PENGUMUMAN TKHI THN 2009

9 06 2009

Alhamdulillah, hari ini depkes telah merilis daftar nama calo TKHI tahun 2009. untuk selengkapnya dapat dilihat di

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php

SK PengumumanTKHI

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/SK%20Pengumuman%20TKHI.pdf

Calon TKHI 2009 Embarkasi Balikpapan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Balik%20Papan.pdf

Calon TKHI embarkasi Aceh

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banda%20Aceh.pdf

Calon TKHI embarkasi Batam

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Batam.pdf

Calon TKHI embarkasi Padang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Padang.pdf

Calon TKHI embarkasi Jawa Barat

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jabar.pdf

Calon TKHI embarkasi Jakarta

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Jakarta.pdf

Calon TKHI embarkasi Surabaya

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Surabaya.pdf

Calon TKHI embarkasi Palembang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Palembang.pdf

Calon TKHI embarkasi Ujung Pandang

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Ujung%20Pandang.pdf

Calon TKHI embarkasi Solo

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Solo.pdf

Calon TKHI embarkasi Medan

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Medan.pdf

Calon TKHI embarkasi Banjarmasin

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Embarkasi%20Banjarmasin.pdf

Sedangkan ketentuan Pelatihan TKHI bisa dibaca di:

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/documents/Ketentuan%20Pelatihan%20TKHI%202009.pdf

semoga bermanfaat yaa.. :)





Perubahan Jadwal Seleksi TKHI/PPIH 2009 (II)

4 06 2009

Posted by Panjatap 2009, pada: 05/06/2009 11:53:53

Sehubungan dengan hasil Evaluasi Data Calon TKHI/PPIH 2009, maka Panjatap menetapkan untuk :
1. Memperpanjang batas akhir masa evaluasi dan penetapan calon TKHI/PPIH 2009 dari 30 Mei 2009 menjadi 7 Juni 2009.
2. Hasil Seleksi akan diumumkan bertahap :
– Pengumuman Hasil Seleksi TKHI : 8 – 12 Juni 2009.
– Pengumuman Hasil Seleksi PPIH :15 – 19 Juni 2009.
3. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai kriteria seleksi & jadwal pengumuman , bisa hubungi : Panitia (+6281690101)

untuk lebih jelas klik di http://www.tkhi.depkes.go.id
semoga bermanfaat





Jadwal terbaru Rekrutmen TKHI/PPIH 2009

31 05 2009

- Pendaftaran online; 4 april – 5mei 2009
- Penerimaan berkas; 4april – 8 mei 2009
- Seleksi administratif berkas; 20 April – 15 Mei 2009
- Evaluasi dan penetapan TKHI/PPIH 2009 ; 15-30 Mei 2009
- Pengumuman hasil seleksi TKHI/PPIH 2009; 1 – 8 juni 2009
Selengkapnya bisa dilihat di

http://www.tkhi.depkes.go.id/tkhi/web/index.php

Semoga bermanfaat…





Hotel Berbintang Tak Toleran Terhadap Kebutuhan Bersuci Kaum Muslim

18 05 2009

Pernah kah anda masuk ke sebuah hotel berbintang, mungkin saat sedang ada acara weekend, ato mungkin training ato juga seminar?
Sekarang lagi ngetrend yg namanya toilet kering. tempat BAK (Buang Air Kecil) dibuat sedemikian rupa sehingga bagi cowok cukup dengan berdiri sudah bisa “Pis of Cur” alias miksi. Anda bisa menjamin ngga’ jika air kencing anda ngga’ menetes di bibir Pispot raksasa tersebut? Coba liat ada ngga’ fasilitas buat “bersuci” nya? Cuma tissue kn? Bahkan sekarang ada sensor yg mengatur sehingga air pembilas baru keluar setelah orang yang kencing pergi. Fasilitas BAB (Buang Air Besar) kdg msh lumayan, ada saluran air kecil di bagian belakang yg jika disemprotkan biasanya tepat pd “saluran keluar”. Mungkin jg ditambah tissue. Kalaupun kita memaksa untuk (maaf) cebok secara konvensional maka air akan mengalir kemana-mana bersama air kencing & sisa kotoran kita.
Aneh memang, dinegeri kita yang mayoritas muslim malah terjadi hal-hal yang menurut penulis sangat menyulitkan bagi kaum muslim. Seorang muslim selalu diajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Terutama Air kencing dan Feses/ tinja. “Annathofatu minal iman”; kebersihan bagian dari iman.
Islam mengajarkan pada umatnya, tiap kali sehabis BAB dan BAK diwajibkan untuk membersihkan diri dengan sesuatu yang suci. Kita diajarkan untuk menggunakan Air yg bersih&suci sebagai opsi pertama dalam bersuci, baru jika tidak ada bisa menggunakan benda lain bisa batu ataupun benda keras lain yg suci. Pertanyaannya mengapa kita malah ikutan dg orang barat senang menggunakan tissue dibanding air?. Orang barat beralasan “Air harus dihemat”.
Teman, kalau masalah berhemat air mungkin Rasululloh lebih tahu dr orang barat, Beliau hidup di gurun yg kering dan sangat kekurangan air namun kenyataannya beliau tetap menganjurkan air sebagai opsi pertama. Tidak hanya untuk bersuci dari najis seperti kencing dan tinja saja, dalam bersuci dari Hadast pun kita lebih dianjurkan untuk Berwudhu dbanding tayammum.
Sebenarnya ada hikmah besar dibalik ini semua. Hikmah itu adalah perintah tidak langsung untuk selalu memelihara kelestarian air. Kelangkaan air bukan menjadikan kita mengorbankan perintah/ anjuran agama dEmi penghematan air, tapi problem ini harusnya malah memacu umat untuk peduli pada kelestariannya.
Pernah dengar cerita sebuah pondok pesantren di madura yg mendapat kalpataru gara2 berhasil memelihara hutan& sumber mata air sungai di sebelah pondok tersebut? Kyai pondok ini punya ijtihad; “Jika kita Umat Islam diwajibkan berwudhu dan wudhu itu memakai air, maka berarti kita wajib memelihara apapun yg bs menjamin kelestarian Air”.
Semoga Suatu saat nanti Para Arsitek muslim & Para pengusaha hotel bisa mengerti kebutuhan umat muslim yang satu ini. Tidak hanya sekedar ngekor trend dunia barat yang (maaf) tidak pernah risih jika air kencing menempel di celananya. Yang tidak peduli bagaimana sopan santun ketika buang air.
Sekedar contoh, mungkin bisa kita tiru hotel-hotel di Makkah yang sangat memperhatikan hal ini.





Pelajaran berharga dari Pemilu

27 04 2009

Tanggal 9 april 2009, bangsa kita mengadakan perhelatan akbar 5 tahunan. Pemilu, agenda rutin dalam demokrasi di negeri kita untuk memilih para wakil rakyat yang nantinya diharapkan bisa membawa aspirasi rakyat dalam penentuan kebijakan negeri ini.

Seperti kebanyakan program yang dijalankan di negeri kita ini yang selalu berubah-ubah, Pemilu kali ini pun juga berbeda dari pemilu sebelumnya. Selain Jumlah partai Kontestan yang banyak (34 Partai), penentuan wakil rakyat pun sekarang ditentukan langsung oleh pemilih. Disamping itu, cara pemilihan tak lagi dengan mencoblos tapi dengan menyontreng (Centang).

Akibat dari membludaknya Partai peserta Pemilu dan banyaknya Caleg yang mengikuti “Kontes” wakil rakyat ini membuat kertas suara pun menjadi sangad besar. Sudah begitupun huruf yang tercetak juga masih relative kecil. Maka tak heran jika saat pencontrengan berlangsung penulis banyak melihat para bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah sepuh (tua) perlu waktu sampai seperempat jam Cuma untuk mencari nama caleg pilihannya. Ditambah dengan bilik suara yang sempit dibandingkan dengan ukuran surat suara ikut menambah kesulitan saat pencontrengan.

Penulis tak habis fakir, sampai kapan jumlah kontestan partai akan terus membludak seperti ini. Kita semua tahu bahwa hampir semua partai gurem yang ikut kontestan tersebut Cuma partai lama yang berganti nama. Bahkan kebijakan electoral threshold gampang sekali diakali hanya dengan ganti nama. Kita lihat Partai seperti PPNUI, PKNU, PKPB dll. Akankah partai-partai yang udah berkali-kali ganti nama dan tetap tidak laku ini akan terus diberi kesempatan untuk ikut pemilu?? Sampai kapan Rakyat disuguhi keegoisan para pendiri partai yang walaupun sudah tidak dipercaya rakyat tapi masih terus ngeyel (memaksa).

Pemilihan wakil rakyat secara langsung pada mulanya adalah untuk memberi kesempatan pada rakyat supaya bisa memilih wakilnya yang benar-benar mereka kenal. Di Pemilu kali ini kita mendapat pelajaran berharga, tidak hanya bagi Caleg yang mencalonkan diri tapi juga bagi pemilih.

Sistem pemilihan wakil rakyat secara langsung menjadikan seorang Caleg mau tidak mau harus mendekati konstituennya. Nah disinilah uniknya pemilu kali ini. Dulu Caleg dalam satu Partai bisa bersatu saat mengkampanyekan partainya, namun kali ini antar caleg dalam satu Partai pun bisa bersaing ketat. Dampaknya bisa dilihat, kampanye tak sehat akhirnya merebak juga. Caleg mati-matian berusaha tampil sebagai seorang yang pro rakyat. Mereka seolah berlomba menjadi manusia paling dermawan. Ada yang rela menjual kekayaannya bahkan sampai berhutang guna memenuhi ambisinya menjadi wakil rakyat. Jadi kita tidak perlu heran jika pada akhirnya banyak caleg yang Stress saat gagal terpilih. Di Bali, seorang caleg Wanita meninggal kena serangan jantung. Dan jangan heran pula jika mereka mengambil lagi sumbangannya. Hehehe maklum, sumbangannya kan ada yang dari berhutang…

Sebuah pelajaran buat Caleg: “Jika anda mencalonkan diri tanpa rasa ikhlas, bersiap-siap saja anda kehilangan harga diri karenanya”

Di pihak pemilih, mereka benar-benar menjadi penentu. Ada beberapa tipe pemilih pada Pemilu kali ini. Bagi mereka yang Cuma berfikir jangka pendek, mereka rela menjual suara mereka Rp10 ribuan bagi caleg yang mau membelinya. Ada juga yang berlagak jual mahal hanya mau memilih jika diberi uang transport 50 ribuan. Teman penulis pada malam sebelum pencontrengan sempat menelpon menanyakan tentang hukum agama menerima uang dari caleg, dia diberi uang 50 ribu jika mau mencotreng salah satu Caleg DPRD kota. Bagi pemilih yang punya motif ekonomi tapi lumayan idealis, mereka mau menerima sumbangan apapun dari caleg tapi saat hari pencontrengan mereka tetap memilih sesuai hati nuraninya. Sedangkan bagi pemilih yang idealis dan memang begini idealnya menurut penulis, mereka menolak apapun pemberian uang dari caleg dan mereka tetap semangat memilih wakil yang menurut mereka tepat. Ada juga pemilih yang Pesimis melulu. Bagi mereka pemilu nggak pemilu tetap saja sama. Dan yang paling kasihan adalah Pemilih yang tidak didaftar menjadi pemilih akibat dari amburadulnya sistem kependudukan kita.

Setelah pemilu usai, para pemilih banyak dikejutkan dengan aksi para caleg gagal yang tiba-tiba berusaha meminta lagi sumbangan yang telah diberikan kepada warga..

Sebuah Pelajaran bagi para Pemilih: “ Jika anda memilih seseorang hanya karena ingin mendapatkan sesuatu, maka bersiaplah kecewa sewaktu-waktu”

Dari pihak penyelenggara, KPU, masih banyak yang harus dievaluasi. Terlepas dari belum tertatanya system pencatatan kependudukan kita. KPU seharusnya bisa menutupi kekurangan itu dengan langsung mensurvey Daftar pemilih. Mugkin benar KPU pusat sudah membuat system yang bagus, namun perlu dipertanyakan apakah hal itu juga dilaksanakan oleh KPUD-KPUD?. Kebiasaan lama pejabat kita di pusat adalah terlalu percaya diri terhadap system yang mereka buat tanpa memikirkan kemampuan SDM yang direkrut. Contoh nyata selain kasus DPT adalah kegagalan system IT (teknologi informasi) KPU dalam penghitungan kemarin. Sebuah usaha yang bagus namun tidak diiringi dengan kemampuan menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.

Sebuah Pelajaran bagi KPU: “ Jangan terlalu percaya diri. Seringkali kita perlu rencana cadangan, jika memang gagal jangan malu mengakui dan terus evaluasi”

Wasit Pemilu kita juga payah, seperti wasit di pertandingan liga sepakbola tanah air yang identik dengan kontroversi. Bawaslu kita juga penuh kontroversi. Masalah DPT contohnya, kenapa baru ngomong setelah pemilu tinggal beberapa hari. Bawaslu/ Panwaslu seperti macan ompong. Walaupun memang macan yang satu ini lumayan galak dibandingkan dengan pemilu yang lalu. Sekali lagi mungkin Bawaslu yang di pusat sudah bekerja lumayan baik namun alangkah baiknya jika ditengok kerja Panwaslu daerah yang kebanyakan masih suka memejamkan mata saat ada pelanggaran. Bagi penulis, Bawaslu tidak hanya berperan sebagai pengawas, namun lebih dari itu, bawaslu juga berperan sebagai pendidik warga Negara tentang arti sebuah kejujuran dalam Pemilu

Sebuah Pelajaran bagi Bawaslu: ”Jika wasit tidak netral, tidak pintar maka jangan harap pertandingan akan berlangsung aman”

Semoga Pemilu ini bisa lebih mendewasakan kita. Semoga pada pemilihan Pilpres mendatang rakyat bisa lebih jernih berfikir, lebih arif dalam menentukan masa depan Negara ini. Bagi kontestan Pilpres semoga juga bisa lebih arif dalam berkampanye. Kami rakyat bosan dikibuli. Jangan sampai kebosanan ini terus berlangsung yang pada akhirnya bisa merugikan Negara kita sendiri. KPU dan Bawaslu, dipundakmu tanggungjawab kelancaran dan kejujuran Pemilu ini diemban. Allah SWT, tuhan yang maha esa selalu melihat apa yang diperbuat hambanya dan kelak pasti tanggung jawab itu akan ditanyakan..

Semoga Hari esok lebih baik dari hari sekarang amin





OSTEOPOROSIS

27 04 2009

Latar Belakang

Data “Indonesian White Paper” yang dikeluarkan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) pada tahun 2007, osteoporosis pada perempuan di atas 50 tahun sebesar 32,3%, sedangkan pada laki-laki di atas 50 tahun sebesar 28,8%.

data yang dikeluarkan International Osteoporosis Foundation (IOF) diprediksikan tahun 2050 akan terdapat 50% kasus patah tulang panggul di Asia.

Hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Fonterra Brands Indonesia yang dipublikasikan tahun 2006 menyatakan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.

Kenapa perlu diperhatikan sejak awal? Karena masa pertumbuhan dan perkembangan tulang akan berhenti pada usia 30 tahun, setelah itu massa tulang akan menurun secara alamiah.

Definisi

Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam tulang. Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur.

Tanpa adanya pencegahan ataupun terapi, osteoporosis bisa menjadi progresif tanpa rasa nyeri maupun gejala lainnya sampai tulang tersebut fraktur/ patah. Tulang yang biasanya patah adalah tulang didaerah Panggul (Hip), Tulang belakang (Spine), Rusuk (Ribs) dan tulang pergelangan tangan (Wrist)

Klasifikasi
menurut penyebabnya Ada 2 jenis Osteoporosis:

· Osteoporosis primer, merupakan jenis Osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya.

· Osteoporosis sekunder adalah Osteoporosis yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya Hiperparatiroidisme, Hipertiroidisme, Diabetes Mellitus tipe 1, Sindrom Cushing, pemakaian obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama (biasa digunakan oleh penderita Asma), obat diuretik (biasanya digunakan oleh penderita hipertensi), obat anti konvulsan (anti kejang), dan lain-lain.

Faktor Risiko


1. Memiliki massa tulang yang rendah

2. Memiliki kerabat dengan riwayat osteoporosis

3. Berkelamin wanita

4. Memiliki ukuran tulang yang kecil

5.Kurang hormon estrogen, terutama setelah menopause karena kadar hormon estrogen mempengaruhi kepadatan tulang.

6. Rendah asupan kalsium

7. Mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid

8.Rendahnya kadar testosteron (pada pria)

9.Kurang olahraga dan aktivitas

10.Merokok dan mengonsumsi alcohol

11. kebiasaan mengkonsumsi makanan asin.

Gejala Klinis

Osteoporosis merupakan kondisi yang tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa decade, karena osteoporosis tidak akan menimbulkan gejala sampai timbul fraktur atau patah tulang. Maka gejalanya tidak akan jauh dari tempat terjadinya patah tulang.

Pemeriksaan Tambahan
Untuk melihat tingkat kepadatan tulang dan mendeteksi Osteoporosis, dapat dilakukan:

1. mengukur kepadatan tulang menggunakan alat yang disebut Densitometer X-ray Absorptiometry (DXA). Alat ini ada dua jenis yaitu SXA (Single X-ray Absorptiomety) dan DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry).

2. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui aktivitas Remodelling tulang yaitu pemeriksaan CTx atau C-Telopeptide dan N-Mid Osteocalcin, untuk mengetahui remodelling tulang.

Osteoporosis memang tidak mematikan tetapi bila terjadi patah tulang, kualitas hidup bisa memburuk, terlebih bila pasien masih berusia muda.

Waspadai Osteoporosis sejak dini. Bagi yang memiliki risiko tinggi, lakukan skrining dengan pemeriksaan kepadatan tulang.

Tata Laksana

Pada usia lanjut, kalsium yang hilang dari tubuh lebih besar daripada kalsium yang diproduksi.

Pengobatan osteoporosis di fokus kan kepada memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya.

Kebanyakan 40% dari perempuan akan mengalami patah tulang akibat dari osteoporosis selama hidupnya. Maka tujuan dari pengobatan ini adalah mencegah terjadinya fraktur (patah tulang).

Diet: dewasa muda harus mencapai kepadatan tulang yang normal dengan mendapatkan cukup kalsium (1000mg/hari) dalam dietnya salmon), berolahraga seperti jalan kaki atau aerobik dan menjaga berat badan normal. Pengaturan makanan sangat penting untuk mencegah osteoporosis, yaitu melalui pengkonsumsian makanan dengan gizi seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya kalsium dan rendah lemak. Berikut ini pola makan dan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis :

1. Konsumsi susu tinggi kalsium dan rendah lemak, yogurt, keju, salmon, brokoli, bayam, sarden kaleng, tiram, udang kecil/rebon, teri dan ikan yang dimakan dengan tulangnya, serta kedelai dan olahannya seperti tempe dan tahu sebagai sumber kalsium. Kedelai sangat baik terutama untuk wanita, karena mengandung estrogen alamiah (fitoestrogen) yang sangat dibutuhkan pada masa menopause.

Jumlah kalsium yang dibutuhkan menurut tingkat usia, yaitu :

a. Anak-anak usia 4-8 tahun membutuhkan 800 miligram kalsium per hari

b. usia 9-18 tahun membutuhkan 1300 miligram (mg) kalsium per hari

c. wanita dewasa (usia 19-50 tahun) membutuhkan 1000 mg kalsium per hari

d. wanita di atas 50 tahun membutuhkan 1200 mg kalsium per hari

e. wanita hamil atau menyusui membutuhkan 1000-1300 mg kalsium per hari

2. Konsumsikan juga kacang-kacangan lainnya sebagai sumber fosfor, makanan yang tinggi kandungan vitamin D seperti sayuran berdaun hijau gelap. Tubuh juga harus cukup mendapat sinar matahari pagi minimal 15 menit sebagai sumber vitamin D, karena vitamin ini dibutuhkan untuk penyerapan kalsium.

3. Hindari minum kopi secara berlebihan karena dapat mengeluarkan kalsium secara berlebihan. kurangi juga softdrink/minuman ringan karena dapat menghambat penyerapan kalsium.

4. Batasi pengkonsumsian daging merah dan garam atau makanan yang diasinkan

5. hindari minuman beralkohol dan rokok karena dapat menyerap cadangan kalsium dalam tubuh.

6. Lakukan juga olahraga secara teratur untuk menguatkan tulang dan otot.

  1. Spesialis: orang dengan fraktur tulang belakang, pinggang, atau pergelangan tangan harus dirujuk ke spesialis ortopedi untuk manajemen selanjutnya.
  2. Olah raga: modifikasi gaya hidup harus menjadi salah satu pengobatan anda. Olah raga yang teratur akan mengurangi patah tulang akibat osteoporosis. Olah raga yang di rekomendasikan termasuk disalamnya adalah jalan kaki, bersepeda, jogging.

Selain dari tatalaksana diatas obat-obatan juga dapat diberikan seperti dibawah ini:

  1. Estrogen: untuk perempuan yang baru menopause, penggantian estrogen merupakan salah satu cara untuk mencegah osteoporosis. Estrogen dapat mengurangi atau menghentikan kehilangan jaringan tulang. Dan apabila pengobatan estrogen dimulai pada saat menopause akan mengurangi kejadian fraktur pinggang sampai 55%. Estrogen dapat diberikan melalui oral (diminum) atau ditempel pada kulit.
  2. Kalsium: kalsium dan vtamin D diperlukan untuk meningkatkan kepadatan tulang.
  3. Konsumsi perhari sebanyak 1200-1500 mg (melalui makanan dan suplemen).
  4. Konsumsi vitamin D sebanyak 600-800 IU diperlukan untuk meningkatkan kepadatan tulang.
  5. Bifosfonat: pengobatan lain selain estrogen yang ada: alendronate, risedonate, dan etidronate. Obat-obatan ini memperlambat kehilangan jaringan tulang dan beberapa kasus meningkatkan kepadatan tulang. Pengobatan ini dipantau dengan memeriksa DXAs setiap 1 sampai 2 tahun. Sebelum mengkonsumsi obat ini dokter anda akan memeriksa kadar kalsium dan fungsi ginjal anda.
  6. Hormon lain: hormon-hormon ini akan membatu meregulasi kalsium dan fosfat dalam tubuh dan mencegah kehilangan jarungan tulang.
    • Kalsitonin
    • Teriparatide




PENGUMUMAN Penerimaan PTT juni 2009

27 04 2009

NOMOR : KP.01.02.1.2.1045
Sehubungan dengan rencana penerimaan dokter/dokter gigi PTT periode Juni 2009, dengan ini
disampaikan :
1. Rencana jadwal pengangkatan dokter/dokter gigi PTT periode Juni 2009.

NO KEGIATAN TANGGAL
1 Regristrasi on-line di website 30 April – 06 Mei 2009
2 Penerimaan berkas pendaftaran melalui PO BOX 30 April – 12 Mei 2009
3 Pengumuman kelulusan 20 Mei 2009
4 Lapor ke Dinkes Prop Lulusan 25 – 27 Mei 2009
5 Pengarahan di Dinkes Lulusan dan pembayaran SPPD 29 Mei 2009
6 Berangkat serentak ke Propinsi tujuan 01 Juni 2009
2. Alokasi kebutuhan periode Juni 2009 akan ditayangkan melalui website
www.ropeg-depkes.or.id pada tanggal 30 April 2009.

3. Prosedur pendaftaran dan kelengkapan berkas :
a. Pendaftaran secara on-line melalui website www.ropeg-depkes.or.id
b. Berkas dikirim ke PO BOX 1003 JKTM 12700 terdiri dari :
• Print out hasil registrasi on-line
• Asli Surat Keterangan Sehat terbaru dari dokter Pemerintah (Puskesmas/
RS Pemerintah)
• Foto copy Ijazah Profesi dokter yang telah dilegalisir asli
• Foto copy STR yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (BUKAN
LEGALISIR ASLI)
• Surat Pernyataan (download dari www.ropeg-depkes.or.id) terdiri dari :
1. Tidak terikat kontrak dengan instansi lain
2. Bersedia bertugas untuk waktu yang telah ditentukan
3. Tidak mengambil cuti selama penugasan
(dibuat 2 (dua) lembar, 1 (satu) lembar bermaterai dan 1 (satu) lembar copy)
• Foto copy KTP/domisili yang disyahkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang
(legalisir asli RT/RW/Lurah/Camat)
• Foto copy surat nikah (bagi suami/istri yang sama-sama mendaftar)
• Berkas dimasukkan dalam :
map warna biru = untuk dokter umum
map warna merah = untuk dokter gigi
Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Jakarta, 06 April 2009
Kepala Biro Kepegawaian
ttd
drg. S.R Mustikowati, M.Kes
NIP. 19560728 198403 2 001
e:d3t3l\\ptt\pengumuman.doc





Pendaftaran TKHI 2009

13 04 2009

telah dibuka pendaftaran TKHI 2009. Pendaftaran dilakukan secara online sampai tanggal 8 Mei 2009. Info selengkapnya kunjungi : http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3414





Salman Al Farisi

28 03 2009

“ Karena Jabatan itu manis waktu memegangnya tapi pahit waktu melepasnya”.

Kisah teladan yang Penulis sajikan kali ini adalah sebuah kisah dari seorang pribadi yang pantang menyerah mencari kebenaran dan sekaligus pribadi yang bisa dijadikan panutan sebagai pejabat pemerintah yang bersih dan sangat faham akan arti tanggung jawab yang diembannya sebagai seorang Pejabat.

Perjuangan Mencari Kebenaran

Salman al Farisi dilahirkan di Isfahan, Persia (sekarang Iran). Ayahnya adalah seorang Bupati di daerah tersebut. Beliau dibesarkan dari keluarga yang taat memeluk agama Majusi (Penyembah Api). Bahkan beliau diserahi tugas menjaga Api yang bertanggung jawab atas nyalanya dan tidak membiarkannya padam.

Suatu hari, beliau disuruh ayahnya untuk pergi ke sebuah lahan milik ayahnya. Di tengah perjalanan beliau melewati sebuah gereja milik kaum Nasrani yang kebetulan sedang bersembahyang. Saat melihatnya beliau kagum dan berkata dalam hati bahwa agama ini (Nasrani) lebih baik dari pada agama yang sedang dianutnya. Beliau menanyakan asal dari Agama tersebut. Kaum nasranipun menjawab bahwa agama mereka berasal dari Syria. Setelah kembali ke rumah, beliau mendiskusikan dengan ayahnya yang berakhir dengan dirantai kedua kakinya oleh ayahnya dan beliaupun dipenjarakan juga oleh sang ayah. Saat itu beliau mengirimkan kabar pada orang-orang Nasrani bahwa beliau sudah memeluk agama mereka dan beliau meminta diberitahu jika ada rombongan dari Syria. Akhirnya beliau berhasil meloloskan diri dan ikut dalam rombongan menuju ke Syria.

Sesampainya di sana, beliau menanyakan kepada orang-orang tentang siapakah orang yang ahli dalam agama mereka. Merekapun menunjukkan pada beliau seorang uskup gereja. Beliau kemudian tinggal bersama uskup tersebut dan mempelajari agama nasrani. Namun sayang, uskup yang satu ini ternyata sering menyalahgunakan uang sedekah. Uang yang terkumpul ternyata disimpan untuk dirinya sendiri.

Setelah sang uskup wafat, kaum nasrani mengangkat uskup baru yang sangat baik dalam beragamanya. Salmanpun tetap mengabdi dengan setia sampai uskup tersebut meninggal dunia. Sesaat menjelang sang uskup ini meninggal, Salman al Farisi menanyakan kepada siapa hendaknya ia bisa mengabdi dan belajar ilmu agama lagi. Sang uskup menyarankan agar dia mencari seorang uskup di daerah Mosul.

Kemudian Sepeninggal uskup Syria itu, Salman berangkat menuju Mosul. Disana Beliau tinggal dan belajar ilmu agama sampai Uskup tersebut meninggal. Saat sang uskup ini menjelang meninggal, Salman al Farisi menanyakan kepada siapa hendaknya ia bisa mengabdi dan belajar ilmu agama lagi. Sang Uskup pun mengatakan: “Anakku, Tak seorangpun yang kukenal serupa dengan kita keadaanya dan dapat kupercayakan engkau padanya. Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. Ian anti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kamu dapat pergi ke sana, temuilah dia, Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang. Ia tidak mau makanan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kau melihatnya segeralah kau mengenalinya” Kebetulan pada suatu hari lewatlah rombongan dari jazirah Arab.

Salman akhirnya pergi bersama rombongan mereka dengan imbalan berupa sapi-sapi dan kambing-kambing milik Salman. Sesampainya di daerah Wadil Qura, ternyata rombongan tersebut berkhianat. Salman dijual sebagai budak kepada seorang Yahudi di daerah tersebut. Singkat cerita, setelah beberapa lama, ia dijual lagi kepada seorang yahudi Bani Quraidhah yang kemudian membawa salman ke Madinah. Begitu melihat Madinah, Salman yakin bahwa inilah negeri yang disebutkan oleh sang uskup dari Mosul itu.

Suatu hari saat Salman memanjat pohon kurma sedang majikannya duduk di bawahnya, sepupu majikannya datang dan mengutuk orang-orang Quba yang menerima kedatangan seorang laki-laki dari Makkah yang mengaku sebagai Nabi. Lantaran terkejut bercampur bahagia, Salman segera turun dan langsung menanyakan tentang kebenaran berita tadi pada sepupu sang majikan. Seketika itu juga majikannya marah dan memukul Salman yang dianggapnya lancang.

Sore harinya Salman mengumpulkan makanan yang ada padanya kemudian pergi menemui Nabi beserta rombongannya. Salman berkata:” Tuan tuan adalah perantauan yang sedang dalam kebutuhan. Kebetulan aku mempunyai persediaan makanan yang telah kujanjikan untuk sedekah. Setelah mendengarkan keadaan tuan-tuan, maka menurut hematku tuan-tuanlah yang lebih layak menerimanya, dan makanan itu kubawa kesini”. Lalu makanan itu ditaruhnya dihadapannya. Kemudian Nabi SAW bersabda kepada para sahabatnya:” Makanlah dengan nama Allah”. Tetapi beliau sendiri sedikitpun tidak menjamah makanan tersebut. “Inilah tanda pertama… bahwa Ia tidak mau memakan harta sedekah”

Keesokan harinya Salman kembali menemui Rasulullah SAW sambil membawa makanan. Kata Salman:” Kulihat Tuan tidak mau makan sedekah, tetapi aku mempunyai sesuatu yang ingin kusampaikan kepada tuan sebagai hadiah”. Lalu makanan itu ditaruh di depannya. Kemudian nabi bersabda :” Makanlah dengan menyebut nama Allah”. Dan beliaupun turut makan. “Inilah tanda kedua… bahwa Ia bersedia menerima hadiah”

Beberapa hari kemudian Salman menemui Rasulullah SAW yang saat itu sedang mengiringkan jenazah dan dikelilingi oleh sahabat-sahabatnya. Saat itu Rasulullah SAW memakai dua lembar kain, satu digunakan sebagai sarung dan satunya sebagai baju. Salman berusaha mencari sesuatu, rupanya Rasulullah SAW seakan menyadari hal itu. Beliau menyingkapkan burdah di lehernya sehingga tampak pada pundak beliau cap kenabian seperti yang diceritakan uskup dulu. “Inilah tanda ketiga itu”. Seketika Salman menangis dan mencium tanda kenabian tersebut. Kemudian Salman masuk Islam. Ia menceritakan kisah perjalanan hidupnya demi mencari kebenaran. Rasul pun memerintahkan para Sahabatnya untuk membantu membebaskan Salman dari perbudakan.

Sosok Pejabat Teladan

Semasa pemerintahan Khalifah Umar bin khattab, Salman al Farisi ditugasi sebagai Amir atau kepala daerah Mada’in. Salman bukanlah tipe orang yang gila pangkat dan jabatan.

Salman bisa dipastikan akan menolak mentah-mentah jabatan sebagai Amir jika seandainya khalifah umar tidak berkata kepadanya:” Apakah kalian hendak menaruh amanat di atas pundakku…, kemudian kalian tinggalkan aku seorang diri..?? Tidaakk… Demi Allah tidak kuijinkan selama-lamanya”

Sebuah prinsip yang selalu dipegangnya adalah kata-katanya : “Seandainya kamu masih mampu makan tanah, asalkan tidak membawahi dua manusia, lakukanlah!!”

Ketika beliau ditanya tentang keengganannya diangkat sebagai Amir, Beliau menjawab: “ Karena Jabatan itu manis waktu memegangnya tapi pahit waktu melepasnya”.

Saat beliau menjabat sebagai Amir Mada’in, kehidupan beliaupun sungguh sangat sederhana. Beliau memasak sendiri makanannya, rumah yang ditinggalinya tidak lebih dari sebuah bangunan kecil tempat bernaung dari terik matahari dan hujan yang seandainya beliau berdiri maka kepala beliau akan sampai pada langit-langitnya dan seandainya beliau tidur maka kakinya akan menyentuk dinding rumahnya. Seorang amir yang saat meninggalnya cuma meninggalkan harta berupa sebuah piring, sebuah baskom.

Mungkinkah beliau memang Amir yang tidak digaji sehingga hidup serba kekurangan?? Ternyata tidak, Saat itu pemerintahan Islam sedang mengalami masa jayanya, kas Negara penuh sehingga bisa memberikan gaji yang lumayan besar bagi semua pejabatnya termasuk Salman al Farisi.

Diriwayatkan dari Hisyam bin Hisan dari Hasan:” Tunjangan Salman sebanyak lima ribu setahun, namun ketika berpidato dihadapan tigapuluh ribu orang separoh baju luarnya dijadikan alas duduknya dan separoh lagi menutupi badannya. Jika tunjangannya keluar, maka dibagikannya tunjangan itu sampai habis. Sedang untuk nafkahnya dari hasil usaha kedua tangannya”

Salman al Farisi sebenarnya mendapatkan tunjangan yang sangat besar dari Negara. Empat sampai enam ribu dalam setahunnya namun tidak satu dirham-pun yang diambil untuk dirinya. Semuanya disumbangkan habis. Untuk menymbung hidupnya beliau membuat keranjang dari daun kurma. Katanya: “ Untuk bahannya kubeli daun satu dirham, lalu kubuat dan kujual tiga dirham. Yang satu dirham kuambil untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluargaku, sedang satu dirham sisanya untuk shadaqah”. Sungguhpun demikian beliau masih menangis menjelang ajalnya dikarenakan teringat oleh pesan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya supaya tidak dikuasai oleh dunia dan tidak mengambil daripadanya melainkan sekedar bekal seorang pengendara (Musyafir).

Suatu hari ketika Salman sedang berjalan di jalan raya, ia didatangi oleh seorang laki-laki dari Syria yang membawa sepikul buah Tin dan Kurma. Saat melihat seorang laki-laki yang tampak seperti orang biasa dan dari golongan tak berpunya, terpikirlah untuk menyuruh laki-laki itu membawakan buah-buahannya dengan memberikan imbalan setelah sampai dirumah tujuannya. Salman pun menurut, beliau mengangkat barang bawaan pria tersebut. Ketika diperjalanan Beliau berpapasan dengan rombongan orang. Beliaupun mengucapkan salam pada orang-orang tersebut. Merekapun menjawab :”Juga kepada Amir, kami ucapkan salam”. Sambil bermaksud menggantikan Salman mengangkat barang lelaki tadi. Setelah peristiwa itu barulah laki-laki dari Syria tadi sadar bahwa ternyata orang yang disuruhnya membawakan barang-barangnya adalah Amir Mada’in. Ia minta maaf dan bermaksud membawa sendiri barang-barangnya yang dipikul Salman. Namun Salman menolak dan mengatakan “Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu”. Subhanallah… Sungguh sebuah keteladanan sejati. Yang tidak hanya Indah untuk dihayati, Namun juga patut untuk diikuti..

Sebuah pertanyaan dari Penulis buat para pembaca, kira-kira pembaca senang tidak seumpama punya pemimpin atau pejabat seperti ini?? Mungkinkan sistem pemilihan umum seperti di negara kita bisa menghasilkan para pemimpin sekelas Salman Al Farisi?

(diringkas dari buku Karakteristik Perihidup enam puluh Shahabat Rasulullah, Khalid Muh. Khalid)





Dokter Juga Manusia

23 03 2009

“Dokter juga manusiaaa..
Punya rasa punya hatiii…
Jangan samakan dengaaann..
Spuit injeksiii..”

Syair diatas adalah plesetan lagu dari “Serious” yang sering secara spontanitas dinyanyikan teman-teman penulis saat masih menempuh pendidikan CoAss..
Memang, kami para dokter juga manusia biasa.

Layaknya manusia biasa kami juga bisa salah bisa lupa. Namun dalam pendidikan kami haram hukumnya mengalpakan pasien.. Karena nyawa taruhannya.

Layaknya manusia biasa, kamipun bisa sakit. Bahkan kami termasuk orang dengan risiko tertinggi terkena berbagai penyakit menular..

Layaknya manusia biasa, kamipun butuh penghidupan buat hidup kami. Kami diajari untuk selalu menolong yang membutuhkan. Dan dari menolong itulah kami bisa hidup.

Layaknya manusia biasa, kamipun punya rasa.
Rasa senang jikalau sanggup memberikan pertolongan, juga rasa sedih jika gagal berbuat maksimal.
Rasa bangga ketika dipuja.. Juga rasa nelangsa ketika dihina..
Kami insya Alloh bukan gerombolan manusia gila hormat, tapi kami minta bantuan Anda untuk menghormati cara kerja kami demi optimalnya yang kami beri.
Kepercayaan anda adalah modal utama kesembuhan Anda sendiri, sekaligus sebagai support tiada tara bagi optimalnya kinerja kami.
Jikalau Rasa Percaya Berganti Rasa Curiga, Tak ada yang Bisa Didapatkan Kecuali Kerugian Semata.