Oleh: azzakky | Juli 9, 2009

Ketentuan Pelatihan PPIH

Sehubungan dengan akan diadakannya pelatihan bagi PPIH tahun 2009 berikut silakan dilihat tentang ketentuan Pelatihan di :

http://www.depkes.go.id/downloads/Haji/2009/ppih/ketentuan_pelatihan_2009.pdf

Sedangkan tentang formulir yang dibutuhkan bisa didownload dari :

http://www.depkes.go.id/downloads/Haji/2009/ppih/lampiran_form_2009.doc

semoga bermanfaat..

1. Ketentuan Umum :

a. Pembekalan operasional pelayanan bagi calon petugas kesehatan haji tahun 2009 M/1430 H adalah WAJIB dan merupakan rangkaian proses perekrutan petugas, sesuai dengan ketentuan PEPMENKES Nomor 511/MENKES/SK/V/2007 tentang Pedoman Perekrutan Petugas Kesehatan Haji Indonesia.

b. Ketentuan perekrutan petugas kesehatan haji Indonesia tersebut disusun dalam rangka memperoleh petugas yang professional, berdedikasi tinggi dan didukung oleh fisik yang prima serta dapat melaksanakan tugas sesuai kebijakan Menteri Kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan dan perlindungan kepada jemaah haji.

c. Penilaian terhadap kecakapan calon petugas selama proses pelatihan ditujukan pada aspek profesional, dedikasi dan kesehatan; sebagai dasar pertimbangan penetapan petugas kesehatan haji. Calon petugas yang tidak terbukti kompeten, tidak berdedikasi dan atau tidak memenuhi syarat kesehatan dinyatakan tidak laik tugas dan direkomendasikan untuk dibatalkan penetapannya sebagai petugas kesehatan haji.

d. Panitia Pembekalan mengumumkan ketentuan dan rencana penyelenggaraan pembekalan kepada Dinas kesehatan Propinsi Embarkasi/Debarkasi Haji dan dapat di akses di www.kesehatan haji.info dan www.siskohatkes.net

e. Selama mengikuti pembekalan operasional, peserta diharuskan :

1) Tinggal di asrama yang telah diatur dan ditentukan penempatannya oleh panitia.

2) Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

3) Memperhatikan waktu untuk menjaga ketertiban dan terjaminnya suasana tenang dan tenteram.

4) Tidak menerima tamu pada jam pembekalan. Peserta hanya dibenarkan menerima tamu di luar jam pembekalan dengan ketentuan tidak mengganggu ketertiban.

5) Mengikuti semua kegiatan pembekalan yang telah ditetapkan oleh panitia dan sesuai dengan waktu setempat.

6) Berada di ruang kelas 15 menit sebelum acara dimulai dengan terlebih dahulu mengisi daftar hadir yang telah disediakan oleh panitia. Peserta yang tidak mengisi daftar hari dalam waktu 20 menit sesi berlangsung dianggap tidak mengikuti sesi.

7) Membawa buku/catatan dan lain-lain yang diperlukan.

8) Tidak meninggalkan ruang pada saat sesi berlangsung kecuali untuk keperluan mendesak dengan terlebih dahulu meminta izin kepada panitia.

9) Memakai pakaian rapi dan sopan dengan ketentuan :

Pria :

· Pakaian batik lengan panjang dan celana gelap pada pembukaan/penutupan dan kegiatan pembelajaran malam hari.

· Kemeja warna putih lengan pendek berdasi dan celana gelap pada waktu mengikuti kegiatan pembelajaran pagi, siang dan sore hari.

· Bersepatu.

Wanita : berpakaian muslimah dengan warna menyesuaikan dan bersepatu.

10) Memakai tanda pengenal sejak penyematan resmi pada saat pembukaan sampai kegiatan berakhir.

f. Peserta diminta untuk dapat memenuhi seluruh penugasan, selama pembekalan.

g. Kelengkapan Pakaian

Peserta membawa kelengkapan pakaian selama pembekalan, dengan ketentuan :

1). Pakaian harian :

(1) Bagi pria :

(a) Baju putih lengan pendek, dasi dan celana gelap untuk sesi pembekalan pagi s/d sore.

(b) Baju batik lengan panjang untuk sesi pembukaan, penutupan dan pembekalan malam hari.

(2) Bagi wanita: Busana muslimah dengan warna menyesuaikan.

2). Pakaian Ihram dengan kelengkapannya.

3). Pakaian olahraga dengan kelengkapannya.

2. Komunikasi dan informasi lebih lanjut dapat dilakukan sebagai berikut:

JADUAL PELAKSANAAN PEMBEKALAN OPERASIONAL PETUGAS KESEHATAN HAJI KLOTER TAHUN 1430 H / 2009 M

Sumber: Departemen Agama RI, tertanggal 12 Juni 2009

No

EMBARKASI

Pelaksanaan

Kontak person

MOP Daerah

Pusat

1

Medan

10 s.d 19 Juli 2009

Suhadi,SKM,MKes (08126048737)

dr. T T Alfarizi (08159666277)

2

Batam

10 s.d 19 Juli 2009

Irmasyah,SSos (08127009103 )

Dr Masdalina Pane, SKM Mkes ( 08153841788)

3

Banjarmasin

10 s.d 19 Juli 2009

Mirhansyah,SKMMkes (081349628723)

Siti Husmiati, SKM M Kes (081380100241)

4

Padang

12 s.d 21 Juli 2009

drJoniIswanto ( 081374722202)

dr. T T Alfarizi (08159666277)

5

Palembang

12 s.d 21 Juli 2009

Badaruddin,SH,SKM (08127842414)

A. Hafiz, SKM M Kes ( 085921372773 )

6

Jakarta Pondok Gede

12 s.d 21 Juli 2009

dr Angliana Dianawati (081210101234)

dr Farina Andayani ( 081585003564)

7

Balikpapan

14 s.d 23 Juli 2009

dr Achlia Setijawati Dahlan,MKes (0811550155)

Siti Husmiati, SKM M Kes (081380100241)

8

Jakarta Bekasi

9 sd 18 Juli 2009

Uus Sukmara, M Epid ( 08122044099 )

dr Ratna Budi Hapsari, MKM ( 08164824148 )

9

Ujung Pandang

16 sd 25 Juli 2009

Muhammadong,SKM Mkes (081343559459)

Eka Muhiriyah,SPd MKM ( 081511737607 )

10

Aceh

17 s.d 26 Juli 2009

Hj. Saidah ST (0811686694)

Dr Masdalina Pane, SKM Mkes ( 08153841788)

11

Solo

17 s.d 26 Juli 2009

dr Imam Trianto, MPH ( 0811296515 )

Dr Sholah Imari, MPH ( 08161840052)

12

Surabaya

18 s.d 27 Juli 2009

Sulistyowati,SKM MPPM (08179605227 )

dr Ratna Budi Hapsari, MKM ( 08164824148 )

3. Kelengkapan Administrasi/Dokumen yang harus dibawa dan diserahkan kepada panitia pada saat melaporkan kedatangan di asrama haji :

a. Untuk pembuatan sertifikat pembekalan:

1). Mengisi biodata (blangko terlampir).

2). Foto berwarna sesuai standar paspor, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar

b. Untuk pertanggungjawaban keuangan:

1). Surat Tugas yang ditandatangani oleh atasan langsung, sesuai contoh terlampir, rangkap 2.

2). Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang sudah ditandatangani pejabat yang berwenang di daerah dan dicap stempel (sesuai contoh terlampir), rangkap 2.

3). Menyertakan bukti pengeluaran untuk biaya transport :

(1) Tiket transportasi dari tempat kedudukan ke terminal bis/stasiun/bandara/pelabuhan pergi pulang.

(2) Tiket transportasi dari terminal bis / stasiun / bandara / pelabuhan ke tempat tujuan pergi pulang.

(3) Tiket pesawat dilampiri boarding pass dan airport tax, tiket kereta, tiket kapal laut, dan tiket bis.

(4) Bukti pembayaran model transportasi lainnya.

4. Hak Peserta :

a. Memperoleh biaya transportasi dari tempat kedudukan ke lokasi pembekalan pulang-pergi, dengan besaran sesuai dengan harga yang tercantum dan tidak melebihi standart

b. Akomodasi selama pembekalan (konsumsi, penginapan).

c. Uang harian 2 hari .

d. Modul Pembekalan.

e. Sertifikat Pembekalan.

5. Kewajiban Peserta :

a. Melengkapi berkas dokumen dan administrasi pembekalan dan menyerahkan ke panitia.

b. Hadir tepat waktu dan mentaati tata tertib penyelenggaraan pembekalan, termasuk mengikuti seluruh sesi pembekalan.

c. Membawa kelengkapan pembekalan berupa: pakaian selama pembekalan dan kelengkapan keperluan pribadi lainnya.

d. Menandatangani surat pernyataan bermeterai.

6. Ketentuan Kelulusan :

a. Kedisiplinan

Kehadiran peserta dalam sesi pelatihan sebanyak 100 %

b. Produktifitas

Menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu selama pelatihan

c. Kompetensi

Verifikasi/komparasi dengan data/keterangan selama mengikuti pelatihan

7. Ketentuan Lain

a. Calon petugas yang tidak hadir pada pembekalan dan atau tidak melengkapi persyaratan, maka dianggap mengundurkan diri

b. Bila ada ketentuan lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan disampaikan kemudian.

Daftar Lampiran :

1. Blangko biodata ( untuk sertifikat )

2. Blangko Surat Tugas

3. Blangko SPPD dan contoh pengisiannya

An. Dirjen PP & PL

Direktur Sepim Kesma

Dr Andi Muhadir, MPH

NIP 140130848

selengkapnya bisa di cek di www.kesehatanhaji.info

untuk format Kelengkapan surat- surat bisa di klik di sini:

Surat Tugas di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_2.doc

Biodata di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_3.doc

SPPD klik di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_4.doc

semoga bermanfaat

Oleh: azzakky | Juli 6, 2009

Oleh-oleh dari Murnajati


Minggu tanggal 21 juni kemarin, penulis berkesempatan mengikuti Pelatihan bidang kesehatan bagi Calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia wilayah propinsi Jawa Timur. Berbeda dari tahun sebelumnya, Pelatihan kali ini dilakukan sebelum pelatihan terintegrasi dengan Departemen Agama yang rencananya baru akan dilaksanakan tanggal 18 Juli 2009 ini. Sebenarnya pelatihan kali ini sudah dipersiapkan beberapa hari, namun adanya beberapa kali revisi persyaratan tambahan tetap saja membuat kebanyakan peserta kelabakan. Seperti contohnya persyaratan Foto dengan latar belakang putih sebanyak 30 an lembar yang baru dimuat di revisi pengumuman 2 hari menjelang hari pelatihan sempat membuat beberapa peserta terkejut. Belum lagi ada beberapa peserta yang kurang mengikuti revisi yang diumumkan lewat internet malah tidak tahu jika ada persyaratan lain yang harus di bawa selain SPPD.

Acara Pelatihan dibuka hari minggu itu juga sekitar jam 17.00WIB oleh Kepala Latkesmas serta beberapa pihak terkait. Dilanjutkan dengan Pretest sesuai dengan Profesi masing-masing. Pelatihan kali ini, peserta dibagi dalam kelas-kelas yang terdiri dari beberapa kloter-kloter bayangan yang terdiri dari 3 orang (1 dokter dan 2 perawat). Pembagian ini ternyata sangat bermanfaat untuk lebih mendalami dan meningkatkan kerjasama tim calon TKHI tersebut. Namun sayangnya, usaha saling mengenal dan saling meningkatkan kekompakan tin kecil ini sebatas sampai pelatihan saja, karena kabarnya tim kecil ini (tim Kloter bayangan ini) akan dipecah lagi sehingga sangat mungkin saat keberangkatan nanti Tim ini terdiri dari orang-orang yang belum saling kenal. Padahal dengan persiapan TKHI yang sedemikian singkat menurut hemat penulis mungkin akan lebih baik jika tim ini tetap dipertahankan mulai sejak latihan awal sampai dengan saat bertugas sehingga keefektifan sebagai suatu tim benar-benar terjaga. Kecuali jika ada hal-hal yang mendesak yang memaksa terjadinya perubahan tersebut.

Hari Senin pagi acara diawali dengan Sholat shubuh berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan kultum oleh bapak Samuri. Beliau Menjelaskan sekilas tentang perjalanan Haji. Sebuah penjelasan yang sangat bermanfaat terutama bagi kami yang belum pernah berhaji. Hari Senin dan Kamis tepat pukul 05.30 WIB dilaksanakan kegiatan Senam Kesegaran Jasmani. Sedangkan acara perkuliahan dan pelatihan dilaksanakan mulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 21.00 tentunya dengan diselingi jeda untuk ISHOMA.

Materi yang diberikan sangat beragam, mulai dari perundangan tentang Haji, Ta’limatul Hajj dari Arab saudi, Pembinaan dari Depkes Pusat, Materi dari tim Psikologi Unair, pelatihan pelaporan, pelatihan tentang materi sesuai Profesi masing-masing serta pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar). Sebagai catatan dari berbagai materi tersebut banyak yang sangat bermanfaat tapi ada juga beberapa materi kurang tepat. Dari pemaparan selama pelatihan tersebut kami juga semakin memahami bagaimana tugas yang nantinya harus kami emban, bagaimana liku-liku kesulitan yang mungkin akan kita temui seperti masalah transportasi, Sistem perujukan di Arab saudi, Rasio tenaga kesehatan dengan banyaknya Jamaah yang kurang memadai ( 3 orang tenaga medis harus bisa melayani 450an jamaah dengan pelayanan selama 24 jam selama 35 hari ), dan lain-lain. Kami juga diberi Tips selama dalam tugas, seperti bagaimana menangani jamaah, Bagaimana penetalaksanaan pasien disana yang notabene punya pola resistensi kuman terhadap antibiotik yang berbeda dengan di Indonesia. Tips tentang bagaimana pengelolaan Haid pada jamaah sehingga bisa menjalani ibadah haji dengan sempurna.

Setelah diadakan Postest pada pagi hari, acara Pelatihan tersebut akhirnya ditutup pada Hari Jum’at 26 Juni 2009 sekitar jam 11.30 WIB

Oleh: azzakky | Juli 2, 2009

penerimaan bidan PTT kalsel

telah dibuka Penerimaan bidan PTT di Kalsel. Pendaftaran dimulai tanggal 1 juli sampai dengan tanggal 15 juli 2009.
Jumlah formasi 122 orang untuk ditempatkan di desa/kelurahan kriteria biasa. sedangkan 253 orang akan ditempatkan di desa/kelurahan dengan kriteria terpencil.
selanjutnya bisa di klik di http://www.depkes.go.id/downloads/newdownloads/rekrutmen_bidan_kalsel.pdf

Oleh: azzakky | Juni 21, 2009

Pengumuman Seleksi PPIH tahun 2009

Alhamdulillah hasil seleksi PPIH tahun 2009 telah diumumkan. silakan klik di www.tkhi.depkes.go.id
selamat buat anda yang mendapat panggilan Alloh ini, semoga bisa menunaikan amanat ini. Amin.

Oleh: azzakky | Juni 14, 2009

Belajar dari kasus Prita

Istilah malpraktik kembali semarak di tanah air. Sebuah peristiwa yg melibatkan seorang pasien bernama Prita dengan RS OMNI internasional lagi-lagi menambah jajaran kasus yang menunjukkan “ketidak harmonisan” hubungan Dokter (dalam hal ini RS) dengan Pasien.
Disini Penulis tidak akan menceritakan kembali peristiwa tersebut. Penulis hanya ingin mengulas hikmah yang bisa dipetik dari pelajaran ini.
Pertama
Menurut penulis, kasus semacam ini (terlepas dari masalah gugatan pencemaran baik) bukanlah kasus baru dalam sejarah hubungan dokter pasien di negara kita. Banyak kasus lain yang tidak terekspose yang sebenarnya punya inti masalah yang sama, yaitu “KOMUNIKASI” dan “inform consent”. Perlu disadari bahwa negara kita sangat kekurangan dokter spesialis. Sehingga jika anda membuat rasio antara Dokter-jumlah masyarakat akan terjadi ketimpangan yang sangat. Hal ini berdampak pada mutu pelayanan yang cenderung tergesa-gesa. Bayangkan jIka dalam satu hari di sebuah RS pasien yang berkunJung bisa mencapai ratusan orang, bagaimana seorang dokter bisa berkomunikasi efektif dengan pasiennya. Orang sering memuji dokter di Singapore yang lebih care lebih punya waktu terhadap pasien, jelas saja karena rasio dokter-pasien disana jauh lebih dari mencukupi. Sebuah contoh, di eks Karesidenan tempat penulis tinggal(yang jumlah penduduknya hampir sama dengan Singapore) cuma ada SATU dokter Bedah Syaraf.. Sebenarnya DPR sudah membuat aturan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada pasien dengan membatasi ijin praktik dokter hanya di tiga tempat. Namun jikalau kasusnya seperti di tempat Penulis, peraturan tersebut apa bisa diterapkan? Apakah tidak malah mengorbankan penanganan terhadap pasien?! Disamping itu, biaya pendidikan seorang dokter yang makin mencekik membuat semakin lambatnya Pemenuhan tenaga dokter spesialis, akibat lainnya banyak juga oknum dokter yang cuma mengejar materi demi mengembalikan biaya pendidikan tersebut.
Kedua
Penulis nggak habis fikir dengan kecenderungan media massa sekarang. Sepertinya negeri kita sedang krisis jurnalis yang cerdas. Kasus ini dan kasus-kasus dalam dunia medis lainnya seperti kasus-kasus terjadinya reaksi obat pada pasien semakin menyadarkan penulis bahwa cuma sedikit kalangan jurnalis yang “mau” dan “mampu” untuk belajar memperkaya pengetahuannya. Generalisasi semua kejadian yang terjadi selama dan sesudah tindakan medis sebagai suatu MALPRAKTIK merupakan suatu hal yang sembrono dan memprihatinkan. Istilah Malpraktik seolah digunakan sebagai embel-embel penambah nilai jual berita yang dimuat tanpa mau memikirkan fenomena apa yang akan terjadi di masyarakat. Masih ingat berita tentang Puyer yang bersamaan dengan munculnya Ponari dengan batu petir nya?. Pembaca mungkin sebagian tidak percaya jika hal itu berpengaruh besar, tapi penulis dan rekan-rekan sangat merasakan dampak tersebut. Masyarakat saat itu dilanda ketakutan yang lumayan hebat seJak pemberitaan itu, disatu sisi pemberitaan yang sangat gencar tentang ponari yang bisa menyembuhkan segala penyakit makin memudarkan kepercayaan masyarakat terhadap kalangan medis. Sangat perlu ditanyakan, Apakah akan kita giring masyarakat kita untuk semakin takut berhubungan dengan dunia medis dan lebih mempromosikan pengobatan yang tidak jelas jluntrungannya??!
Ketiga
Kasus Prita semakin menyadarkan kita tentang betapa pentingnya kehadiran seorang dokter keluarga. Yaitu seorang dokter yang khusus menangani keluarga yang digaji tetap dari Asuransi yang dibayarkan keluarga tersebut (sehingga dokter tersebut tidak perlu praktek seperti dokter saat ini). Dokter ini bisa diajak konsultasi kapanpun keluarga tersebut membutuhkan, dan pastinya akan selalu mendampingi dan melindungi keluarga tersebut dari kejadian seperti yang dialami Prita. Masalahnya sekarang sulit sekali mendapatkan perusahaan Asuransi yang bisa dipercaya dan kalaupun ada masyarakat kita masih sangat enggan untuk mendukung program dokter keluarga dengan alasan seperti “uang preminya kan bisa digunakan untuk hal lain,lagian belum tentu keluarga kami ada yang sakit dalam satu bulan”.
Keempat
Idealnya tiap RS yang didirikan punya dokter spesialis sendiri, jadi pelayanan prima bisa diterapkan. Sayang kebanyakan RS swasta didaerah masih banyak yang mengandalkan dokter-dokter RS negeri dikarenakan minimnya jumlah dokter spesialis dan juga tidak adanya kemauan & kemampuan RS swasta tersebut membiayai pendidikan dokter spesialisnya, sehingga jangan heran jika terkadang pasien satu hari atau lebih ngga’ bisa sekedar ketemu dokter spesialisnya.
Kelima
Petugas medis hendaknya mulai melakukan pendidikan masyarakat baik melalui media massa atau terjun langsung untuk memberikan pencerahan tentang apapun yang berhubungan dengan dunia medis. misalnya tentang Immunisasi; manfaat, efeksamping, risiko yg bisa terjadi setelah imunisasi. Kalau ada risiko ataupun efek samping yang berbahaya seperti kelumpuhan atau kematian jika terjadi reaksi yang tidak diinginkan tetap harus dijelaskan secara proporsional bukan provokatif. Dengan adanya pendidikan masyarakat seperti ini masyarakat (termasuk para jurnalis) akan semakin cerdas, tidak gampang memvonis MALPRAKTIK, dan stigma negatif terhadap dunia medis bisa diminimalisir.

Akhirnya Penulis berharap semoga keharmonisan hubungan dokter & tenaga medis-pasien bisa semakin berkualitas. Dokter & petugas medis juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Namun kesalahan tersebut hendaknya ditekan seminimal mungkin. Keselamatan dan kesehatan pasien tetap yang terpenting dengan meningkatkan mutu pendidikan petugas medis, komunikasi dengan pasien & keluarga pasien yang efektif, ditunjang dengan Sistem yang mendukung dan pendidikan masyarakat yang berkesinambungan insyaAlloh peristiwa semacam kasus Prita ini bisa dihindari.

Oleh: azzakky | Juni 9, 2009

PENGUMUMAN TKHI THN 2009

Alhamdulillah, hari ini depkes telah merilis daftar nama calo TKHI tahun 2009. untuk selengkapnya dapat dilihat di

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php

SK PengumumanTKHI

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/SK%20Pengumuman%20TKHI.pdf

Calon TKHI 2009 Embarkasi Balikpapan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Balik%20Papan.pdf

Calon TKHI embarkasi Aceh

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banda%20Aceh.pdf

Calon TKHI embarkasi Batam

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Batam.pdf

Calon TKHI embarkasi Padang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Padang.pdf

Calon TKHI embarkasi Jawa Barat

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jabar.pdf

Calon TKHI embarkasi Jakarta

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jakarta.pdf

Calon TKHI embarkasi Surabaya

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Surabaya.pdf

Calon TKHI embarkasi Palembang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Palembang.pdf

Calon TKHI embarkasi Ujung Pandang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Ujung%20Pandang.pdf

Calon TKHI embarkasi Solo

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Solo.pdf

Calon TKHI embarkasi Medan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Medan.pdf

Calon TKHI embarkasi Banjarmasin

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banjarmasin.pdf

Sedangkan ketentuan Pelatihan TKHI bisa dibaca di:

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Ketentuan%20Pelatihan%20TKHI%202009.pdf

semoga bermanfaat yaa.. :)

Oleh: azzakky | Juni 4, 2009

Perubahan Jadwal Seleksi TKHI/PPIH 2009 (II)

Posted by Panjatap 2009, pada: 05/06/2009 11:53:53

Sehubungan dengan hasil Evaluasi Data Calon TKHI/PPIH 2009, maka Panjatap menetapkan untuk :
1. Memperpanjang batas akhir masa evaluasi dan penetapan calon TKHI/PPIH 2009 dari 30 Mei 2009 menjadi 7 Juni 2009.
2. Hasil Seleksi akan diumumkan bertahap :
– Pengumuman Hasil Seleksi TKHI : 8 – 12 Juni 2009.
– Pengumuman Hasil Seleksi PPIH :15 – 19 Juni 2009.
3. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai kriteria seleksi & jadwal pengumuman , bisa hubungi : Panitia (+6281690101)

untuk lebih jelas klik di http://www.tkhi.depkes.go.id
semoga bermanfaat

Oleh: azzakky | Mei 31, 2009

Jadwal terbaru Rekrutmen TKHI/PPIH 2009

- Pendaftaran online; 4 april – 5mei 2009
- Penerimaan berkas; 4april – 8 mei 2009
- Seleksi administratif berkas; 20 April – 15 Mei 2009
- Evaluasi dan penetapan TKHI/PPIH 2009 ; 15-30 Mei 2009
- Pengumuman hasil seleksi TKHI/PPIH 2009; 1 – 8 juni 2009
Selengkapnya bisa dilihat di
http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php
Semoga bermanfaat…

Pernah kah anda masuk ke sebuah hotel berbintang, mungkin saat sedang ada acara weekend, ato mungkin training ato juga seminar?
Sekarang lagi ngetrend yg namanya toilet kering. tempat BAK (Buang Air Kecil) dibuat sedemikian rupa sehingga bagi cowok cukup dengan berdiri sudah bisa “Pis of Cur” alias miksi. Anda bisa menjamin ngga’ jika air kencing anda ngga’ menetes di bibir Pispot raksasa tersebut? Coba liat ada ngga’ fasilitas buat “bersuci” nya? Cuma tissue kn? Bahkan sekarang ada sensor yg mengatur sehingga air pembilas baru keluar setelah orang yang kencing pergi. Fasilitas BAB (Buang Air Besar) kdg msh lumayan, ada saluran air kecil di bagian belakang yg jika disemprotkan biasanya tepat pd “saluran keluar”. Mungkin jg ditambah tissue. Kalaupun kita memaksa untuk (maaf) cebok secara konvensional maka air akan mengalir kemana-mana bersama air kencing & sisa kotoran kita.
Aneh memang, dinegeri kita yang mayoritas muslim malah terjadi hal-hal yang menurut penulis sangat menyulitkan bagi kaum muslim. Seorang muslim selalu diajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Terutama Air kencing dan Feses/ tinja. “Annathofatu minal iman”; kebersihan bagian dari iman.
Islam mengajarkan pada umatnya, tiap kali sehabis BAB dan BAK diwajibkan untuk membersihkan diri dengan sesuatu yang suci. Kita diajarkan untuk menggunakan Air yg bersih&suci sebagai opsi pertama dalam bersuci, baru jika tidak ada bisa menggunakan benda lain bisa batu ataupun benda keras lain yg suci. Pertanyaannya mengapa kita malah ikutan dg orang barat senang menggunakan tissue dibanding air?. Orang barat beralasan “Air harus dihemat”.
Teman, kalau masalah berhemat air mungkin Rasululloh lebih tahu dr orang barat, Beliau hidup di gurun yg kering dan sangat kekurangan air namun kenyataannya beliau tetap menganjurkan air sebagai opsi pertama. Tidak hanya untuk bersuci dari najis seperti kencing dan tinja saja, dalam bersuci dari Hadast pun kita lebih dianjurkan untuk Berwudhu dbanding tayammum.
Sebenarnya ada hikmah besar dibalik ini semua. Hikmah itu adalah perintah tidak langsung untuk selalu memelihara kelestarian air. Kelangkaan air bukan menjadikan kita mengorbankan perintah/ anjuran agama dEmi penghematan air, tapi problem ini harusnya malah memacu umat untuk peduli pada kelestariannya.
Pernah dengar cerita sebuah pondok pesantren di madura yg mendapat kalpataru gara2 berhasil memelihara hutan& sumber mata air sungai di sebelah pondok tersebut? Kyai pondok ini punya ijtihad; “Jika kita Umat Islam diwajibkan berwudhu dan wudhu itu memakai air, maka berarti kita wajib memelihara apapun yg bs menjamin kelestarian Air”.
Semoga Suatu saat nanti Para Arsitek muslim & Para pengusaha hotel bisa mengerti kebutuhan umat muslim yang satu ini. Tidak hanya sekedar ngekor trend dunia barat yang (maaf) tidak pernah risih jika air kencing menempel di celananya. Yang tidak peduli bagaimana sopan santun ketika buang air.
Sekedar contoh, mungkin bisa kita tiru hotel-hotel di Makkah yang sangat memperhatikan hal ini.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori