old kaaba

Pada tulisan sebelumnya, penulis telah mengemukakan tulisan tentang ka’bah sebelum masa ibrahim as (alaihissalam). Kali ini kita akan berbagi tentang bagaimana pembangunan ka’bah semasa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Perintah Pembangunan Ka’bah

Sejarah tentang pembangunan ka’bah semasa nabi Ibrahim AS didapatkan beberapa riwayat. Salah satu riwayat didapatkan ketika seseorang mendatangi sahabat Ali bin Abi tholib RA (radhiallohu Anhu) sambil bertanya,

“Dapatkah engkau menceritakan kepadaku tentang Baitullah? Apakah betul ia rumah pertama yang ada di bumi?”.

“ Bukan, ia adalah rumah yang penuh dengan berkah yaitu Maqom Ibrohim. Siapa yang masuk didalamnya dia akan aman. Aku akan menceritakan kepadamu bagaimana ia dibangun. Sesungguhnya, Allahmewahyukan pada nabi Ibrahim AS, “Bangunlah sebuah rumah untuk-Ku di bumi”. Setelah menerima wahyu itu, Nabi Ibrahim pun resah. Maka, Allah menurunkan assakinah (ketenangan) yaitu angin yang memiliki dua arah, yang arah satu mengikuti arah lainnya. Dua arah angin itu bergerak hingga sampai di Mekkah dan berputar-putar di lokasi Baitullah seperti ular yang melingkar. Lalu Allah mewahyukan Nabi Ibrahim agar membangun ka’bah ditempat angin tersebut melingkar. Maka Ibrahim pun tenang dan mulai membangun Ka’bah”.

Riwayat dari Ath-Thabari lainnya yang diambil dari Ibnu Ishak, beliau berkata, “Mujahid dan ulama yang lain berkata bahwa setelah Allah SWT menampakkan pada Ibrahim AS lokasi Baitullah dan tanda-tanda tanah haram, ia pergi dan malaikat Jibril mengikutinya. Jika masuk ke sebuah desa Nabi Ibrahim bertanya, “Di tanah inikah engkau diperintahkan untuk memberitahuku wahai Jibril?”. Jibril menjawab” teruslah berjalan”.

Sesampainya di mekkah, saat itu tanahnya masih tandus dan dihuni kaum Amaliq yang tinggal di luar mekkah dan sekitarnya. Sedangkan Ka’bah masih berupa tanah tinggi yang berwarna merah. Nabi Ibrahim bertanya kepada jibril, “apakah aku diperintahkan untuk membangun Ka’bah di sini ?”.

“Ya” jawab jibril.

Nabi Ibrahim kembali ke mekkah untuk ketiga kalinya saat diperintahkan Allah untuk membangun Ka’bah bersama anaknya, Nabi Ismail AS. Saat itu nabi Ismail berusia 30 tahun. Sa’id bin Zubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, “ Ketika Nabi Ibrahim AS datang, ia mendapati Ismail sedang membetulkan panahnya di sebelah sumur Zam-zam. Ibrahim berkata “Wahai Ismail, sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkanku untuk membangun sebuah rumah untukNya”.

“maka, laksanakan perintah Tuhanmu” jawab Ismail.

“Tapi Allah memerintahkan engkau membantuku”.

“Kalau begitu aku akan membantumu” jawab Ismail.

Al-Umari meriwayatkan dari Sa’id ibnu ‘Arubah dari Qotadah bahwasanya ia berkata, “Cerita yang sampai pada kami menyebutkan bahwa pondasi Baitullah berasal dari gua Hiro’. Disebutkan juga bahwa bahan untuk membangun Baitullah berasal dari lima gunung ; Hiro’, Lubnan, al-Judi, Thursina, dan Thurzetta.

Penulis kitab “Tarikh al-Ka’bah al-Mu’azhzhamah” menggambarkan bahwa “Nabi Ibrahim menjadikan tinggi Ka’bah 9 hasta (1 Hasta = 45 cm), panjang utara ke selatan melalui sisi timur adalah 32 hasta, sedangkan panjang utara ke selatan dari sisi barat adalah 31 cm. Adapun panjang dari timur ke barat melalui sisi selatan atau dari Hajar Aswad ke rukun Yamani adalah 20 hasta. Sedangkan panjang dari timur ke barat melalui sisi utara atau melalui hijir Ismail adalah 22 hasta. Selain itu Nabi Ibrahim membuat 2 pintu hingga ke lantai. Pintu pertama di sebelah timur, di dekat Hajar Aswad, an yang kedua di sebelah barat di dekat rukun Yamani sejajar dengan pintu pertama. Dan Nabi Ibrahim menggali lubang di dalamnya untuk menyimpan barang,ia tidak menutup lubang itu dengan atap atau tanpa daun pintu”.

Lubang yang dibuat oleh Nabi Ibrahim dimaksudkan sebagai gudang penyimpanan, dan berharap Ka’bah bukan sekedar tempat ibadah kepada Allah, tapi juga sebagai tempat untuk mempersembahkan nadzar, dan lubang itu akan digunakan untuk menyimpan harta nadzar.

Sejarah Hajar Aswad

Sebagaimana kita ketahui, dipojok bangunan Ka’bah didapatkan adanya Batu Hajar Aswad. Sejarah tentang Hajar Aswad disaat bangunan Ka’bah nyaris sempurna. Ath-Thabari  menyebutkan “ Ketika itu Nabi Ismail ingin menyempurnakan Ka’bah dengan sebuah benda, tetapi Nabi Ibrahim  berkata, “Jangan! Carilah batu seperti yang aku perintahkan”. Nabi Ismailpun pergi mencari batu itu. Namun ketika kembali, ternyata Nabi Ibrahim AS sudah meletakkan sebuah batu hitam. Nabi Ismail pun bertanya, “Wahai Ayah, dari manakah engkau mendapatkan batu itu?”.

“Yang membawa batu itu adalah dia yang tidak dapat menunggumu yaitu Jibril. Ia membawanya dari langit”

Hajar Aswad berupa batu lonjong tidak beraturan. Berkilau berwarna hitam kemerahan yang di atasnya ada goresan berwarna merah dan kuning. Diebutkan juga dalam sebuah kitab mungkin Hajar Aswad adalah sejenis meteor karena dapat memancarkan cahaya ke arah barat, timur, syam dan Yaman hingga ke lembah-lembah di Tanah haram. Dan dilihat dari karakternya yang bersinar menunjukkan bahwa batu itu aslinya tidak berwarna hitam. Memang ada sebagian meteor berubah warna karena perjalanan waktu dan adapula yang tetap berkilau dan bersinar. Sebagian sejarawan mengatakan bahwa batu itu menjadi hitam karena perbuatan dosa kaum jahiliyah.

Penghormatan pada Hajar Aswad menurut para ulama tidak lain adalah karena Hajar Aswad memiliki keterkaitan dengan suatu yang suci dan mulia yaitu:

Pertama: tanda akan kesusahan yang ia rasakanketika diperintah Allah meninggikan Ka’bah,

Kedua: Tanda untuk mengenang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS yang telah meninggikan Ka’bah sebagai tempat berkumpulnya manusia dan tempat yang aman untuk beribadah,

Ketiga: Hujjah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Asbahwa Baitullah telah seleai dibangun dan kepemilikannya ada pada Allah SWT.

Congkop.com-MENGENAL-BATU-HAJAR-ASWAD

Seruan Haji Pertama kali

Setelah selesai membangun Ka’bah, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia melakanakan ibadah Haji ke Makkah. Imam Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi ibrahim etelah menerima perintah itu, beliau berkata “ Wahai Tuhanku, Suaraku tidak akan mampu memanggil hingga jauh”.

“Serulah, aku yang akan menyampaikan” Jawab Allah SWT.

Lalu Nabi Ibrahim menyeru “Wahai Manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan atas kamu haji ke baitullah” dan ternyata seluruh makhluk yang ada di bumi dan di langit mendengar seruan Nabi Ibrahim AS tersebut.

Riwayat dari Ubaid bin Umair Al-Laitsi mengatakan bahwa setelah nabi ibrahim dan Nabi Ismail meninggikan bangunan ka’bah hingga selesai, turunlah perintah Allah untuk melaksanakan ibadah haji. Nabi Ibrahim kemudian menghadap ke Yaman dan menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah dan berhaji ke Rumah-Nya. Kemudian terdengar jawaban “Labbaikallahumma labbaik”. Lalu nabi Ibrahim menghadap ke barat dan melakukan hal yang sama dan terdengar jawaban yang sama.

Selanjutnya menurut Imam Ath-Thabari menyatakan bahwa raulullah SAW menceritakan bahwa jibril menemui Nabi Ibrahim pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan mengajarkan tatacara Haji ecara lengkap kepada Nabi Ibrahim AS.

Setelah emuanya selesai, Nabi Ibrahim kembali ke negri syam. Saat itu nabi Ismail telah dewasa dan mampu menggantikan ayahnya mengemban tugas dakwah pada agama yang lurus.

 

Keputakaan

Ali Husni Al-Khurtubi, Tarikh Ka’bah, Hal 27-44

Ath-Thabari, Tarikh Al-Umam wa Al-Mulk, jil I, hal 48

Ath-Thabari, Tarikh Al-Umam wa Al-Mulk, jil I, hal 176-184

Luthfi Jum’ah, Taurah Al-Islam wa Bathal Al-Anbiya’, Hal 59

Ibn Fadhillah al-Umari, Masalik al-Absar fi Mamalik Al-Amhar, Jil I, Hal 94

 

 

Istikhoroh itu mudah

Posted: 1 Oktober 2019 in Agama
Tag:, , ,

Hidup itu bagaikan aliran sungai, banyak cabang yang ketika kita sudah melewatinya maka hampir tak mungkin kita bisa menemukannya kembali.

Itulah hidup, kesempatan, pilihan hidup sering kali membuat kita harus merenung sejenak mana yang paling baik diantara pilihan yang baik. Dalam Islam diajarkan untuk selalu meminta petunjuk Allah SWT. Bukan hanya sekedar perasaan kita, akal pikiran kita yang kita jadikan acuan. Namun dengan meminta petunjuk langsung dari Allah SWT melalui sholat Istikhoroh, apapun hasil istikhorohnya, tanpa pengaruh subyektivitas maka artinya yang akan kita pilih sudah kita serahkan kepada Allah SWT.

Penulis pada suatu hari bertemu dengan teman, beliau ahli Istikhoroh sejak semasa lulus SMU dan mau memasuki dunia kuliah.

Panjang lebar beliau bercerita tentang seluk beluk istikhoroh. Dan kesan yang penulis tangkap, beliau merasa bahwa istikhoroh bukan hanya untuk memutuskan hal-hal yang berat. Bahkan kalaupun kita sekedat ingin mengetahui apakah kita perlu beli suatu barang atau menundanya dulu, sangat bermanfaat jika kita istikhorohi. Suatu hari, ada seorang teman yang pernah minta diajari beliau cara istikhoroh, dia pengen sekali beli handycam baru. Lalu dia beristikhoroh. Saat itu dia mimpi kalau tidak baik beli handycam sekarang. Dia kemudian tidak jadi beli. Selang beberapa minggu kemudian dia iseng nanya ke toko handycam, ternyata harganya sudah jauh turun dibanding saat dia pengen beli beberapa minggu lalu. Alhamdulillah dulu belum jadi beli setelah hasil istikhoroh ndak baik, ternyata harganya turun sekarang.

Namun dalam istikhoroh, terkadang didapati mimpi yang tafsirnya sulit jika tidak bener-bener jeli. Pernah suatu saat beliau mau memilih parangan hidup. Setelah puluhan kali beliau istikhoroh. Diistikhoroh yang terakhir, beliau mendapati mimpi. Mimpi jika saat itu, dia diminta gendong Gus Dur (saat itu presiden RI). Dalam mimpinya beliau diminta gendong Gus Dur dari teras Rumah menuju ruang tamu. Senangnya beliau karena pertanda baik jika mimpi bertemu dengan presiden. Namun ternyata setelah 1 tahun lebih berlalu, tidak ada perkembangan progresif dalam urusan menuju pelaminan. Lantas beliau bertanya pada teman beliau. Beliau cerita tentang mimpinya. Ternyata temannya punya tafsir yang beda. Dia tanya apakah saat gendong Gus Dur itu berat? Langkah jadi pelan? Dijawab iya, sangat berat ternyata Gus Dur. Nah….sebenernya itu makna mimpi istikhorohnya, jadi wajar kalau gak ada perkembangan. Setelah itu Beliau diajari cara istikhoroh dengan warna.

Pada Intinya menurut beliau, Istikhoroh yang dilakukan persis sama dengan tatacara istikhoroh seperti biasanya. Bahkan saat pertama kali beliau istikhoroh, beliau bener-bener sambil baca buku Tatacara Sholat Istikgoroh, termasuk doanya beliau baca plek seperti yang ada di buku. Namun ada beberapa Tips yang beliau bagi yang sepertinya akan lebih memudahkan istikhoroh kita.

1. Sekitar tengah Malam, sholat Hajad 2 rokaat

2. Dilanjutkan baca quran sampai terasa kantuk

3. Setelah mulai kantuk, sholat Istikhoroh 2 rakaat, diakhiri dengan Doa Istikhoroh sesuai ajaran nabi, disesuaikan dengan permasalahan apa yang kita minta petunjuknya.

4. Jika ragu tidak bisa menafsirkan mimpi, boleh ditambah permintaan. “Ya Allah, jika perkara ini …… Baik bagi saya baik di dunia maupun di akherat menurut Engkau , maka berilah tanda warna Biru atau Putih. Tapi jika perkara ini tidak baik di dunia maupun di akherat maka berilah tanda warna Merah atau Hitam

5. Lalu Tidur

6. Ulangi sampai 3 kali jika belum mantab. Biasanya petunjuk Allah akan konsisten meskipun kita berkali-kali istikhoroh.

Penulis beberapa kali pernah melakukan, alhamdulillah hasilnya sejauh ini baik seperti apa yang didapatkan dari istikhoroh tersebut.

Sedangkan teman saya beberapa kali mengistikhorohkan tentang perhelatan Pilpres kemarin persis dengan apa yang terjadi setelahnya.

Kita memang tidak tahu tentang taqdir kita, tapi kita bisa meminta Allah untuk memilihkan pilihan mana yang terbaik buat kita.

Wallohi A’lam


Disuatu siang, saat menghadiri kajian mandiri karyawan tempat saya bekerja, ada sebuah pertanyaan yang dikemukakan oleh Ustadz Sonny [ Bambang Samudro Wicaksono dari kediri].

Beliau bertanya : “Coba tanyakan diri anda, Apakah anda bener-bener mencintai Allah? Apakah anda benar-benar tidak mensekutukan Allah? Tidak menyamakan cinta anda kepada kepada Allah dengan kecintaan anda kepada makhluk nya?”
Jamaah berkata :” insyaAllah tadz”

Beliau bertanya lagi :”bener? Sekarang saya tanya, lebih cinta mana anda antara Allah dan istri anda? Lebih cinta mana Anda, Allah atau anak anda?
Jamaah menjawab lagi :” lebih cinta Allah tadz”

” Oke.. lantas sanggupkan anda, seperti Ibrahim alaihis salam jika kecintaan anda kepada Allah memang lebih dari segalanya,
Ibrahim diperintahkan Allah mengobankan Anak satu-satunya (saat itu), Anak yang sudah dinantikannya puluhan tahun sebelumnya. Ibrahim yang di saat anaknya (ismail) baru lahir sudah diperintahkan untuk “dikurbankan” menjauh dari nya, menuju daerah antah berantah yang tandus (makkah).

Saat ismail kecil lagi lucu-lucunya tiba-tiba datang perintah Allah untuk mengobankan Ismail.
Sekali lagi untuk membuktikan bahwa lebih cinta mana beliau, Allah SWT atau Anak satu-satunya??
Dan sekali lagi, IBRAHIM Lulus ujian dan sekali lagi membuktikan bahwa KECINTAANNYA PADA ALLAH NGGAK KALENG-KALENG, TULUS, MURNI DAN TAK TERALIHKAN OLEH SESUATUPUN.

Lantas bagaimana dengan KITA???
Tiap hari kita mengucap inna sholati, wanusuki wamahyaya wamamati LILLAHIROBBIL ALAMIN. LAA SYARIKALAHU WA BIDZALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.
sudah seperti itukah kita,
Atau kita hanya cuma bisa ngomong dengan mulut, mengaku-ngaku cinta Allah dan rasulnya??
Sementara kita malah MENGHALALKAN SEGALA CARA untuk memenuhi keinginan ANAK, ISTRI dan Semua yang kita cintai dengan MELANGGAR BATASAN YG ALLAH TETAPKAN.. seolah Allah sebatas JURAGAN kita yang kita selalu bilang Juragan kita is the BEST, yang perlu kita takuti jika nampak.

Ketika Anak, Istri dan segala yang kita cintai tidak menjadikan kita mendekan kepada ALLAH, maka disaat itulah ANAK, ISTRI, KELUARGA DAN SEGALA YG KITA CINTA SUDAH MENJADI FITNAH

wallohu a’lam
Celoteh si jack


Takbir berkumandang memenuhi angkasa, beduk “Tiduran” dipukul bertalu-talu seirama dengan gema takbir. Ketika Ramadhan telah resmi meninggalkan kita. Ada yang bersedih, ada yang bersorak-sorai.
Ya.. Hari kemenangan telah tiba. Hari Raya sebagai ganjaran dari sebulan penuh kita dididik menjadi hamba yang lebih baik. Hari kelulusan yang telah dinantikan selama sebulan penuh.

Layaknya hari kelulusan, kita akan mendapat predikat sesuai dengan capaian kita selama masa pelatihan yang kita jalani.
Target seharusnya kita Lulus dengan Kompetensi menjadi “MUTTAQIN”. meskipun begitu, bisa jadi kita hanya sekedar menjadi ” PARTISIPAN” karena kemampuan kita ikut menyelesaikan pelatihan namun tidak dapat memenuhi target tujuan berpuasa. Atau ada yang cuma menjadi “SURVIVOR”, Puasa yang keponthal-ponthal, belum bisa konsekuen, kadang puasa kadang mbedug, kadang malah puasa manuk (burung) trucuk alias pagi-pagi sudah sarapan nasi pincuk. Dan yang mungkin juga kita hanya pada level “PENGGEMBIRA” gembira dengan datangnya Ramadhan tapi dalam hati tidak ada keinginan “masuk” dan menjalani Pelatihan selama ramadhan.

Lantas dimana posisi kita?

Allah SWT membebaskan kita untuk menilai dimana diri kita sebelum dan setelah pendidikan Ramadhan berakhir. Tentunya harapannya kita akan LULUS dengan predikat MUTTAQIN plus bonus Lailatul Qodr, serta mendapat kompetensi yang berlaku selama 1 Tahun mendatang.
Standar terukur tentang kriteria Muttaqin ini menurut Alquran disebut dalam surat Albaqoroh yaitu
✓ mengimani yang Ghoib
✓ mendirikan sholat
✓ menunaikan zakat
✓ mengimani apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad dan apa yang sebelumnya
✓ mengimani keberadaan akhirat dan segala hal yang ada di akhirat.

Ya.. harusnya setelah keluar Pelatihan Ramadhan, kita bisa meng-Up grade semua kriteria di atas, minimal sampai setahun kedepan sebelum memasuki masa pelatihan ramadhan berikutnya.
Layaknya pelatihan, mungkin kita bisa gagal seperti yang disebut di atas,mungkin juga ada yang Remidi karena ada halangan Syar’i.
Idul fitri, harusnya nuansa kelulusannya lebih kental, nuansa kemenangannya lebih terasa, bukan nuansa “kebebasan” yabg ditonjolkan. Rasanya perlu adanya re-evaluasi, apakah kegembiraan masyarakat kita menjelang idul fitri ini adalah suatu Perayaan kemenangan para PEMENANG, Ataukan hanya sekedar Pesta Kebebasan para “PENGGEMBIRA” atau malah pestanya kegembiraan lepasnya belenggu Setan.

Wallohu A’lam

WASPADA DEMAM BERDARAH

Posted: 24 September 2018 in Uncategorized

Musim penghujan mulai datang. Seperti biasa, Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok bagi kesehatan putra putri anda. Memang sepertinya pola DBD akhir-akhir ini agak berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Jika dulu penyakit ini dikenal dengan penyakit yang mulai muncul di awal dan akhir musim penghujan, namun sekarang pola ini agak berubah menjadi sepanjang tahun.

Kesadaran akan ancaman DBD harus terus ditingkatkan, meskipun saat ini pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini sudah semakin baik. Namun masih ada beberapa persepsi yang kurang tepat tebtang DBD ini.

Adapun hal-hal yang sebaiknya diketahui adalah;
Yang paling berbahaya adalah SYOK yaitu penurunan Tekanan darah karena perjalanan penyakit, bukan cuma penurunan Trombosit
✓ Pada pasien yang terpaksa perlu ditambah /transfusi trombosit, bukan berarti sehabis transfusi, Trombosit bisa langsung naik.
✓ DBD kadang sulit dideteksi dari awal dengan pemeriksaan biasa, yang terpenting jika ada demam tinggi terus menerus kadang disertai gejala mual, segera periksa, dan jika dianjurkan segera lakukan pemeriksaan darah.
✓ Terapi terpenting adalah terapi cairan yang menjamin terhindarnya syok.
✓ Pasien yang sudah pernah menderita DBD, biasanya akan lebih berat jika terkena DBD ulangan.
✓ Pencegahan yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk/ jentik nyamuk. BUKAN dengan Pengasapan.

Semoga semua keluarga kita terhindar dari DBD.


Assalamuaaikum para pembaca sekalian..

Penulis ucapkan Marhaban ya ramadan, dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kaum yang beriman..

pernah penulis ditanya oleh seseorang. “Sudah berapa kali anda khatamkan Al Qur’an?”, penulis jawab “insyaAllah tiap kali ramadhan minimal 1 kali khatam”.  beliau bertanya kembali ” lantas, berapa kali anda telah menghatamkan terjemahan Al-Qur’an atau malah Tafsir Al-Qur’an?” penulis dengan malu terpaksa menjawab “Belum pernah”. Beliaubertanya kembali “Jika memang anda menganggap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, atau buku manual kehidupan manusia, bagaimana anda bisa mengatakan itu dan bisa melakukan apa yang ada pada Al-Qur’an jika anda isinya saja belum pernah membaca sampai tuntas?” Mak Jlebbb..  sebuah pertanyaan yang menggugah diri ini sebagai seorang muslim.. sejak saat itu penlis berusaha mencari minimal Murottal yang ada terjemahannya untuk penulis putar saat-saat senggang. Memang seringkali kita menghabiskan waktu di jalan, disaat terjebak kemacetan dengan mendengarkan music untuk mengusir kejenuhan, namun ternyata mungkin akan lebih bermanfaat jika sambil bermacet ria kita sambil belajar.. ya.. mempelajari Manual book seorang manusia yang telah diberikan dari sang pencipta..

Untuk itu kali ini penulis ingin membagikan Murottal beserta terjemahan alqur’an dalam bahasa Indonesia. tidak segitu besar file nya tapi insya Allah cukup bermanfaat buat kita saat mengisi waktu longgar. mungkin ketika kita lagi menyetir kendaraan, atau saat sambil mengetik mengerjakan tugas alangkah bermanfaatnya jika sambil bekerja sambil mencoba menghatamkan Al-Qur’an tidak hanya menghatamkan bacaannya namun juga paling nggak pernah juga mendengarkan sampai Khatam isi terjemahan Al-Qur’an, syukur- syukur bisa sambil belajar tafsirnya sekalian.

bagi yang berkenan monggo silakan didownload di link di bawah ini:

Murottal dan terjemahan Al Quran lengkap

semoga menjadi jariyah buat penulis dan keluarga dan semua yang membagikan kebaikan ini…

wassalam

Rabu 7 Ramadhan 1439 H

 

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Posted: 29 Desember 2016 in Peristiwa

kongres-wanita-1928

Kongres Perempuan pertama di yogyakarta tahun 1028

Kemarin kita memperingati hari yang khusus dipersembahkan buat para Ibu. ya… Hari ibu di negeri ini diperingati tiap tanggal 22 Desember.

Penulis penasaran saja ingin mencari bagaimana sih sebenarnya awal mula Hari Ibu di negeri ini.

Diperingatinya Hari Ibu Nasional bagi sebagian orang hanya terpacu pada Surat Keputusan (SK) Presiden No 136 tahun 1959, namun Beberapa tulisan menyatakan bahwa proses peringatan Hari Ibu ini sudah terjadi sejak lama. yaitu sejak adanya pembukaan Kongres Perempuan Indonesia pertama yaitu dimulai tanggal 22-25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. (yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional).

Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lainnya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

dalem-jayadipuran

Agenda utama Konggres Perempuan Indonesia I adalah persatuan perempuan nusantara, peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, hingga pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Kongres Perempuan Indonesia II kemudian digelar Juli 1935. Dalam konggres ini dibentuk BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang.

Peringatan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember baru ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938, setelah 21 tahun akhirnya secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Sejarah peringatan Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan peringatan Hari Ibu di negara-negara lain. secara umum belum ada peringatan Hari Ibu yang dilakukan secara bersama-sama di seluruh dunia. jadi mungkin kurang tepat kiranya ketika kita mengucapkan Happy World Mothers Day.

di Normegia peringatan Hari ibu dilakukan pada tanggal 14 Februari, sedangkan di Yunani tiap tanggal 2 februari, sementara di perancis diperingati tiap minggu ke dua bulan mei, di negara-negara Arab peringatan hari ibu dilakukan tiap tanggal 21 Maret, di Thailand peringatan hari Ibu didasarkan oleh ulang tahun ratu Sirikit yaitu tiap tanggal 12 Agustus.

Jadi sekali lagi hari Ibu diperingati hampir di seluruh belahan dunia, namun mereka memiliki sejarah dan tanggal sendiri sebagai latar belakang peringatannya. pada intinya meskipun berbeda, namun peringatan ini menunjukkan bahwa masyarakat dunia mengakui dan ingin menunjukkan betapa besarnya peran Ibu dalam kehidupan sehari-hari, dan sudah selayaknya kita harus mampu memuliakan dan menempatkan para ibu di tempat yang terhormat.

wassalam.

sumber foto:

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-8706-detail-sejarah-di-balik-hari-ibu-dan-kongres-perempuan-pertama-di-yogyakarta.html

http://mediaindonesia.com/news/read/9887/1928-kongres-perempuan-indonesia-i/2015-12-22

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu


kakbahmekkah-blogspot-co-id

 

Sebelum Ka’bah berdiri, sebagian Nabi mempunyai rumah khusus untuk beribadah yang disebut Baitullah. Nabi Nuh AS contohnya, ia memiliki beberapa Baitullah yang kemudian juga dipakai oleh Ibrahim AS. Ibrahim AS sendiri di negerinya memiliki Baitullah. Tapi berbeda dengan Baitullah-baitullah sebelumnya, Ka’bah adalah Baitullah pertama yang dibangun untuk beribadah seluruh umat manusia kepada Allah Yang Maha Esa.

Berbicara tentang ka’bah sebelum Nabi Ibrahim AS memang menimbulkan banyak pertanyaan. Para ahli sejarah sepakat bahwa Nabi Ibrahim dan putranya Ismail lah yang mulai membangun bangunan Ka’bah setelah bereka mendapatkan perintah dari Allah SWT.

Tentang sejarah Ka’bah sebelum Nabi Ibrahim AS banyak versi ditemukan. Bahkan beberapa diantaranya tampak terlalu menghayal dan beberapa kisahsatu sama lainnya kadang bertentangan. Namun tidak ada salahnya kita mengangkat sedikit dari riwayat-riwayat yang kebanyakan tertulis dalam buku-buku sejarah klasik tersebut.

Beberapa sejarawan masa lampau ada yang mengatakan bahwa yang pertama membangun ka’bah adalah malaikat, tepatnya sebelum bumi diciptakan. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT: “ sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata, Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertashbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Allah berfirman, sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” menurut riwayat ini kemudian malaikat menyesal dan takut, mereka menengadah sambil memohon ampunan. Lalu para malaikat ini thawaf mengelilingi ‘Arsyi sebanyak 7 kali sambil berseru :” Ya Allah kami datang menyambut panggilanMu, kami datang memohon ampunan Mu, kami memohon ampunan dan bertaubat kepada Mu”. Melihat hal itu maka Allah menurunkan rahmatNya dan membuat sebuah rumah di bawah ‘Arsy yaitu “Baitul Ma’mur”. Kemudian Allah berfirman pada malaikat “Thawaflah kamu mengelilingi rumah ini dan tinggalkanlah ‘Arsy”. Akhirnya mereka thawaf di al-Baitul Ma’mur”.

Selanjutnya, menurut sejarawan, Allah SWT memerintahkan para malaikat yang ada di bumi untuk membangun sebuah bangunan serupa dengan al-Baitul Ma’mur. Kemudian Allah perintahkan para malaikat di bumi untuk thawaf mengelilingi bangunan tersebut sebagaimana thawafnya para malaikat di al-Baitul Ma’mur.

Dalam riwayat lain, Abu Al Walid Al Azraqi meriwayatkan dari Ali bin Hushain bin Ali bin Abi Tholib “ sesungguhnya, suatu ketika Allah mengutus para malaikatnya, Dirikanlah untuk Ku sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai Al-Baitul Ma’mur dan memuliki nilai seperti dia pula” Kemudian Allah SWT memerintahkan semua yang ada di bumi dari kalangan malaikat untuk thawaf di rumah itu sebagaimana penduduk langit juga berthawaf di al Baitul Ma’mur. Abu Al-Walid berkata:” dan peristiwa itu terjadi sebelum Adam diciptakan”. 1

Diriwayat lainnya disebutkan bahwa Nabi Adam AS adalah orang yang pertama membangun Ka’bah. Seperti riwayat Ibnu Luhai’ah yang mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda :” Allah pernah mengutus Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Adam dan Hawa. Sembari menunjukkan lokasi, maka jibril menyampaikan wahyu itu pada keduanya. Isi dari wahyu itu adalah ‘Dirikanlah untuk Ku sebuah bangunan’. Seketika itu Nabi Adam pun menggali tanah dan Hawa memindahkan tanah galian tersebut. Nabi Adam terus menggali sampai akhirnya keluar air dan terdengan seruan dari bawan, “Cukup, wahai Adam”. Setelah bangunan itu jadi, Allah memerintahkan Nabi Adan dan Hawa untuk melakukan thawaf. Dan Dia berfirman “Engkau adalah manusia yang pertama dan ini adalah bangunan yang pertama” lalu seiring bergantinya waktu, sampailah masa Nabi Ibrahim AS yang kemudian meninggikan pondasi ka’bah.

ilustrasi makkah sebelum ka'bah dibangun Nabi Ibrahim AS

ilustrasi makkah sebelum ka’bah dibangun Nabi Ibrahim AS

Ibnu Qutaibah dalam kitabnya ‘Al-Ma’arif” menyebutkan bahwa orang pertama yang membangun ka’bah adalah Syits bin Adam. Dia menuturkan:” Syits adalah putra Adam yang paling mulia, paling utama, dan paling dicintai Nabi Adam AS. Dia penerus dan pengganti bapaknya. Bapak para manusia karena dari nasabnyalah seluruh manusia berasal. Dia membangun ka’bah dari tanah dan batu tepat di lokasi Nabi Adam setelah diturunkan dari Surga .2

Al Umari juga meriwayatkan. Ada yang berkata bahwa Adam AS adalah orang yang pertama membangun ka’bah. Ada yang berkata bahwa Syits bin Adam adalah yang pertama membangun ka’bah. 3

Berbagai riwayat mengatakan bahwa dahulu tempat berdirinya ka’bah adalah tempat beribadahnya kaum ‘Amaliq, kaum ini telah musnah sebelum datangnya Ibrahim ke Hijaz. Tempat ini disucikan sehingga orang mesir kuno menyebut Hijaz dengan al-Bilad al-Muqoddasah atau negeri yang Suci.

Ilustrasi Makkah di zaman Nabi Ibrahim as

Ilustrasi Makkah di zaman Nabi Ibrahim as

Sumber Gambar: http://kabahmekkah.blogspot.co.id/

Sumber

  1. Ibnu Fadhilah Al Umari, Masalik al-abshar fi Mamalik al-amshar, jilid I Hal 94
  2. Ibnu Qutaibah, Al-Ma’arif (Al-Husainiyyah, 1934) Hal. 10
  3. Ibnu Fadhilah Al Umari, Masalik al-abshar fi Mamalik al-amshar, jilid I Hal 94
  4. Al-Kharbutli. AH, Sejarah Ka’bah, 2013, Hal 19-24

Banyak yang tidak mengerti bahkan menuduh bahwa umat Islam yang katanya tidak menyembah sesuatu selain Allah SWT ternyata mereka menyembah Batu Hitam alias Ka’bah. Sebenarnya orang yang berkomentar seperti ini kalau mereka muslim sangat mungkin pengetahuan mereka baru terbatas, jika mereka berasal dari luar Islam mungkin jika mereka mau mengoreksi atau sedikit berfikir apa yang mereka tuduhkan tidak ada apa-apanya dengan apa yang sehari-hari mereka lakukan. Lantas bagaimana sebenarnya Ka’bah dalam pandangan seorang muslim?

baitul-maqdis

Area Baitul Maqdis/Baitul Muqoddas di Yerusalem Palestina, Kiblat pertama umat Islam

Pada awal kemunculan Islam, kaum muslimin bebas menghadap kemana saja dalam sholat mereka, baik ke timur maupun ke barat.1 Namun Nabi saat sholat lebih suka berada di sisi ka’bah dengan menghadap ke arah baitul Maqdis, sebuah tempat dan kiblat para nabi.

Kemudian ketika kaum muslimin hijrah ke Madinah, mereka masih sholat menghadap baitul Muqoddas/ Baitul Maqdis di yerussalem Palestina.2 Kemudian baru 16 -17 bulan setelah hijrah ke Madinah Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap ke ka’bah di makkah saat sholat. Peristiwa ini terjadi saat Nabi SAW sholat di masjid.4

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ka’bah sendiri merupakan sebuah bangunan pertama didunia yang dibangun atas perintah Allah SWT sebagai tempat beribadah ummat manusia. Sebuah rumah untuk menghambakan diri pada Allah dan sebagai pemersatu arah umat muslim sedunia saat menjalankan sholat.4 Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihimassalam setelah mendapat perintah dari Allah SWT, saat itu ka’bah masih berupa tanah tinggi yang berwarna merah.5

tentang tuduhan bahwa kami umat Muslim menyembah ka’bah kiranya jika ditilik dari sejarah dan fakta di atas sangat jelas bahwa hal itu tidak benar, bahkan di zaman Nabi, sahabat nabi, Bilal bin Rabah, seorang maula (bekas budak) diperintahkan oleh Nabi SAW untuk melantunkan adzan di atas Ka’bah saat penaklukan makkah, kalau memang ka’bah adalah sesembahan tidak mungkin ada yang berani berdiri diatasnya.

kabah

Ruang dalam Ka’bah

Jadi Ka’bah adalah kiblat, hanya arah. Bukan disembah. Salah besar jika tuduhan tersebut dialamatkan kepada kita umat Islam.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jika yang dituduhkan sebagai menyembah batu hitam itu hajar aswad maka pernyataan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu ini bisa sebagai jawaban bahwa Hajar aswad hanyalah batu dan sunnah nabi hanya menciumnya. Umar RA ketika mencium Hajar Aswad yang ada di Ka’bah berucap, “Hajar aswad ini hanyalah batu yang tidak bisa memberikan kebaikan dan keburukan. Aku menciumnya karena melihat Nabi menciumnya.” Jadi tidak ada muslim yang menyembah Ka’bah atau bahkan Hajar Aswad.

semoga bermanfaat.

 

 

Keterangan:

1) Quran Surat Al-baqarah[2]:115

2) Sahabat Al Barra meriwayatkan “Kami Shalat bersama Rasulullah saw, menghadap Baitul Maqdis (di Palestina) selama 16 bulan atau 17 bulan. Kemudian setelah itu, Kiblat dialihkan ke arah Kabah (di Mekah)” (HR Bukhari)

3) Dalam riwayat Al waqidi, perstiwa itu terjadi pada hari Senin pertengahan bulan Rajab di awal bulan ke -17 setelah berkiblat ke Baitul Maqdis.

4) Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah ummat manusia adalah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan petunjuk bagi semua manusia. (Surah Ali Imran: 96-97)

5) Ath-Thabari, Tharikh Al-Umam wa Al- Muluk, jil 1 Hal 178


Assalamualaikum

Alhamdulillah, bagi teman sejawat kesehatan muslim di seluruh tanah air. berdasarkan informasi dari pusat kesehatan haji, bahwa telah dibuka perekrutan tenaga kesehatan Haji tahun 2016. silakan klik link di bawah ini:

Puskeshaji

Untuk sekedar memberikan gambaran tatacara perekrutan silakan berikut saya sertakan beberapa file berkaitan dengan hal di atas

JADWAL_2016

KELENGKAPAN_2016

TAHAPAN_2016

PMK_2013

demikian semoga bermanfaat, dan semoga menjadi jalan untuk dapat panggilan menjadi tamu Alloh disertai mendapatkan kesempatan melayani tamu Alloh yang lain…. Amin

Wassalamualaikum