“Dokter juga manusiaaa..
Punya rasa punya hatiii…
Jangan samakan dengaaann..
Spuit injeksiii..”
Syair diatas adalah plesetan lagu dari “Serious” yang sering secara spontanitas dinyanyikan teman-teman penulis saat masih menempuh pendidikan CoAss..
Memang, kami para dokter juga manusia biasa.
Layaknya manusia biasa kami juga bisa salah bisa lupa. Namun dalam pendidikan kami haram hukumnya mengalpakan pasien.. Karena nyawa taruhannya.
Layaknya manusia biasa, kamipun bisa sakit. Bahkan kami termasuk orang dengan risiko tertinggi terkena berbagai penyakit menular..
Layaknya manusia biasa, kamipun butuh penghidupan buat hidup kami. Kami diajari untuk selalu menolong yang membutuhkan. Dan dari menolong itulah kami bisa hidup.
Layaknya manusia biasa, kamipun punya rasa.
Rasa senang jikalau sanggup memberikan pertolongan, juga rasa sedih jika gagal berbuat maksimal.
Rasa bangga ketika dipuja.. Juga rasa nelangsa ketika dihina..
Kami insya Alloh bukan gerombolan manusia gila hormat, tapi kami minta bantuan Anda untuk menghormati cara kerja kami demi optimalnya yang kami beri.
Kepercayaan anda adalah modal utama kesembuhan Anda sendiri, sekaligus sebagai support tiada tara bagi optimalnya kinerja kami.
Jikalau Rasa Percaya Berganti Rasa Curiga, Tak ada yang Bisa Didapatkan Kecuali Kerugian Semata.
judulnya sama dengan blog aku…..
salam kenal ya…
apapun profesinya, semua juga manusia, tempatnya khilaf dan lupa.. he he he..
begitu juga khasus prita harusnya jangan terlalu tega… dan klo misal dokternya salah jangan di bela belain mati matian oleh IDI sampai mau menuntut lagi
kalo saya melihat kasus prita bisa buat pelajaran buat kita yang bekerja di kesehatan … mungkin kalo ditilik di rumah sakit rumah sakit … coba nilai sendiri….. dan beri poling kepada mereka… para pengguna jasa rumah sakit
Betul saudara-saudara.. katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. baik IDI maupun Media massa tentunya.