mulai tanggal 11 s/d 14 Oktober 2009.

b. Melakukan registrasi on-line yang dapat diakses dalam website dengan memperhatikan

langkah-langkah pengisian secara cermat dan hati-hati. Kesalahan pengisian sehingga

terjadi ketidaksesuaian dengan dokumen pendukung mengakibatkan ketidaklulusan proses

seleksi administrasi.

c. Setiap pelamar hanya diperkenankan mendaftar pada 1 (satu) peminatan unit kerja dan

tidak diperkenankan untuk mengubah pilihan peminatan yang sudah didaftarkan.

d. Mencetak hasil registrasi on-line, menempel 1 (satu) lembar pas foto berwarna yang

terbaru ukuran 4 x 6 dan menandatangani print out registrasi on-line tersebut.

e. Registrasi on-line baru akan diproses setelah berkas lamaran diterima Panitia melalui PO

Box di propinsi peminatan.

5.2. Pengiriman Berkas Pendaftaran

a. Berkas pendaftaran disampaikan melalui Pos dengan kilat khusus/tercatat/ekspres.

b. Panitia hanya menerima berkas yang dikirimkan melalui PO Box pada masing-masing

propinsi peminatan mulai tanggal 11 Oktober 2009 dan diterima di PO Box selambatlambatnya

tanggal 22 Oktober 2009 pukul 15.00 waktu setempat. Berkas yang diterima

PO Box setelah tanggal 22 Oktober 2009 pukul 15.00 waktu setempat tidak akan

diproses.

c. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan berkas

yang sudah dikirimkan menjadi hak milik Panitia yang tidak dapat diminta kembali.

d. Berkas yang dikirimkan sebelum tanggal 11 Oktober 2009 dianggap tidak berlaku.

e. Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan urutan sebagai berikut :

1) Asli print out registrasi on-line (ditandai dengan barcode) yang telah ditanda tangani

pelamar dan ditempel pas foto berwarna yang terbaru ukuran 4 x 6.

2) Foto copy Ijazah (D-III, D-IV, S1, S2) yang dilegalisir dan dicap basah oleh pejabat

yang berwenang sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 11

Tahun 2002 tanggal 17 Juni 2002 (terlampir), untuk :

Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Non Kesehatan (Ilmu Komputer,

Ekonomi dan lain-lain) harus melampirkan foto copy Transkrip yang mencantumkan

peminatan atau Surat Keterangan yang menyatakan program studi/

peminatan/jurusan dari institusi.

Peminatan formasi pendidikan S2 harus melampirkan ijazah D-IV/S1 yang

sejalur/sesuai dengan program studi.

Ijazah pendidikan dari luar negeri dilengkapi dengan surat penetapan

pengesahan/penyetaraan dari Menteri Pendidikan Nasional.

3) Asli Surat Keterangan Berbadan Sehat terbaru yang dikeluarkan oleh Dokter

Puskesmas/RSUD/RSUP/RS TNI-Polri (minimal diterbitkan September 2009).

4) Foto copy dilegalisir dan dicap basah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang

masih berlaku pada saat registrasi on-line.

5) Bagi Dokter/Dokter Gigi :

a) Foto copy Surat Tanda Registrasi (STR) tidak perlu dilegalisir.

b) Foto copy dilegalisir dan dicap basah Surat Keterangan Selesai Penugasan/Selesai

Masa Bakti (SMB) yang diterbitkan Dinas Kesehatan Propinsi Penugasan (bagi

Dokter/Dokter Gigi pasca PTT yang mencantumkan Surat Keterangan Selesai

Penugasan/SMB dalam registrasi on-line). Legalisir dapat dilakukan pada Dinas

Kesehatan Propinsi setempat sepanjang dapat menunjukkan asli Surat Keterangan

Selesai Penugasan tersebut.

Bagi Dokter/Dokter Gigi PTT yang dalam masa perpanjangan dapat melampirkan foto copy SK Pengangkatan kembali yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan sebagai pengganti Selesai Masa Bakti/Surat Keterangan Selesai Penugasan yang dilegalisir dan dicap basah oleh Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten tempat bertugas.

Contoh :

SMB di Propinsi Maluku saat ini berdomisili di Jakarta, maka legalisir dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta dengan menunjukkan asli Surat Keterangan Selesai Penugasan/SMB.

Dokter/Dokter Gigi PTT saat ini bertugas dalam masa perpanjangan di Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi, maka legalisir dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari atau Dinas Kesehatan Propinsi Jambi.

6) Foto copy Sertifikat Keteladanan dari pemerintah bagi Dokter/Dokter Gigi/Bidan (bila

ada).

f. Susun dan jepit seluruh dokumen sesuai urutan butir e diatas dan masukkan ke dalam map

kertas. Warna map adalah sebagai berikut :

Warna map hijau untuk D-III Tenaga Kesehatan.

Warna map merah untuk D-III Non Tenaga Kesehatan.

Warna map kuning untuk D-IV/S1/S2 Tenaga Kesehatan.

Warna map biru untuk S1/S2 Tenaga Non Kesehatan (Contoh : Psikolog, Dokter Hewan,

Biologi).

Pada sampul map tersebut ditulis :

1) Nama peserta

2) Nomor pendaftaran

3) Kualifikasi pendidikan, contoh : D-III Komputer, Sarjana Kesehatan Masyarakat.

Kemudian map tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna coklat, pada sampul

amplop ditulis :

Kepada Tim Pengadaan CPNS

Departemen Kesehatan Tahun 2009

PO Box (sesuai propinsi peminatan)

dan pada sudut kiri atas bagian depan sampul ditulis Nomor Pendaftaran

Registrasi On-line.

Contoh : Peminatan di RSUP Hasan Sadikin Bandung, pada sampul amplop ditulis :

Kepada Tim Pengadaan CPNS

Departemen Kesehatan Tahun 2009

PO Box 1710 / Bandung 40000

5.3. Seleksi Administrasi

a. Panitia akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap isian print out registrasi on-line

dengan berkas pendaftaran yang telah diterima.

b. Berkas yang tidak lengkap dan tidak memenuhi persyaratan, dinyatakan tidak lulus seleksi

administrasi dan panitia tidak menerima susulan kelengkapan berkas.

c. Hasil Seleksi Administrasi akan diumumkan pada tanggal 26 Oktober 2009 melalui website

www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id.

5.4. Pengambilan Kartu Peserta Ujian

Kartu Peserta Ujian diambil di Panitia propinsi peminatan pada tanggal 27 s/d 29 Oktober

2009 dan diberikan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Diambil sendiri oleh peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi (tidak boleh

diwakilkan) dengan membawa :

1) Foto copy print out registrasi on-line.

2) Foto copy Ijazah yang dilegalisir dan dicap basah oleh pejabat yang berwenang sesuai

dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 11 Tahun 2002 tanggal 17

Juni 2002.

Bagi peminatan formasi dengan kualifikasi pendidikan :

a) S1 Kesehatan Masyarakat dan Non Kesehatan (Ilmu Komputer, Ekonomi dan lainlain)

harus melampirkan foto copy Transkrip yang mencantumkan peminatan atau

Surat Keterangan yang menyatakan program studi/peminatan/jurusan dari institusi.

b) S2 harus melampirkan ijazah D-IV/S1 yang sejalur/sesuai dengan program studi.

3) Surat pernyataan pengunduran diri bermaterai Rp. 6000,- apabila sampai dengan

tanggal 30 Nopember 2009 tidak melakukan pemberkasan bagi peserta yang lulus

ujian tulis. Surat pernyataan ditandatangani oleh peserta di hadapan panitia propinsi.

(Form Surat Pernyataan dapat didownload dari www.ropeg-depkes.or.id dan

www.kepegawaian.depkes.go.id).

4) Surat pernyataan bermaterai Rp. 6000,- tentang kesediaan untuk dibatalkan menjadi

CPNS Depkes apabila diketahui berstatus sebagai peserta PPDS bagi Dokter yang

mendaftar untuk mengisi formasi Dokter/Dokter Gigi (Form Surat Pernyataan dapat

didownload dari www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id).

b. Telah dinyatakan sesuai antara Ijazah dan formasi yang tersedia.

Selanjutnya Kartu Peserta Ujian ditempel pas foto berwarna yang terbaru ukuran 3 x 4

sebanyak 2 (dua) lembar pada kolom yang tersedia dan ditandatangani langsung oleh peserta.

5.5. Pelaksanaan Ujian Tulis

a. Ujian Tulis dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2009 di propinsi peminatan yang dituju.

Contoh :

Registrasi on-line di Jakarta, peminatan RS Wahidin Sudirohusodo – lokasi ujian di

Makassar.

Registrasi on-line di Medan, peminatan Poltekkes Tasikmalaya – lokasi ujian di

Bandung.

b. Ujian Tulis bagi :

Tenaga Kesehatan, meliputi Tes Kompetensi Dasar (Pengetahuan Umum, Bahasa

Inggris, Bahasa Indonesia, Tes Bakat Skolastik) dan Tes Kompetensi Bidang/Substansi

Kesehatan.

Tenaga Non Kesehatan, meliputi Tes Kompetensi Dasar (Pengetahuan Umum, Bahasa

Inggris, Bahasa Indonesia, Tes Bakat Skolastik).

c. Peserta diwajibkan membawa Kartu Tanda Peserta Ujian, Pensil 2B asli, penghapus, rautan

dan alat tulis.

d. Lokasi pelaksanaan ujian tulis akan diumumkan pada saat peserta mengambil Kartu Tanda

Peserta Ujian.

5.6. Kelulusan Ujian Tulis

a. Kelulusan Ujian Tulis akan diumumkan pada 14 Nopember 2009.

b. Peserta yang lulus Ujian Tulis harus melakukan daftar ulang secara on-line tanggal 15 s/d

17 Nopember 2009 melalui website www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.

depkes.go.id.

5.7. Lain-lain

1. Seleksi Penerimaan CPNS Departemen Kesehatan Tahun 2009 sama sekali tidak

dipungut biaya.

Departemen Kesehatan tidak bertanggung jawab atas pungutan oleh oknum yang

mengatasnamakan Departemen Kesehatan atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak

melayani tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai CPNS.

2. Berkas yang sudah dikirimkan kepada Departemen Kesehatan menjadi milik Panitia dan

tidak dapat diminta kembali.

3. Tidak diperkenankan mengubah pilihan peminatan yang sudah terdaftar.

4. Tidak diperkenankan melakukan registrasi ganda.

5. Hal-hal yang berkaitan dengan seleksi CPNS Departemen Kesehatan Tahun 2009 dapat

dilihat pada website www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id.

6. Depkes menyediakan layanan Hotline di masing-masing Panitia propinsi pada hari dan jam

kerja (Nomor Hotline terlampir).

7. Para pelamar disarankan untuk terus memonitor informasi dan perkembangan seleksi

melalui website.

8. Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

9. Apabila dikemudian hari peserta terbukti memberikan data palsu maka kelulusan dibatalkan.

10. Mengingat terjadinya gempa bumi di Propinsi Sumatera Barat maka pengumuman dan

pelaksanaan Pengadaan CPNS Departemen Kesehatan Tahun 2009 Propinsi Sumatera Barat

akan diatur lebih lanjut.

Jakarta, 5 Oktober 2009

Tim Pengadaan CPNS Depkes TH 2009

TTD

Ketua

Informasi Penting, klik di sini

Alokasi CPNS depkes tahun 2009 klik di bawah ini.

http://www.ropeg-depkes.or.id/formasi.php

Peraturan Legalisir ijazah:

http://www.ropeg-depkes.or.id/news/2009/cpns/PeraturanLegalisirIjazah.pdf

Warna Map:

http://www.ropeg-depkes.or.id/news/2009/cpns/WarnaMap.pdf

Daftar PO BOX dan Hotline propinsi:

http://www.ropeg-depkes.or.id/news/2009/cpns/HotlinePropinsi.pdf

Form Surat Pernyataan Pengunduran Diri Bagi Pelamar Yang Dinyatakan Lulus Ujian Tulis Tidak Melakukan Pemberkasan Sampai Dengan 30 Nopember 2009 klik di

http://www.ropeg-depkes.or.id/news/2009/cpns/SuratPernyataanPengunduranDiri.pdf

Form Surat Pengunduran diri bagi dokter/dokter gigi yang berstatus sebagai PPDS, klik di

http://www.ropeg-depkes.or.id/news/2009/cpns/SuratPernyataanPengunduranDiriDR-DRG.pdf

makasiy.. moga bermanfaat. o ya buka link nya harus sabar, soalnya lumayan sulit aksesnya. pake internet explorer aja..





Informasi Pendaftaran CPNS 2009

6 10 2009

Informasi CPNS departemen agama 2009 klik di:

http://www.depag.go.id/index.php?a=artikel&id=412

Untuk informasi CPNS departemen Kesehatan klik di:

http://www.ropeg-depkes.or.id/

Rekrutmen CPNS Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2009.

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://www.depkop.go.id/Sec%20Berita/208-pengumuman/609-penerimaan-calon-pegawai-negeri-sipil-kementerian-negara-koperasi-dan-usaha-kecil-dan-menengah-tahun-anggaran-2009.htm

Rekrutmen CPNS Departemen Pertanian tahun 2009

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://cpns.deptan.go.id/

Rekrutmen CPNS Kementerian Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia tahun 2009

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://sipp.kemenpera.go.id/





Pemantapan Petugas Haji Tahun 2009 Propinsi Jawa Timur

30 09 2009

Diberitahukan bahwa Pemantapan petugas haji tahun 2009 baik TKHI, TPHI, maupun TPIHI akan diselenggarakan pada hari kamis 8 Oktober 2009 jam 09.00 di asrama haji Sukolilo ruang Zaitun.
semoga kita dimudahkan, amin





Bencana dan Rasionalitas Manusia

19 09 2009

Hari ini, 19 september 2009, kita kembali mendengar kabar bahwa telah terjadi gempa di nusa dua Bali dengan kekuatan 6,4 SR. Setelah sebelumnya kejadian serupa juga melanda Jawa Barat, Jogjakarta, Aceh, Bengkulu, dan mentawai. Dalam waktu 2 minggu saja sudah terjadi berkali-kali gempa Bumi di negeri tercinta ini. Jika Banjir bandang biasanya terjadi akibat rusaknya hutan oleh tangan manusia, Kekeringan juga bisa dikarenakan ulah manusia yang merusak keseimbangan alamnya, namun tidak seperti kejadian bencana alam lainnya, gempa bumi terutama tektonik sampai saat ini belum ditemukan alat yang akan memprediksi kapan akan terjadi gempa. Jadi secara rasional gempa bumi bisa dianggap bukan akibat ulah tangan manusia.
Gempa bumi terjadi begitu saja ketika dua lempengan yang saling bertumbukan melepaskan energinya. Akibatnya lapisan permukaan diatasnya terjadi getaran yang seringkali merusak apapun yang ada di permukaan bumi ini. Tapi betulkah manusia tak ada andil dalam terjadinya rentetan bencana di negeri kita tercinta ini?
Seandainya kita menelitinya dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi saja jawabannya pasti tidak didapatkan adanya hubungan antara ulah manusia diatas permukaan bumi dengan terjadinya bencana alam gempa bumi ini. Perlu kekuatan yang jauh lebih besar untuk menggerakkan lempengan lapisan bumi ini untuk bertumbukan. Kalau seandainya kita mau mencari “kambing hitam”, bisa saja kita tuding rotasi bumi sebagai penyebabnya. Atau apalah yang menurut nalar manusia mampu dan pantas dijadikan penyebab terjadinya pergerakan lapisan bumi ini yang konon telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama ini.
Namun seandainya kita memang manusia yang beriman pada Allah, dan mau sedikit saja memperhatikan peringatan-peringatanNya, kita bisa menyimpulkan bahwa bencana alam sangat lekat hubungannya dengan manusia itu sendiri. Semua bencana bisa jadi merupakan Ujian, tegoran atau malah adzab dari Yang Maha Kuasa terhadap manusia-manusia yang sudah tidak perduli lagi dengan rambu-rambu kehidupan yang sebenarnya demi kepentingan kebahagiaan hidup manusia itu sendiri.
Penulis masih ingat saat terjadi bencana gempa bumi di jogja tahun 2006 silam. Dipagi buta disaat penulis sedang bersantai di kontrakan di daerah solo tiba-tiba terjadi guncangan yang berlangsung sekitar 2 menit. Guncangan yang pada awalnya penulis kira berasal dari gunung Merapi yang waktu itu aktifitasnya sedang naik. Namun ternyata gempa itu berasal dari derah yang lebih jauh lagi yaitu di sekitar Bantul Jogjakarta, bencana yang akhirnya merenggut ribuan jiwa korban. Kebanyakan mereka yang menjadi korban sedang terlelap tidur di pagi itu. Tidak hanya di Jogja, bencana-bencana serupa yang terjadi di Aceh, papua, maluku, dan didaerah-daerah lain diwilayah negeri ini yang secara Science tidak dapat dihubungkan dengan manusia sejatinya berhubungan erat dengan ulah manusia. Sebuah ayat dalam qur’an telah menyitir.
Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari ketika mereka tengah lelap tertidur?? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di waktu matahari sepenggalah naik saat mereka sedang bermain-main?? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)?? Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’roof 96-99).
Tidak hanya gempa bumi yang sering menghampiri kehidupan kita sehari-hari. Kekeringan, wabah penyakit yang sering melanda negeri kita seperti Flu burung, flu babi, HIV/AIDS (yang dulunya belum pernah ada) ataupun wabah penyakit langganan seperti Demam berdarah, Malaria, diare. Juga kemarau yang berkepanjangan, kelaparan yang juga menghinggapi penduduk negeri yang subur ini, serta adanya penguasa-penguasa yang korup sebenarnya juga akibat dari ulah penduduk itu sendiri.
Lalu bukannya negeri kita ini adalah negeri yang Berketuhanan, Beragama, dan mayoritas juga muslim? Kenapa bencana silih berganti?
Dalam sebuah hadits telah disinggung tentang hal ini.
Dari Abdullah bin Umar RA berkata :Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam menghadap kearah kami seraya bersabda :Wahai kaum muhajirin, ada lima hal yang aku berlindung diri kepada Allah Subhanahu wata’ala agar kalian tidak menjumpainya, tidaklah menyebar perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka berterang-terangan melakukannya melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka. Tidaklah suatu kaum yang mengurangi takaran (dalam jual beli) melainkan mereka akan ditimpa paceklik, sulit mendapat makanan dan jahatnya penguasa. Tidaklah suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka melainkan akan terhalang air hujan dari langit, kalau saja bukan karena (ada) binatang niscaya tidak diturunkan hujan. Tidaklah suatu kaum mengingkari janji melainkan Allah Subhanahu wata’ala akan menguasakan atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, mereka mengambil sebagian harta yang ada ditangan mereka. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak menerapkan hukum Allah Subhanahu wata’ala dan memilah-milih apa yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan di dalam kitab-Nya, niscaya Allah Subhanahu wata’ala akan menjadikan saling berkeras-kerasan diantara mereka.(HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Mungkin kita sering bertanya, bukankah masih banyak Alim Ulama di negeri kita? Tapi kenapa masih saja bencana melanda?. Benar, negeri kita kaya akan Alim ulama. Namun kita kekurangan Alim ulama yang benar-benar mau peduli dengan moral ummatnya, tidak banyak yang mau dan mampu melaksanakan Amar ma’ruf nahi mungkar. Jika keadaannya sudah begini, maka ada atau tidaknya mereka tidak akan mampu menghentikan adzab Allah terhadap suatu kaum.
Sesungguhnya, ketika manusia melihat kedhaliman namun tidak mau mencegahnya, maka hampir-hampir Allah Subhanahu wata’ala akan menyatakan adzabNya. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi)
Lalu kenapa sepertinya negeri kita yang mayoritas muslim ini yang diadzab, kenapa negara lain tidak? Menurut pendapat Penulis sebenarnya tidak hanya negeri kita yang sering dilanda bercana, negara yang mayoritas non muslim pun sering mengalaminya, lihat saja Jepang yang hampir selalu dilanda gempa bumi dan angin topan, Filipina juga sering mengalami Badai, Amerika serikat dengan Tornado-nya, India yang sering dilanda Banjir bandang, yang terjadi di negeri kita masih berupa teguran dari Allah untuk menyadarkan kita supaya bisa berubah menjadi lebih baik.
Lantas, apakah dengan cara memperbaiki diri akan menjauhkan diri kita dari bencana? Allah telah menjanjikan kepada kita. “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu…. . (QS. Al-A’roof 96-99).
Siapa lagi yang kita percayai kalau bukan percaya pada Allah SWT, yang telah menciptakan alam ini. Yang telah mengatur sedetail-detailnya hukum alam ini. Begitu cantiknya Dia menciptakan Siklus terjadinya hujan, begitu mengagumkannya proses fotosintesis yang diciptakannya untuk menjamin kelangsungan Oksigen bagi makhluknya. Begitu canggihnya tubuh makhluk yang diciptakannya sehingga cukup dengan Air semua proses kehidupan bisa berjalan. Ilmu Nya melingkupi langit dan bumi yang jika dituliskan maka tidak akan cukup tinta sebanyak lautan dan pena sebanyak pohon di dunia ini. Jika tidak percaya, coba anda tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada sebuah sel saja. mulai dari nukleus, nukleolus, mitokondria, sitoplasma, dan lainnya. Itu baru satu sel saja, bagaimana jika dituliskan seluruh hukum alam yang ada di dunia ini. Belum termasuk tentang hal-hal yang diluar pengetahuan otak kita semacam Prediksi terjadinya gempa ini. Dia yang menciptakan, Dia juga yang mengaturnya. Kuncinya Cuma satu, jika ingin selamat dari bencana, mau-tidak mau kita harus mengikuti arahannya.
Wallohu A’lam





Akhir perjalanan sang Buron

18 09 2009

Kamis 17 September 2009, 27 Ramadhan 1430 H berakhir sudah perburuan terhadap orang yang paling dicari di asia tenggara, Nordin Mohd Top. Entahlah, sebagian ada yang menganggap mungkin inilah hadiah dari Alloh swt untuk umat Islam yang sedang menunggu hari kemenangan. namun bisa saja fihak yang pro tindakan terror ini malah mengklaim sebagai hadiah Alloh buat Nordin sehingga bisa wafat bulan Ramadhan yang sangat mungkin juga bertepatan dengan lailatul qodar. (atau juga malam lailatul Modar bagi Nordin hehe) Masih jelas teringan di benak kita, kata-kata nordin dari balik topengnya yang menyatakan ” Musoh-musoh kami adalah amerika, Inggris, Australia ……”. Hhhhhmmm tapi korban dari bangsa sendiri lebih banyak daripada korban warga negara yang ia nyatakan sebagai negara musuhnya. Terleps dari spekulasi apakah “Duet Maut” dari negara tetangga ini memang bertujuan jihad untuk menegakkan kalimah Alloh atau karena ingin mengacau negeri kita harus kita akua memang benar negara kita masih jauh dari harapan sebagai negara yang “Baldatun Thayyibatun warobbun ghofur”. memang benar negara kita saat ini lebih cocok dianggap sekuler daripada negara agamis. namun masih banyak cara lain yang lebih beradap, lebih terhormat dan lebih sesuai dengan petunjuk Nabi SAW dalam berdakwah maupun dalam berjihad. Kitapun sebagai pribadi bisa mulai berperan dalam perubahan damai itu. Jika tiap dokter punya nyali untuk sekedar ikut “yad’u ila sabili robbi” pada tiap pasien yang berobat kepadanya, jika setiap guru bersedia melaksanakan “Balligh ‘anni walau aayah”, tiap penguasa mau “yughayyir biyadihi”, setiap da’i berani mengatakan yang Haq “walau kaana Murron”serta “Amar Ma’ruf”, jika Aparat penegak hukum mampu melakukan “Nahi Mungkar” dan setiap pribadi muslim mau “Tawaashou bil haq wa tawaashoubis shobr” insyaAllah kita bisa mencapai kejayaan tersebut tanpa menyakiti orang yang tidak bersalah. kita tahu memang perlakuan negara-negara adidaya terhadap dunia Islam jauh dari rasa keadilan, namun bukankah kita diajari tetap berlaku adil walaupun terhadap kaum yang kita musuhi (Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah! karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [5:8]) Semoga kita dihindarkan dari segala fitnah, dan semoga agama kita dihindarkan dari orang-orang yang menyesatkan. amin





PPDSBK jatim

12 09 2009

Pengumuman
Bagi teman-teman dokter yang sudah mengirimkan permohonan PPDSBK, diharap untuk hadir dalam sosialisasi pengisian form pendaftaran program PPDSBK di kantor Dinkerprop jatim lt 3 ruang 3a jl A. Yani 118 SBY, dengan membawa perlengkapan seperti yang sudah dikumpulkan rangkap 5 lembar





Tips Puasa bagi penderita Diabetes Mellitus

3 09 2009

• Pasien dengan diabetes mellitus terkontrol dengan pengaturan makanan saja tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalankan puasa
• Pasien diabetes usia lanjut dianjurkan minum yang cukup selama berbuka sampai sahur karena cenderung mengalami dehidrasi
• Waspadai gejala hipoglikemi: keringan dingin, berdebar, debar, disorientasi, perasaan mau pingsan.
• Dianjurkan sahur mendekati waktu subuh/imsak, kurangi aktivitas di siang hari, bila olahraga dianjurkan sore hari
• Bagi yang mendapat obat diabetes, jika cukup terkendali dengan dosis tunggal maka obat cukup diminum saat berbuka. Jika pasien perlu minum obat dalam dosis terbagi maka dianjurkan dosis waktu berbuka lebih besar daripada dosis waktu sahur.
• Untuk pasien yang menggunakan insulin. Dipakai insulin kerja menengah yang diberikan saat berbuka saja. Hati-hati terhadap terjadinya hipoglikemi
• Untuk pasien Diabetes yang menggunakan dosis insulin multiple dianjurkan tidak berpuasa





Bom Bunuh Diri (di Indonesia) Syahid kah?

25 08 2009

Hmmm.. lagi-lagi bom meledak di negara tercinta ini. setelah beberapa tahun aman nyaman ternyata manusia-manusia yang tidak menginginkan kedamaian di negara ini kembali berhasil beraksi. Korban pun berjatuhan.

sungguh ironis rasanya ketika dalih perjuangan melawan kedhaliman kaum imperialis barat dijadikan alasan untuk pembenaran berbagai aksi peledakan yang justru dari pengamatan penulis banyak korban jiwa dari kalangan sipil. bahkan banyak dari umat Islam sendiri yang tewas. lalu siapakah sebenarnya yang berhak dianggap mati syahid? Para pmbawa bom itukah atau para pekerja hotel yang sedang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya?

Sungguh, penulis bukan orang yang faham dalil-dalil agama yang dijadikan dasar pembenaran para pelaku, penulis juga bukan orang yang punya ilmu untuk menafsirkan dalil-dalil tersebut. Penulis hanyalah seorang yang sekedar menyukai sejarah sejak masa kecil. bagaimana sejarah mulai Islam muncul di bumi ini, bagaimana watak/ karakter penyebaran Islam yang dilakukan oleh Nabi SAW, bagaimana pergaulan nabi SAW dan para shahabat-sahabat beliau dikala damai dan dikala perang.

Dalam kondisi perang, penulis cuma tahu bagaimana nabi menginstruksikan untuk tidak merusak tempat-tempat ibadah, tidak melakukan pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak (non kombatan tentunya). dalam sejarah penulis juga cuma menemukan bahwa sesungguhnya Nabi SAW tidak pernah memulai suatu peperangan kecuali diancam lebih dahulu. dari sejarah juga Penulis menemukan bahwa sosok Nabi SAW adalah manusia paling pengampun sedunia sebagaimana saat penaklukan makkah semua kaum yang dahulu memusuhinya dibebaskan semua padahal saat itu hukum perang memperbolehkan menjadikan budak bagi siapa saja yang kalah perang.

Mengenai masalah Syahid, sebelumnya penulis sempat bertanya pada diri sendiri. Banyak Sahabat nabi yang bercita-cita syahid namun baru bisa memperoleh kesyahidan setelah mengalami banyak pertempuran. Bagaimana Ammar bin Yasir harus menunggu syahid sampai perang shiffin. Bagaimana Abu Ayyub yang baru menemui syahidnya saat pemerintahan Yazid bin Mu’awiyah jauh setelah nabi meninggal dunia. Pun demikian tidak semua sahabat nabi Syahid di medan laga. Khalid bin Walid, Jenderal termasyhur pasukan Islam yang selalu bercita-cita syahid dimedan laga, beliau tak pernah mundur sekalipun menghadapi kaum kafir Romawi yang kala itu punya persenjataan dan tentara yang lebih modern pada akhirnya meninggal di tempat tidur.

Menilik dari sejarah manusia-manusia besar tersebut sangat aneh kiranya pada masa sekarang ini muncul orang-orang yang menurut penulis mencoba untuk meraih gelar “Syahid” dengan cara instant. Pantaskan Orang yang menyerang kelompok / sekumpulan orang yang tidak bersenjata yang bahkan sebagian adalah muslim disebut sebagai jihad? bandingkan dengan keberanian Khalid bin walid saat menerjang musuh yang jauh lebih kuat. bahkan saat penaklukan makkah Khalid bin walid pernah ditegor nabi gara-gara berucap “ini hari pembalasan” pada orang yang jelas masih belum tentu tunduk pada nabi.. samakah “mereka” dengan khalid?? Dan yang sangat aneh lagi hanya untuk membunuh sekumpulan yang tak terlatih dan tak bersenjata ini “mereka” harus Bunuh diri.. Andaikan khalid bin walid mau mendapat titel Syahid pasti beliau lebih bisa lagi, tapi kenapa Khalid tidak mau bunuh diri saat tentara romawi mengepungnya? Benar, Khalid bin walid tidak bituh gelar Syahid dari manusia, baginya kemenangan Islam jauh lebih penting daripada sekedar sematan gelar Syahid dari manusia. kalaupun harus mati syahid pasti beliau beserta sahabat lain akan lebih terhormat mati syahid ditangan senjata musuh setelah berjuang mati-matian. bukan dengan mempersilahkan musuh bebas menikamnya..

Penulis memang sempat melihat beberapa kasus perjuangan di Palestina dan di Iraq. Sangat berbeda dengan di indonesia akhir-akhir ini. Para pejuang di palestina dan yang di Iraq yang diserang adalah benar-benar kaum militer. jadi peluang lolos setelah serangan sangat kecil. tapi di Indonesia, hanya untuk membunuh bos-bos yang tak terlatih, karyawan hotel dan pekerja cleaning service saja harus bunuh diri.. pertanyaannya kenapa tidak berjuang di daerah konflik aja? atau kalau mau ngebom mbok ya ke negara yang jelas memusuhi Islam. jangan disini

Ya Alloh, lindungi kami, keluarga kami dan negara kami serta kaum muslimin sekalian dari fitnah. berikan pada kami petunjuk untuk selalu lurus dijalanmu.

amin

wallohu a’ lam bis showab





Ajaran Baru… Ospek Lagii…

15 08 2009

Hmmm…. Tahun ajaran baru sudah tiba. Saat dimana sebagian adik-adik kita bersuka cita bercampur rasa cemas ketika berlomba untuk mendapatkan sekolahan idaman yang diinginkan. Mirip seperti para pialang saham lagi transaksi. Ada yang karena punya NEM (atau apalah istilahnya sekarang) yang tinggi bisa sedikit bersantai dan baru nongol ke sekolah yang dituju di detik-detik akhir pendaftaran. Ada yang NEM nya Kelas “Menengah” agak sedikit deg-degan juga khawatir jika tergeser di detik-detik terakhir pengumuman penerimaan. Ada juga yang bener-bener menyengajakan diri untuk “apes”, atau yang di”apes”kan oleh sistem sehingga NEM nya mepet.

            Terlepas dari itu semua pada akhirnya akan terjadi Balance, Idealnya yang Pinter dan yang Berpunya (…. Sssstttt jangan keras-keras) dapat sekolahan Favorit, yang sedang-sedang saja biasanya cukup puas dengan sekolahan-sekolahan kelas “dua” sedangkan yang Apes biasanya akan tersingkir ke sekolahan-sekolahan pinggiran dimana bisa dapat diterima di sekolah negeri aja sudah untung.

            Ditengah dinamika yang cepat sekali dalam sistem pendidikan di negeri ini ternyata masih ada sebuah tradisi lama yang terus dicoba dipertahankan oleh beberapa sekolah dan kampus. Mungkin anda masih kenal dengan istilah Perploncoan, OSPEK, PPPK, atau apapun nama kamuflasenya masih terus eksis. Seakan ada suatu ketidakrelaan memutus matarantai tindakan yang mengatasnamakan penggemblengan mental yang pada kenyataannya Cuma kegiatan show of force dan cenderung kepada terror mental senior terhadap juniornya yang untuk mengenal lingkungan barunya aja belum sempat.

            Sering penulis merenungkan, apa sih kegunaan dari diwajibkannya para siswa baru memakai topi kertas dengan segala kelengkapan yang nyeleneh tersebut?? Apa bener untuk mengasah kreatifitas?? Apasih manfaat yang bisa dipetik dari tindakan bentak-bentak para panitia senior (yang notabene Cuma menang karena sekolah 1-2 tahun lebih dulu dari si Junior), Untuk kedisiplinan kah?? Kadang, demi menegakkan “kedisiplinan” HAM si junior harus dilanggar. Coba mari kita fikir, didikan macam apa yang aturannya berupa Doktrin “Semua tindakan Panitia adalah benar”. Output apa yang kita harapkan pada kegiatan yang  mengharamkan diskusi? Jangan-jangan kita malah sedang melestarikan suatu kegiatan terror, orientasi siswa untuk menjadi diktator dan mendukung untuk mematikan naluri keilmuan dan menggantinya dengan pemantapan hukum rimba sebelum si Siswa baru tersebut mengenal bagaimana belajar yang benar. Jika memang itu tujuan diadakannya kegiatan orientasi ini maka wajar saja banyak siswa di negeri ini lebih suka menjadi “petarung jalanan” dibandingkan dengan pengedepanan metode ilmiah dalah mengatasi suatu masalah.

            Dari pengamatan penulis memang diantara banyak sekolah yang masih mempertahankan tradisi “Jahiliyah” sudah mulai ada yang menyadari dan mencoba merubah format Kegiatan Orientasi sekolah para Siswa baru menjadi kegiatan yang lebih beradab, lebih manusiawi dan lebih sesuai dengan etika pendidikan.





Alhamdulillah… Pemilu Aman

15 08 2009

Hasil Pemilu akhirnya resmi sudah diumumkan. Sebuah proses panjang yang sedikit banyak menjadi pelajaran bagi bangsa kita ini. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dinyatakan oleh KPU sebagai pemenang dalam pemilihan prisiden periode 2009-2014 ini. Sebuah proses demokrasi yang lumayan panas akhirnya telah selesai, alhamdulillah tanpa mengakibatkan terjadinya konflik antar elemen bangsa. Tidak seperti Pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini ada banyak hal-hal baru yang di satu sisi berdampak positif bagi perkembangan kedewasaan demokrasi di negeri kita dan di sisi lain ada pula hal-hal baru yang seandainya kita sebagai bangsa tidak berhasil mengelolanya dengan baik maka akan sangat rawan menimbulkan konflik. Beberapa hal positif yang bisa dicatat diantaranya adalah semakin ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu sehingga ada semacam ketakutan para kader nakal yang mencoba berbuat curang saat masa pemilu. Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya beberapa kader yang mencoba melakukan tindakan curang dalam pendekatan terhadap pemilih. Hal kedua yang patut diberi apresiasi adalah adanya kampanye dalam bentuk debat. Dari sini rupanya sedikit banyak rakyat tahu seberapa kualitas pemimpin yang akan mereka pilih. Memang sih dalam debat yang diselenggarakan KPU cenderung membosankan, namun adanya beberapa debat berkualitas dari para capres-cawapres yang diselenggarakan oleh pihak swasta cukup bisa memberikan gambaran nyata bagaimana sosok Pemimpin yang akan dipilih nantinya. Pelajaran yang paling penting dan sangat jelas terlihat saat pemilu presiden yang lalu adalah adanya peningkatan pola berfikir rakyat. Dulu yang namanya rakyat sangat tergantung pada instruksi atau ajakan tokoh masyarakat lokal termasuk menyangkut apa pilihan yang tepat saat pemilu, namun saat ini bisa dilihat bahwa rakyat lebih sadar bahwa dirinya adalah penentu masa depan bangsa ini. Soal lain boleh mengikuti apa kata tokoh masyarakat namun dalam hal Pemilu hati masing-masing yang berkata. Hasilnya bisa kita lihat sekarang ini. Betapapun elit politik kita ramai bukan kepalang mulai sebelum, selama dan sesudah Pemilu namun rakyat tetap adem ayem. Sepertinya rakyat sudah semakin sadar untuk tidak mau lagi diprovokasi yang ujung-ujungnya akan menyengsarakan rakyat sendiri. Dilain pihak ada beberapa hal baru yang sepertinya perlu dilakukan perbaikan. Pertama dan yang paling jelas adalah masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang kali ini benar-benar menjadi isu panas. Sebenarnya dari pengalaman penulis masalah DPT ini juga terjadi saat pemilu tahun 2004 lalu namun karena keterbukaan media belum sehebat masa sekarang maka isu ini tidak sesanter yang terdengar kali ini. Dulu tahun 2004 penulis juga mengalami tidak bisa ikut pemilu karena tidak didaftar. Maklum saat itu masih mahasiswa, jadi tidak ada yang mau mengakui sebagai penduduknya meskipun punya KTP. Adanya Pemilih ganda, adanya calon pemilih yang sudah lama almarhum juga adanya pemilih yang masih di bawah umur menandakan betapa carut marutnya proses Pemilu. Sebenarnya Carut marutnya DPT adalah bagian dari kegagalan kita dalam meng Up date catatan kependudukan kita. Sudah menjadi rahasia umum jika seorang bisa punya banyak KTP. Keputusan MK untuk memperbolehkan pemilih menggunakan KTP dengan disertai KK (kartu Keluarga) merupakan solusi cerdas saat ini meskipun terlalu mepet dengan pelaksanaan Pemilu, namun setidaknya bisa menghindari lebih banyak lagi masyarakat yang tidak bisa mendapat hak pilihnya. Hal kedua yang juga merupakan hal baru namun kurang bermanfaat adalah munculnya budaya “Debat Kusir” yang ujung-ujungnya bukan visi dan misi yang disampaikan tapi malah saling mengolok dan menjatuhkan. Ada salah satu TV swasta yang gemar sekali mengundang para tim sukses untuk mengadakan debat, maksud awalnya mungkin supaya visi dan misi para capres-cawapres tersampaikan, namun karena kurang siapnya konsep acara malah makna yang seharusnya dicapai menjadi kabur. Endingnya adalah kita disuguhi budaya yang membosankan, budaya yang mengajarkan penonton bagaimana caranya supaya menang “Omongan” bukan menang Visi misi. Yang terakhir yang sampai saat ini masih berlangsung adalah adanya gugatan silih berganti dari pihak-pihak yang merasa dirugikan selama Pemilu. Kita semua dibuat heran dengan beberapa keputusan dari para lembaga elit negara ini. Belum lagi adanya statement dari para pihak yang kalah yang menuntut pemilu ulang. Sebuah tuntutan yang menurut penulis sangat tidak bijak. Disamping pasti akan menghabiskan banyak uang, Penulis yakin rakyatpun udah ogah melakukan pemilu ulang. Mungkin akan lebih arif kiranya jika kita adakan koreksi menyeluruh terhadap kekurangan yang terjadi selama pemilu ini untuk dijadikan referensi perbaikan pada pemilu 5 tahun yang akan datang. Tiada kata yang pantas diucapkan selain ucapan “Selamat menjalankan Amanah bagi Capres-cawapres yang menang” serta harapan untuk bisa menerima kekalahan bagi yang belum diberi kesempatan menjalankan amanah ini. Mari kita perbaiki negri kita untuk esok yang lebih baik..