Ramadhan, antara kesederhanaan dan kemewahan

Posted: 11 Agustus 2010 in Agama, Peristiwa
Tag:, , ,

Alhadulillah, bulan Ramadan telah datang kembali. dan alhamdulillah juga kita masih diberi kesempatan untuk bernafas menjelang kedatangannya. Ramadhan 1431 H…

Tiap kali ramadhan tiba, banyak hal terjadi di dalamnya. mulai dari Ramai kembalinya masjid-masjid yang biasanya sunyi senyap, Nuansa religi yang begitu kentara di lingkungan sekitar kita, sampai pada melambungnya harga barang termasuk makanan..

kejadian terakhir ini sering membuat penulis heran. Menjelang Ramadhan sudah jamak nya jika harga kebutuhan pokok terutama makanan merangkak naik. alasan kenaikan ini biasanya disebabkan meningkatnya permintaan.  menurut logika penulis, bukannya bulan Puasa seharusnya konsumsi makanan malah menurun? makan yang biasanya 2 kali sehari pada bulan puasa kebanyakan cuma makan 2 kali saja waktu buka puasa sama waktu sahur. namun kenapa malah banyak permintaan ya? apa ada yang salah?

Puasa didefinisikan sebagai menahan makan dan minum serta yang membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.. lantas apa kalo udah terbenam matahari sampai terbit fajar terus kita balas dendam? hehehe… kalo ndak gimana tuh critanya kok malah permintaan kebutuhan pokok malah melonjak selama Ramadhan?

salah satu alasan yang mungkin benar jika kita mau mengakuinya adalah alasan Balas dendam diatas.. betul nggak? hehe.. saat kita sedang berusaha menahan dahaga dan rasa lapar sering terbayang dalam ingatan kita sebuah kata-kata ancaman:” hhhmmmm awas tar kalo uda maghrib, aku mau minum ini dan makan itu”. hehe.. Es buah, Kolak, belum makanan beratnya.  Dari sini timbul keinginan untuk mencoba variasi menu saat bulan ramadhan yang terkadang terlalu berlebihan jika dihubungkan dengan istilah “Puasa (menahan)” tadi. meskipun sebenarnya menurut penulis sih masih sah-sah saja asal masih dalam koridor : Kuluu wasrobuu walaa tushrifuu..(makan dan minumlah kaian tapi jangan berlebihan) ” kan tiap individu punya definisi Tushrifuu (berlebihan) berbeda tergantung kekuatan ongkos dan besarya perut masing-masing hehe.

Meskipun sebenarnya dalam hati kecil penulis ada ketidaknyamanan melihat hubungan antara pelaksanaan ibadah  Puasa dengan kenyataan berlipatgandanya konsumsi bahan pokok namun ada satu hal yang mungkin saja merupakan alasan lain terjadinya lonjakan permintaan kebutuhan pokok ini bisa jadi adalah salah satu keberkahan yang diberika Alloh pada ummatnya, tidak sedikit ummat yang ternyata memperoleh limpahan rejeki yang lumayan besar saat bulan ramadha tiba. bahkan pernah ada temen pedagang yang nyeletuk : “Andai semua bulan dalam satu tahun adalah ramadhan”. hehe .. ternyata ndak hanya amalan Pahalanya saja yang diidamkan, tapi juga efek ekonominya tidak kalah dahsyat.

wallohu A’lam

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s