Tolong Proteksi Kami Bu Menteri…………………………………..

Posted: 14 Mei 2008 in Kesehatan, Uncategorized

(Sebuah ilustrasi Risiko tinggi pada petugas medis)

Cerita di bawah ini hanyalah fiktif belaka, namun sangat mungkin terjadi kesamaan pada kehidupan petugas medis di negeri tercinta ini.

Pada suatu malam di ruangan Gawat Darurat RS swasta di sebuah ibu kota kabupaten, tampak beberapa petugas medis sedang berjaga sambil mengobrol di ruang tunggu IGD tersebut. Saat itu seorang dokter jaga sebut saja Budi ditemani oleh seorang perawat (sebut saja Bandi) sedang menikmati beberapa potong ubi goreng.

Beberapa saat kemudian datang seorang pasien laki-laki usia 30-an dibawa dengan mobil bak terbuka masuk ke lobi IGD, seperti biasanya, tanpa harus diberi komando, para petugas langsung mengambil Brand car dan menghampiri pasien tersebut lalu membawanya ke dalam ruang IGD.

Dokter Budi dengan segera menghampiri pasien sambil melakukan anamnesa seperlunya dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu dr. Budi segera memerintahkan pemasangan IV line (infus) karena kondisi pasien yang lemah, somnolen (setengah sadar) akibat dehidrasi. Dari anamnesa keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sudah sangat sering mengalami diare dan demam yang berulang. Saat ditanya tentang Riwayat penyakit lainnya dan tentang riwayat kebiasaan pasien, keluarga menjawab tidak tahu.

Setelah diperintah, perawat Bandi segera menyiapkan peralatan pemasangan infus, tak lupa dia pemproteksi dirinya dengan pakaian khusus dan sarung tangan karet (handscoon). Kapas alkohol basah diusapkannya ke daerah sekitar pembuluh darah vena yang akan ditusuk, lalu dengan smooth & gentle dimasukkanlah ujung jarum iv cathater yang sudah disiapkannya. Si Bandi terkejut bukan main saat pasien yang setengah sadar tadi menggeliat, tak ayal lagi, jarum yang tadinya sudah sempat masuk ke pembuluh darah si pasien tiba-tiba berbalik menembus handscoon si bandi dan menusuk jari tangan kirinya sampai berdarah. Mungkin karena bandi sudah menganggap hal-hal semacam ini sebagai risiko sebagai perawat, Bandi tidak begitu memperdulikannya dan langsung mengganti jarum infusnya kemudian berusaha memasangnya kembali.

Karena pasien belum kunjung sembuh setelah dirawat beberapa hari, maka dokter RS memutuskan untuk merujuknya ke RSUD di ibu kota propinsi yang mempunyai tenaga dokter spesialis dan peralatan diagnosa yang lebih baik.

Beberapa Tahun kemudian…………………………

Di sebuah RS tampak Bandi sedang dirawat. Dia masuk RS setelah mengalami demam yang tak kunjung sembuh. Rumah dan tabungannya habis buat biaya perawatannya di RS. Dokter di RS tersebut menyarankannya untuk dirujuk ke RSUD propinsi. Bandi pun menurutinya. Beberapa hari di RSUD Bandi pun terkejut ketika dokter mengatakan bahwa hasil lab Bandi menunjukkan HIV positif.

Usut punya usut ternyata pasien yang pernah ditolongnya bersama dr Budi ternyata mempunyai HIV positif yang baru diketahuai saat dirujuk di RSUD beberapa hari setelah dirawat Bandi

Bandi merenung..

Andai Saja dia tidak jaga malam itu, pasti dia tidak tertusuk jarum pasien tadi……

Andai saja keluarga pasien jujur mengatakan kebiasaan pasien yang suka “jajan”……………

Bahkan Andai saja Bandi tidak memilih profesi menjadi seorang perawat…………….

Mungkin dia tidak akan tertular,

Mungkin Rumah dan tabungannya tidak akan habis,

Mungkin anaknya yang masih kecil ga’ akan terlantar….

SUDAHLAHHHHHHHH…. Desah Bandi. Mungkin sudah takdir………

Bandi Cuma berharap semoga saja Pemerintah Mau Memberikan Jaminan Perlindungan

Buat semua tenaga Medis tanpa terkecuali………

Kadang ia merasa geram, kenapa Tenaga medis selalu dituntut untuk selalu melayani pasien tanpa membedakan penyakit yang dideritanya, baik menular ataupun tidak, baik ganas ataupun jinak. Tapi giliran saat ia terkulai tak berdaya, ngga’ ada yang peduli untuk membiayai pengobatannya. Sedangkan dia Cuma seorang perawat di RS swasta………

SUDAHLAAAAHHHHHHHH……………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s