Urip Bukan Umar

Posted: 10 Maret 2008 in Uncategorized

Urip

Ironis, mungkin inilah kata yang tepat ditujukan pada sistem peradilan kita. disaat kita sedang berusaha menanamkan budaya anti KKN, sekali lagi kita harus dihadapkan pada kenyataan bahwa aparat penegak hukum kita belum siap dengan perubahan ini. minggu kemarin kita dikejutkan dengan penangkapan jaksa Urip TG yang diduga kuat menerima suap sekitar 6 milyar rupiah dalam menangani kasus BLBI. dalam wawancara, jaksa Urip mengaku bahwa uang tersebut adalah uang hasil berdagang permata….

Umar

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh al baihaqi. ia bercerita bahwa dimasa Umar (bin Khattab ra.) khalifah kedua imperium Muslim ini. ada seorang gubernur yang memberikan hadiah kepada istri Umar berupa dua buah bantal kecil untuk bersandar. ketika Umar masuk ke rumahnya dan mengetahui kedua hadiah itu ia lantas bertanya: Dari mana engkau dapatkan dua bantal ini?apakah dari membeli? beritahukan padaku dan jangan membohongiku!!, lalu istrinya menjawab: Si fulan telah mengirimkannya kepadaku. Maka Umar berkata: Celakalah si Fulan,, apabila ia punya kepentingan denganku, sementara ia tidak mampu menembus langsung denganku, maka ia tetap datang padaku lewat keluargaku.Lalu Umar menarik hamparan alas yang didudukinya bersama dua bantal tersebut dengan kuat dan membawanya keluar. ternyata seorang pembantunya mengikutinya sambil berkata: alasnya milik kita tuan..lalu Umar memusahkan alas itu dan memberikan kedua bantal itu kepada 1 orang perempuan muhajirin dan seorang perempuan anshar.

Memang, Urip Bukan Umar………………

Dala riwayat lain dikisahkan oleh Abu Harits bahwa seorang laki-laki setiap tahunnya memberi hadiah kepada Umar berupa paha kambing. Pada suatu saat laki-laki tersebut datang kepada Umar untuk mengadukan suatu masalah sambil berkata: “wahai amirul mukminin, berilah saya keputusan yang benar-benar bisa memisahkan antara yang hak dan yang batil sebagaimana terpisahnya paha kambing dari tybuh kambing yang disembelih”. Setelah kejadian itu, Umar berkirim surat pada seluruh stanya yang isinya:” Janganlah kalian menerima hadiah, karena sesungguhnya hadiah itu suap”

Memang, Urip bukan Umar………………………………

Ibnu qudamah dalam kitab Al-Mugni menceritakan tentang seorang hakim bernama Syuraih, ia pernah berkata:”Amirul Mukminin Umar sewaktu mengangkatku menjadi hakim, ia mengambil sumpah kepadaku dengan Sumpah Jabatan agar tidak BERDAGANG dan MENERIMA SUAP”.

Memang, Urip bukan Umar…………………………….

Saudaraku, tahukah kita kenapa korupsi kolusi suap sangat sulit diberantas?? cobalah kita koreksi diri kita masing-masing. bangsa kita ini memang sedang dijangkiti penyakit. sebagian besar dari kita tidak pernah malu dan malah bangga jika mendapatkan “Ceperan” (uang yang didapat diluar gaji resmi kita dengan menggunakan jabatan/posisi/kewenangan kita). hampir seluruh masyarakat kita terjangkiti penyakit “ceperan” ini. perbaikan mentallah yang bisa menghambat kronisitas penyakit ini. MUlailah merubah diri kita dengan cara menanamkan kebahagiaan dan kebanggaan saat kita bisa menunaikan pekerjaan kita dengan professional, saat kita bisa menolong orang lain denga cara yang benar dan malu jika mendapatkan sesuatu yang bukan hak kita. kebanggaan bukanlah cuma karena gaji besar, tapi kebanggaan adalah ketika kita mau dan mampu menunaikan tugas kita sebaik baiknya.

Memang, Urip Bukan Umar…………………………..

Tapi Urip Bisa menjadi Umar jika mau Belajar…………………………….

Refferensi: M. Abdul Aziz. 2003.”Fatwa dan Ijtihad Umar bin Khottob”. Surabaya. risalah gusti

Komentar
  1. sibermedik mengatakan:

    UNS hebat loh?g pcya?
    URIP TRI GUNAWAN tuh lulusan FH UNS..
    n yg nangkep urip jg org UNS..HEBAT KAN..bisa mbuat racun n pnangkalnya..he5x

  2. azzakky mengatakan:

    hidup UNS………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s