Informasi Pendaftaran CPNS 2009

6 10 2009

Informasi CPNS departemen agama 2009 klik di:

http://www.depag.go.id/index.php?a=artikel&id=412

Untuk informasi CPNS departemen Kesehatan klik di:

http://www.ropeg-depkes.or.id/

Rekrutmen CPNS Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2009.

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://www.depkop.go.id/Sec%20Berita/208-pengumuman/609-penerimaan-calon-pegawai-negeri-sipil-kementerian-negara-koperasi-dan-usaha-kecil-dan-menengah-tahun-anggaran-2009.htm

Rekrutmen CPNS Departemen Pertanian tahun 2009

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://cpns.deptan.go.id/

Rekrutmen CPNS Kementerian Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia tahun 2009

Info lengkap dan pendaftaran klik disini : http://sipp.kemenpera.go.id/





Pemantapan Petugas Haji Tahun 2009 Propinsi Jawa Timur

30 09 2009

Diberitahukan bahwa Pemantapan petugas haji tahun 2009 baik TKHI, TPHI, maupun TPIHI akan diselenggarakan pada hari kamis 8 Oktober 2009 jam 09.00 di asrama haji Sukolilo ruang Zaitun.
semoga kita dimudahkan, amin





Bencana dan Rasionalitas Manusia

19 09 2009

Hari ini, 19 september 2009, kita kembali mendengar kabar bahwa telah terjadi gempa di nusa dua Bali dengan kekuatan 6,4 SR. Setelah sebelumnya kejadian serupa juga melanda Jawa Barat, Jogjakarta, Aceh, Bengkulu, dan mentawai. Dalam waktu 2 minggu saja sudah terjadi berkali-kali gempa Bumi di negeri tercinta ini. Jika Banjir bandang biasanya terjadi akibat rusaknya hutan oleh tangan manusia, Kekeringan juga bisa dikarenakan ulah manusia yang merusak keseimbangan alamnya, namun tidak seperti kejadian bencana alam lainnya, gempa bumi terutama tektonik sampai saat ini belum ditemukan alat yang akan memprediksi kapan akan terjadi gempa. Jadi secara rasional gempa bumi bisa dianggap bukan akibat ulah tangan manusia.
Gempa bumi terjadi begitu saja ketika dua lempengan yang saling bertumbukan melepaskan energinya. Akibatnya lapisan permukaan diatasnya terjadi getaran yang seringkali merusak apapun yang ada di permukaan bumi ini. Tapi betulkah manusia tak ada andil dalam terjadinya rentetan bencana di negeri kita tercinta ini?
Seandainya kita menelitinya dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi saja jawabannya pasti tidak didapatkan adanya hubungan antara ulah manusia diatas permukaan bumi dengan terjadinya bencana alam gempa bumi ini. Perlu kekuatan yang jauh lebih besar untuk menggerakkan lempengan lapisan bumi ini untuk bertumbukan. Kalau seandainya kita mau mencari “kambing hitam”, bisa saja kita tuding rotasi bumi sebagai penyebabnya. Atau apalah yang menurut nalar manusia mampu dan pantas dijadikan penyebab terjadinya pergerakan lapisan bumi ini yang konon telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama ini.
Namun seandainya kita memang manusia yang beriman pada Allah, dan mau sedikit saja memperhatikan peringatan-peringatanNya, kita bisa menyimpulkan bahwa bencana alam sangat lekat hubungannya dengan manusia itu sendiri. Semua bencana bisa jadi merupakan Ujian, tegoran atau malah adzab dari Yang Maha Kuasa terhadap manusia-manusia yang sudah tidak perduli lagi dengan rambu-rambu kehidupan yang sebenarnya demi kepentingan kebahagiaan hidup manusia itu sendiri.
Penulis masih ingat saat terjadi bencana gempa bumi di jogja tahun 2006 silam. Dipagi buta disaat penulis sedang bersantai di kontrakan di daerah solo tiba-tiba terjadi guncangan yang berlangsung sekitar 2 menit. Guncangan yang pada awalnya penulis kira berasal dari gunung Merapi yang waktu itu aktifitasnya sedang naik. Namun ternyata gempa itu berasal dari derah yang lebih jauh lagi yaitu di sekitar Bantul Jogjakarta, bencana yang akhirnya merenggut ribuan jiwa korban. Kebanyakan mereka yang menjadi korban sedang terlelap tidur di pagi itu. Tidak hanya di Jogja, bencana-bencana serupa yang terjadi di Aceh, papua, maluku, dan didaerah-daerah lain diwilayah negeri ini yang secara Science tidak dapat dihubungkan dengan manusia sejatinya berhubungan erat dengan ulah manusia. Sebuah ayat dalam qur’an telah menyitir.
Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari ketika mereka tengah lelap tertidur?? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di waktu matahari sepenggalah naik saat mereka sedang bermain-main?? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)?? Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’roof 96-99).
Tidak hanya gempa bumi yang sering menghampiri kehidupan kita sehari-hari. Kekeringan, wabah penyakit yang sering melanda negeri kita seperti Flu burung, flu babi, HIV/AIDS (yang dulunya belum pernah ada) ataupun wabah penyakit langganan seperti Demam berdarah, Malaria, diare. Juga kemarau yang berkepanjangan, kelaparan yang juga menghinggapi penduduk negeri yang subur ini, serta adanya penguasa-penguasa yang korup sebenarnya juga akibat dari ulah penduduk itu sendiri.
Lalu bukannya negeri kita ini adalah negeri yang Berketuhanan, Beragama, dan mayoritas juga muslim? Kenapa bencana silih berganti?
Dalam sebuah hadits telah disinggung tentang hal ini.
Dari Abdullah bin Umar RA berkata :Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam menghadap kearah kami seraya bersabda :Wahai kaum muhajirin, ada lima hal yang aku berlindung diri kepada Allah Subhanahu wata’ala agar kalian tidak menjumpainya, tidaklah menyebar perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka berterang-terangan melakukannya melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka. Tidaklah suatu kaum yang mengurangi takaran (dalam jual beli) melainkan mereka akan ditimpa paceklik, sulit mendapat makanan dan jahatnya penguasa. Tidaklah suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka melainkan akan terhalang air hujan dari langit, kalau saja bukan karena (ada) binatang niscaya tidak diturunkan hujan. Tidaklah suatu kaum mengingkari janji melainkan Allah Subhanahu wata’ala akan menguasakan atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, mereka mengambil sebagian harta yang ada ditangan mereka. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak menerapkan hukum Allah Subhanahu wata’ala dan memilah-milih apa yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan di dalam kitab-Nya, niscaya Allah Subhanahu wata’ala akan menjadikan saling berkeras-kerasan diantara mereka.(HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Mungkin kita sering bertanya, bukankah masih banyak Alim Ulama di negeri kita? Tapi kenapa masih saja bencana melanda?. Benar, negeri kita kaya akan Alim ulama. Namun kita kekurangan Alim ulama yang benar-benar mau peduli dengan moral ummatnya, tidak banyak yang mau dan mampu melaksanakan Amar ma’ruf nahi mungkar. Jika keadaannya sudah begini, maka ada atau tidaknya mereka tidak akan mampu menghentikan adzab Allah terhadap suatu kaum.
Sesungguhnya, ketika manusia melihat kedhaliman namun tidak mau mencegahnya, maka hampir-hampir Allah Subhanahu wata’ala akan menyatakan adzabNya. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi)
Lalu kenapa sepertinya negeri kita yang mayoritas muslim ini yang diadzab, kenapa negara lain tidak? Menurut pendapat Penulis sebenarnya tidak hanya negeri kita yang sering dilanda bercana, negara yang mayoritas non muslim pun sering mengalaminya, lihat saja Jepang yang hampir selalu dilanda gempa bumi dan angin topan, Filipina juga sering mengalami Badai, Amerika serikat dengan Tornado-nya, India yang sering dilanda Banjir bandang, yang terjadi di negeri kita masih berupa teguran dari Allah untuk menyadarkan kita supaya bisa berubah menjadi lebih baik.
Lantas, apakah dengan cara memperbaiki diri akan menjauhkan diri kita dari bencana? Allah telah menjanjikan kepada kita. “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu…. . (QS. Al-A’roof 96-99).
Siapa lagi yang kita percayai kalau bukan percaya pada Allah SWT, yang telah menciptakan alam ini. Yang telah mengatur sedetail-detailnya hukum alam ini. Begitu cantiknya Dia menciptakan Siklus terjadinya hujan, begitu mengagumkannya proses fotosintesis yang diciptakannya untuk menjamin kelangsungan Oksigen bagi makhluknya. Begitu canggihnya tubuh makhluk yang diciptakannya sehingga cukup dengan Air semua proses kehidupan bisa berjalan. Ilmu Nya melingkupi langit dan bumi yang jika dituliskan maka tidak akan cukup tinta sebanyak lautan dan pena sebanyak pohon di dunia ini. Jika tidak percaya, coba anda tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada sebuah sel saja. mulai dari nukleus, nukleolus, mitokondria, sitoplasma, dan lainnya. Itu baru satu sel saja, bagaimana jika dituliskan seluruh hukum alam yang ada di dunia ini. Belum termasuk tentang hal-hal yang diluar pengetahuan otak kita semacam Prediksi terjadinya gempa ini. Dia yang menciptakan, Dia juga yang mengaturnya. Kuncinya Cuma satu, jika ingin selamat dari bencana, mau-tidak mau kita harus mengikuti arahannya.
Wallohu A’lam





PPDSBK jatim

12 09 2009

Pengumuman
Bagi teman-teman dokter yang sudah mengirimkan permohonan PPDSBK, diharap untuk hadir dalam sosialisasi pengisian form pendaftaran program PPDSBK di kantor Dinkerprop jatim lt 3 ruang 3a jl A. Yani 118 SBY, dengan membawa perlengkapan seperti yang sudah dikumpulkan rangkap 5 lembar





Ketentuan Pelatihan PPIH

9 07 2009

Sehubungan dengan akan diadakannya pelatihan bagi PPIH tahun 2009 berikut silakan dilihat tentang ketentuan Pelatihan di :

http://www.depkes.go.id/downloads/Haji/2009/ppih/ketentuan_pelatihan_2009.pdf

Sedangkan tentang formulir yang dibutuhkan bisa didownload dari :

http://www.depkes.go.id/downloads/Haji/2009/ppih/lampiran_form_2009.doc

semoga bermanfaat..





KETENTUAN PEMBEKALAN OPERASIONAL BAGI PETUGAS KESEHATAN HAJI KLOTER 1430 H / 2009 M

6 07 2009

1. Ketentuan Umum :

a. Pembekalan operasional pelayanan bagi calon petugas kesehatan haji tahun 2009 M/1430 H adalah WAJIB dan merupakan rangkaian proses perekrutan petugas, sesuai dengan ketentuan PEPMENKES Nomor 511/MENKES/SK/V/2007 tentang Pedoman Perekrutan Petugas Kesehatan Haji Indonesia.

b. Ketentuan perekrutan petugas kesehatan haji Indonesia tersebut disusun dalam rangka memperoleh petugas yang professional, berdedikasi tinggi dan didukung oleh fisik yang prima serta dapat melaksanakan tugas sesuai kebijakan Menteri Kesehatan sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan dan perlindungan kepada jemaah haji.

c. Penilaian terhadap kecakapan calon petugas selama proses pelatihan ditujukan pada aspek profesional, dedikasi dan kesehatan; sebagai dasar pertimbangan penetapan petugas kesehatan haji. Calon petugas yang tidak terbukti kompeten, tidak berdedikasi dan atau tidak memenuhi syarat kesehatan dinyatakan tidak laik tugas dan direkomendasikan untuk dibatalkan penetapannya sebagai petugas kesehatan haji.

d. Panitia Pembekalan mengumumkan ketentuan dan rencana penyelenggaraan pembekalan kepada Dinas kesehatan Propinsi Embarkasi/Debarkasi Haji dan dapat di akses di www.kesehatan haji.info dan www.siskohatkes.net

e. Selama mengikuti pembekalan operasional, peserta diharuskan :

1) Tinggal di asrama yang telah diatur dan ditentukan penempatannya oleh panitia.

2) Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

3) Memperhatikan waktu untuk menjaga ketertiban dan terjaminnya suasana tenang dan tenteram.

4) Tidak menerima tamu pada jam pembekalan. Peserta hanya dibenarkan menerima tamu di luar jam pembekalan dengan ketentuan tidak mengganggu ketertiban.

5) Mengikuti semua kegiatan pembekalan yang telah ditetapkan oleh panitia dan sesuai dengan waktu setempat.

6) Berada di ruang kelas 15 menit sebelum acara dimulai dengan terlebih dahulu mengisi daftar hadir yang telah disediakan oleh panitia. Peserta yang tidak mengisi daftar hari dalam waktu 20 menit sesi berlangsung dianggap tidak mengikuti sesi.

7) Membawa buku/catatan dan lain-lain yang diperlukan.

8) Tidak meninggalkan ruang pada saat sesi berlangsung kecuali untuk keperluan mendesak dengan terlebih dahulu meminta izin kepada panitia.

9) Memakai pakaian rapi dan sopan dengan ketentuan :

Pria :

· Pakaian batik lengan panjang dan celana gelap pada pembukaan/penutupan dan kegiatan pembelajaran malam hari.

· Kemeja warna putih lengan pendek berdasi dan celana gelap pada waktu mengikuti kegiatan pembelajaran pagi, siang dan sore hari.

· Bersepatu.

Wanita : berpakaian muslimah dengan warna menyesuaikan dan bersepatu.

10) Memakai tanda pengenal sejak penyematan resmi pada saat pembukaan sampai kegiatan berakhir.

f. Peserta diminta untuk dapat memenuhi seluruh penugasan, selama pembekalan.

g. Kelengkapan Pakaian

Peserta membawa kelengkapan pakaian selama pembekalan, dengan ketentuan :

1). Pakaian harian :

(1) Bagi pria :

(a) Baju putih lengan pendek, dasi dan celana gelap untuk sesi pembekalan pagi s/d sore.

(b) Baju batik lengan panjang untuk sesi pembukaan, penutupan dan pembekalan malam hari.

(2) Bagi wanita: Busana muslimah dengan warna menyesuaikan.

2). Pakaian Ihram dengan kelengkapannya.

3). Pakaian olahraga dengan kelengkapannya.

2. Komunikasi dan informasi lebih lanjut dapat dilakukan sebagai berikut:

JADUAL PELAKSANAAN PEMBEKALAN OPERASIONAL PETUGAS KESEHATAN HAJI KLOTER TAHUN 1430 H / 2009 M

Sumber: Departemen Agama RI, tertanggal 12 Juni 2009

No

EMBARKASI

Pelaksanaan

Kontak person

MOP Daerah

Pusat

1

Medan

10 s.d 19 Juli 2009

Suhadi,SKM,MKes (08126048737)

dr. T T Alfarizi (08159666277)

2

Batam

10 s.d 19 Juli 2009

Irmasyah,SSos (08127009103 )

Dr Masdalina Pane, SKM Mkes ( 08153841788)

3

Banjarmasin

10 s.d 19 Juli 2009

Mirhansyah,SKMMkes (081349628723)

Siti Husmiati, SKM M Kes (081380100241)

4

Padang

12 s.d 21 Juli 2009

drJoniIswanto ( 081374722202)

dr. T T Alfarizi (08159666277)

5

Palembang

12 s.d 21 Juli 2009

Badaruddin,SH,SKM (08127842414)

A. Hafiz, SKM M Kes ( 085921372773 )

6

Jakarta Pondok Gede

12 s.d 21 Juli 2009

dr Angliana Dianawati (081210101234)

dr Farina Andayani ( 081585003564)

7

Balikpapan

14 s.d 23 Juli 2009

dr Achlia Setijawati Dahlan,MKes (0811550155)

Siti Husmiati, SKM M Kes (081380100241)

8

Jakarta Bekasi

9 sd 18 Juli 2009

Uus Sukmara, M Epid ( 08122044099 )

dr Ratna Budi Hapsari, MKM ( 08164824148 )

9

Ujung Pandang

16 sd 25 Juli 2009

Muhammadong,SKM Mkes (081343559459)

Eka Muhiriyah,SPd MKM ( 081511737607 )

10

Aceh

17 s.d 26 Juli 2009

Hj. Saidah ST (0811686694)

Dr Masdalina Pane, SKM Mkes ( 08153841788)

11

Solo

17 s.d 26 Juli 2009

dr Imam Trianto, MPH ( 0811296515 )

Dr Sholah Imari, MPH ( 08161840052)

12

Surabaya

18 s.d 27 Juli 2009

Sulistyowati,SKM MPPM (08179605227 )

dr Ratna Budi Hapsari, MKM ( 08164824148 )

3. Kelengkapan Administrasi/Dokumen yang harus dibawa dan diserahkan kepada panitia pada saat melaporkan kedatangan di asrama haji :

a. Untuk pembuatan sertifikat pembekalan:

1). Mengisi biodata (blangko terlampir).

2). Foto berwarna sesuai standar paspor, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar

b. Untuk pertanggungjawaban keuangan:

1). Surat Tugas yang ditandatangani oleh atasan langsung, sesuai contoh terlampir, rangkap 2.

2). Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang sudah ditandatangani pejabat yang berwenang di daerah dan dicap stempel (sesuai contoh terlampir), rangkap 2.

3). Menyertakan bukti pengeluaran untuk biaya transport :

(1) Tiket transportasi dari tempat kedudukan ke terminal bis/stasiun/bandara/pelabuhan pergi pulang.

(2) Tiket transportasi dari terminal bis / stasiun / bandara / pelabuhan ke tempat tujuan pergi pulang.

(3) Tiket pesawat dilampiri boarding pass dan airport tax, tiket kereta, tiket kapal laut, dan tiket bis.

(4) Bukti pembayaran model transportasi lainnya.

4. Hak Peserta :

a. Memperoleh biaya transportasi dari tempat kedudukan ke lokasi pembekalan pulang-pergi, dengan besaran sesuai dengan harga yang tercantum dan tidak melebihi standart

b. Akomodasi selama pembekalan (konsumsi, penginapan).

c. Uang harian 2 hari .

d. Modul Pembekalan.

e. Sertifikat Pembekalan.

5. Kewajiban Peserta :

a. Melengkapi berkas dokumen dan administrasi pembekalan dan menyerahkan ke panitia.

b. Hadir tepat waktu dan mentaati tata tertib penyelenggaraan pembekalan, termasuk mengikuti seluruh sesi pembekalan.

c. Membawa kelengkapan pembekalan berupa: pakaian selama pembekalan dan kelengkapan keperluan pribadi lainnya.

d. Menandatangani surat pernyataan bermeterai.

6. Ketentuan Kelulusan :

a. Kedisiplinan

Kehadiran peserta dalam sesi pelatihan sebanyak 100 %

b. Produktifitas

Menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu selama pelatihan

c. Kompetensi

Verifikasi/komparasi dengan data/keterangan selama mengikuti pelatihan

7. Ketentuan Lain

a. Calon petugas yang tidak hadir pada pembekalan dan atau tidak melengkapi persyaratan, maka dianggap mengundurkan diri

b. Bila ada ketentuan lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan disampaikan kemudian.

Daftar Lampiran :

1. Blangko biodata ( untuk sertifikat )

2. Blangko Surat Tugas

3. Blangko SPPD dan contoh pengisiannya

An. Dirjen PP & PL

Direktur Sepim Kesma

Dr Andi Muhadir, MPH

NIP 140130848

selengkapnya bisa di cek di www.kesehatanhaji.info

untuk format Kelengkapan surat- surat bisa di klik di sini:

Surat Tugas di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_2.doc

Biodata di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_3.doc

SPPD klik di

http://www.kesehatanhaji.info/images_data/image_554_4.doc

semoga bermanfaat





penerimaan bidan PTT kalsel

2 07 2009

telah dibuka Penerimaan bidan PTT di Kalsel. Pendaftaran dimulai tanggal 1 juli sampai dengan tanggal 15 juli 2009.
Jumlah formasi 122 orang untuk ditempatkan di desa/kelurahan kriteria biasa. sedangkan 253 orang akan ditempatkan di desa/kelurahan dengan kriteria terpencil.
selanjutnya bisa di klik di http://www.depkes.go.id/downloads/newdownloads/rekrutmen_bidan_kalsel.pdf





Belajar dari kasus Prita

14 06 2009

Istilah malpraktik kembali semarak di tanah air. Sebuah peristiwa yg melibatkan seorang pasien bernama Prita dengan RS OMNI internasional lagi-lagi menambah jajaran kasus yang menunjukkan “ketidak harmonisan” hubungan Dokter (dalam hal ini RS) dengan Pasien.
Disini Penulis tidak akan menceritakan kembali peristiwa tersebut. Penulis hanya ingin mengulas hikmah yang bisa dipetik dari pelajaran ini.
Pertama
Menurut penulis, kasus semacam ini (terlepas dari masalah gugatan pencemaran baik) bukanlah kasus baru dalam sejarah hubungan dokter pasien di negara kita. Banyak kasus lain yang tidak terekspose yang sebenarnya punya inti masalah yang sama, yaitu “KOMUNIKASI” dan “inform consent”. Perlu disadari bahwa negara kita sangat kekurangan dokter spesialis. Sehingga jika anda membuat rasio antara Dokter-jumlah masyarakat akan terjadi ketimpangan yang sangat. Hal ini berdampak pada mutu pelayanan yang cenderung tergesa-gesa. Bayangkan jIka dalam satu hari di sebuah RS pasien yang berkunJung bisa mencapai ratusan orang, bagaimana seorang dokter bisa berkomunikasi efektif dengan pasiennya. Orang sering memuji dokter di Singapore yang lebih care lebih punya waktu terhadap pasien, jelas saja karena rasio dokter-pasien disana jauh lebih dari mencukupi. Sebuah contoh, di eks Karesidenan tempat penulis tinggal(yang jumlah penduduknya hampir sama dengan Singapore) cuma ada SATU dokter Bedah Syaraf.. Sebenarnya DPR sudah membuat aturan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada pasien dengan membatasi ijin praktik dokter hanya di tiga tempat. Namun jikalau kasusnya seperti di tempat Penulis, peraturan tersebut apa bisa diterapkan? Apakah tidak malah mengorbankan penanganan terhadap pasien?! Disamping itu, biaya pendidikan seorang dokter yang makin mencekik membuat semakin lambatnya Pemenuhan tenaga dokter spesialis, akibat lainnya banyak juga oknum dokter yang cuma mengejar materi demi mengembalikan biaya pendidikan tersebut.
Kedua
Penulis nggak habis fikir dengan kecenderungan media massa sekarang. Sepertinya negeri kita sedang krisis jurnalis yang cerdas. Kasus ini dan kasus-kasus dalam dunia medis lainnya seperti kasus-kasus terjadinya reaksi obat pada pasien semakin menyadarkan penulis bahwa cuma sedikit kalangan jurnalis yang “mau” dan “mampu” untuk belajar memperkaya pengetahuannya. Generalisasi semua kejadian yang terjadi selama dan sesudah tindakan medis sebagai suatu MALPRAKTIK merupakan suatu hal yang sembrono dan memprihatinkan. Istilah Malpraktik seolah digunakan sebagai embel-embel penambah nilai jual berita yang dimuat tanpa mau memikirkan fenomena apa yang akan terjadi di masyarakat. Masih ingat berita tentang Puyer yang bersamaan dengan munculnya Ponari dengan batu petir nya?. Pembaca mungkin sebagian tidak percaya jika hal itu berpengaruh besar, tapi penulis dan rekan-rekan sangat merasakan dampak tersebut. Masyarakat saat itu dilanda ketakutan yang lumayan hebat seJak pemberitaan itu, disatu sisi pemberitaan yang sangat gencar tentang ponari yang bisa menyembuhkan segala penyakit makin memudarkan kepercayaan masyarakat terhadap kalangan medis. Sangat perlu ditanyakan, Apakah akan kita giring masyarakat kita untuk semakin takut berhubungan dengan dunia medis dan lebih mempromosikan pengobatan yang tidak jelas jluntrungannya??!
Ketiga
Kasus Prita semakin menyadarkan kita tentang betapa pentingnya kehadiran seorang dokter keluarga. Yaitu seorang dokter yang khusus menangani keluarga yang digaji tetap dari Asuransi yang dibayarkan keluarga tersebut (sehingga dokter tersebut tidak perlu praktek seperti dokter saat ini). Dokter ini bisa diajak konsultasi kapanpun keluarga tersebut membutuhkan, dan pastinya akan selalu mendampingi dan melindungi keluarga tersebut dari kejadian seperti yang dialami Prita. Masalahnya sekarang sulit sekali mendapatkan perusahaan Asuransi yang bisa dipercaya dan kalaupun ada masyarakat kita masih sangat enggan untuk mendukung program dokter keluarga dengan alasan seperti “uang preminya kan bisa digunakan untuk hal lain,lagian belum tentu keluarga kami ada yang sakit dalam satu bulan”.
Keempat
Idealnya tiap RS yang didirikan punya dokter spesialis sendiri, jadi pelayanan prima bisa diterapkan. Sayang kebanyakan RS swasta didaerah masih banyak yang mengandalkan dokter-dokter RS negeri dikarenakan minimnya jumlah dokter spesialis dan juga tidak adanya kemauan & kemampuan RS swasta tersebut membiayai pendidikan dokter spesialisnya, sehingga jangan heran jika terkadang pasien satu hari atau lebih ngga’ bisa sekedar ketemu dokter spesialisnya.
Kelima
Petugas medis hendaknya mulai melakukan pendidikan masyarakat baik melalui media massa atau terjun langsung untuk memberikan pencerahan tentang apapun yang berhubungan dengan dunia medis. misalnya tentang Immunisasi; manfaat, efeksamping, risiko yg bisa terjadi setelah imunisasi. Kalau ada risiko ataupun efek samping yang berbahaya seperti kelumpuhan atau kematian jika terjadi reaksi yang tidak diinginkan tetap harus dijelaskan secara proporsional bukan provokatif. Dengan adanya pendidikan masyarakat seperti ini masyarakat (termasuk para jurnalis) akan semakin cerdas, tidak gampang memvonis MALPRAKTIK, dan stigma negatif terhadap dunia medis bisa diminimalisir.

Akhirnya Penulis berharap semoga keharmonisan hubungan dokter & tenaga medis-pasien bisa semakin berkualitas. Dokter & petugas medis juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Namun kesalahan tersebut hendaknya ditekan seminimal mungkin. Keselamatan dan kesehatan pasien tetap yang terpenting dengan meningkatkan mutu pendidikan petugas medis, komunikasi dengan pasien & keluarga pasien yang efektif, ditunjang dengan Sistem yang mendukung dan pendidikan masyarakat yang berkesinambungan insyaAlloh peristiwa semacam kasus Prita ini bisa dihindari.





PENGUMUMAN TKHI THN 2009

9 06 2009

Alhamdulillah, hari ini depkes telah merilis daftar nama calo TKHI tahun 2009. untuk selengkapnya dapat dilihat di

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php

SK PengumumanTKHI

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/SK%20Pengumuman%20TKHI.pdf

Calon TKHI 2009 Embarkasi Balikpapan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Balik%20Papan.pdf

Calon TKHI embarkasi Aceh

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banda%20Aceh.pdf

Calon TKHI embarkasi Batam

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Batam.pdf

Calon TKHI embarkasi Padang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Padang.pdf

Calon TKHI embarkasi Jawa Barat

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jabar.pdf

Calon TKHI embarkasi Jakarta

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jakarta.pdf

Calon TKHI embarkasi Surabaya

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Surabaya.pdf

Calon TKHI embarkasi Palembang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Palembang.pdf

Calon TKHI embarkasi Ujung Pandang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Ujung%20Pandang.pdf

Calon TKHI embarkasi Solo

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Solo.pdf

Calon TKHI embarkasi Medan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Medan.pdf

Calon TKHI embarkasi Banjarmasin

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banjarmasin.pdf

Sedangkan ketentuan Pelatihan TKHI bisa dibaca di:

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Ketentuan%20Pelatihan%20TKHI%202009.pdf

semoga bermanfaat yaa.. :)





Peristiwa Menjelang Kelahiran Muhammad SAW

16 03 2009

Serangan Abrahah

Anda tentu pernah mendengar bahwa tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal juga dengan “Tahun Gajah”. Sebuah Istilah yang terkait dengan aksi penyerangan terhadap Makkah oleh Abrahah, penguasa Ethiopia di daerah Yaman. Kisah ini dimulai dengan ambisi Abrahah untuk membangun sebuah Gereja Besar di kota Shan’a. Sebuah bangunan yang tak tertandingi kemegahannya pada saat itu. Abrahah sendiri memberi nama Gereja itu “Qullais”. Pendirian bangunan ini ternyata bertujuan untuk mengalihkan perhatian orang-orang arab dari Ka’bah yang sudah mereka muliakan selama berabad-abad. Dari surat yang dikirimkan Abrahah kepada Raja Ethiopia (Habasyah) diketahui bahwa Abrahah berharap Qullais bisa mengalahkan pengaruh Ka’bah pada jaman itu. Ketika mendengar hal itu, seorang diantara kabilah Bani Fuqaim bin ‘Adiy bin ‘Amir bin Tsa’labah bin Al-Harits bin Malik bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar tidak dapat menahan amarahnya. Secara diam-diam orang tersebut masuk ke dalam Qullais lalu buang air besar didalamnya dan mengotori bagian penting bangunan itu dengan tinja. Ketika Abrahah mendengar peristiwa itu dia marah besar dan bersumpah akan menghancurkan ka’bah. Ia menyiapkan sebuah pasukan besar diperkuat oleh beberapa puluh ekor gajah lalu berangkat sendiri memimpin pasukannya menuju Makkah. Dalam Perjalanan menuju Makkah, Abrahah mendapatkan perlawanan dari Pasukan Dzu Nafar dan pasukan lain dibawah pimpinan Nufail bin Hudaib namun semuanya dapat dipatahkan dan keduanya berhasil ditawan oleh Abrahah dan dijadikan penunjuk jalan menuju ke Makkah. Sesampainya di daerah Al- Mughammis, Abrahah mengutus Al- Aswad bin Maqshud berangkat ke Makkah. Dalam melaksanakan tugas ini mereka merampas kekayaan penduduk Tihamah (orang-orang Qurays dan lain-lain), termasuk 200 ekor Unta milik Abdul Mutthalib bin Hasyim (Kakek Nabi Muhammad SAW) yang ketika itu berkedudukan sebagai tokoh pimpinan Qurays. Kabilah-kabilah di sekitar Makkah bangkit hendak melakukan perlawanan, namun setelah menyadari kekuatan mereka tak seimbang akhirnya mereka mengurungkan niatnya. Sesampainya di Makkah, Abrahah mengutus Hunathah al Hymyariy untuk memberitahu pesan Abrahah : Bahwa Abrahah tidak datang bermaksud memerangi penduduk Mekkah, Melainkan hendak menghancurkan Ka’bah. Apabila mereka tidak melawan maka Abrahah tidak akan menumpahkan darah mereka. Kalau pemimpin Mekkah benar-benar tidak akan memerangi Abrahah, sebaiknya datang menghadap. Setelah mengetahui bahwa pemimpin Mekkah adalah Abdul Mutthalib, Hunathah segera menemuinya dan menyampaikan pesan itu. Abdul Muthallib menjawab: “ Kami tidak berniat memerangi Abrahah karena kami tidak punya kekuatan untuk itu. Rumah Suci itu (Ka’bah) adalah milik Allah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam. Jika Allah hendak mencegah penghancuran yang hendak dilakukan oleh Abrahah itu adalah urusan Pemilik rumah suci itu, tetapi jika Allah hendak membiarkan Rumah sucinya itu dihancurkan orang maka kami tidak sanggup mempertahankannya”. Mendengar jawaban seperti itu, Hunathah kemudian mengajak Abdul Mutthalib menemui Abrahah. Abdul Mutthalib disambut ramah oleh Abrahah. Melalui penterjemahnya Abrahah bertanya mengenai keperluan Abdul mutholib. Abdul mutthalib mengatakan bahwa ia datang hendak menuntut pengembalian 200 ekor untanya yang dirampas pasukan Abrahah. Abrahah heran dan kembali bertanya:” sebenarnya aku kagum melihat anda, tetapi kekagumanku itu hilang samasekali setelah tuan berbicara mengenai unta. Apakah patut orang seperti tuan lebih mengutamakan pembicaraan mengenai pengembalian unta yang telah kurampas daripada berbicara mengenai Ka’bah yang menjadi Syiar agama tuan dan agama nenek moyang tuan. Aku datang untuk menghancurkannya tetapi tuan tidak berbicara mengenai itu”. Abdul Mutthalib menjawab:” Akulah yang mempunyai untaunta itu, sedangkan Ka’bah mempunyai Pemiliknya sendiri yang akan mencegah dan mempertahankannya”. Abrahah menantang:” Tidak ada sesuatu yang dapat mencegah kemauanku”. Abdul Mutthalib menjawab:” Silakan tuan lakukan…” Setelah mendapatkan kembali unta-untanya, Abdul Mutthalib kembali ke Makkah dan meminta semua penduduk Makkah untuk pergi berlindung ke pegunungan guna menghindari aksi kekejaman Pasukan Abrahah. Sebelum keluar meninggalkan Mekkah, Abdul Mutthalib menghampiri Ka’bah dan sambil berpegang pada gelangan besi pintunya ia berdo’a bersama beberapa orang Qurays lainya, mohon kepada Allah supaya melindungi keselamatan Ka’bah. Setelah itu mereka pergi mengungsi ke pegunungan menunggu apa yang hendak dilakukan Abrahah pada saat memasuki kota tersebut. Keesokan harinya, Abrahah sudah siap siaga bersama pasukannya. Abrahah menunggang gajah kesayangannya yang diberi nama “Mahmud”. Ketika semuanya sudah siap, Nufail bin Hudaib membisikkan pada telinga Mahmud :” Hai Mahmud, bersimpuhlah. Atau pulang kembali ke tempat asalmu (Yaman). Ketahuilah bahwa engkau sekarang berada di tanah suci”. Sesaat setelah Nufail pergi, Mahmud bersimpuh dan tidak mau berdiri jika dihadapkan ke arah Ka’bah. Begitu juga gajah-gajah yang lain. Meski mereka dipukul tetap tidak mau berdiri kecuali jika dihadapkan ke arah Yaman mereka langsung bangkit dan berlari. Dalam keadaan yang membingungkan itu Allah mengirimkan ribuan burung kecil yang membawa tiga buah batu sebesar biji gandum, satu buah di paruhnya dan dua buah di kedua kakinya. Ternyata batu itu berhasil membinasakan bagi siapa saja yang tertimpa bati itu. Mereka yang selamat lari tunggang langgang mencari jalan untuk pulang ke Yaman, sementara Abrahah termasuk yang terkena batu tersebut dan meninggal dengan mengenaskan. Jari-jari tangan dan kakinya rontok dan mengeluarkan darah dan nanah dari kepalanya. Abrahah dibawa pulang oleh pasukannya yang tersisa. Berdasarkan riwayat yang berasal dari Ya’kub bin Utbah, Ibnu Ishaq mengatakan, pada tahun itu pertama kali di negeri arab terjadi wabah penyakit Morbili dan cacar basah. Setelah Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul, peristiwa ini diabadikan kembali oleh Allah SWT dalam Qur’an Surat Al-Fiil. Saat penyerangan inilah Aminah binti Abdul Wahab melahirkan Muhammad SAW ketika akan mengungsi. Beberapa

Peristiwa lain menjelang kelahiran Muhammad SAW

Pada malam kelahiran Muhammad SAW tampak berbagai tanda-tanda luar biasa. Diantara kejadian itu adalah:

- Bumi digoncang gempa hingga berhala yang terpancang diatas Ka’bah runtuh bergelimpangan.

- Beberapa buah Gereja dan Biara runtuh

- Istana Kisra di Persia retak dan roboh

- Disusul oleh padamnya api sesembahan kaum majusi di Persia. Dengan padamnya api sesembahan mereka yang tidak pernah terjadi sebelumnya ini mereka cemas dan sedih, semuanya menduga bahwa semua tanda yang mereka saksikan itu pasti menunjukkan peristiwa besar di dunia.

(Sumber: Al Hamid al Husaini, 1992, Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW, Yayasan al Hamidiy, Jakarta)