Pesan Nabi Muhammad SAW saat haji wada’

Posted: 16 Desember 2008 in Agama

Menilik ke belakang, di bulan Dzulhijjah ini ada sebuah peristiwa perjalanan Nabi SAW yang sangat penting untuk selalu diingat. Saat Nabi SAW melakukan Haji Wada’ , Beliau Memberikan sebuah pesan yang begitu dalam. Sebuah pesan yang bukan sekedar wasiat dari Pemimpin sebuah Imperium yang mulai tumbuh, tapi lebih pada sebuah pesan dari seorang yang diberi amanat oleh Tuhan kepada Umatnya, Pesan yang akan selalu membimbing umat dalam perjalanan hidup dan kehidupan. Mari kita simak baik-baik.  

Pada tanggal 9 dzulhijjah, yaitu hari hajji. Beliau, nabi SAW diikuti oleh puluhan ribu kaum muslimin berkumpul di suatu padang yang sangat luas ditengah lembah di kawasan ‘Uranah. Dengan tetap duduk di atas unta, dengan suara kencang beliau mulai berkhutbah. Sekalipun suara beliau sudah keras tapi masih perlu disambung dengan suara yang lebih keras lagi oleh Umayyah bin Khalaf. Setelah beliau memanjatkan Puji syukur ke hadhirat Allah SWT, beliau berkata pada umatnya:

 

“Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian semua dalam keadaan seperti sekarang ini.”

 

“Hai kaum muslimin, ketahuilah bahwa darah (jiwa) dan Harta benda kalian adalah suci bagi kalian, sesuci hari dan bulan yang suci ini., hingga tiba  saat kalian pergi menghadap Allah, dan kalian pasti akan menghadapNya. Pada saat itulah kalian dituntut pertanggungjawaban atas segala yang telah kalian perbuat! Ya Allah… itu telah kusampaikan.”

 

“ Barang siapa yang menanggung beban amanat hendaklah ia menunaikan amanat itu kepada yang berhak menerimanya.”

 

“ Semua macam riba terlarang, tetapi kalian masih berhak menerima kembali harta pokoknya (modalnya). Dengan demikian kalian tidak berlaku dzalim dan tidak pula diperlakukan dzalim! Allah telah menetapkan bahwa riba tidak boleh dilakukan lagi, dan riba Al-Abbas bin Abdul Mutthalib sudah tidak berlaku!”

 

“ Semua tuntutan darah (pembalasan jiwa) semasa jahiliyah tidak berlaku lagi, dan tuntutan darah yang pertama kuhapuskan ialah tuntutan darah (jiwa) Ibnu Rabi’ah bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib!”

 

“Hai kaum muslimin, Menukar bulan Hurum (bulan suci) dengan bulan lain adalah perbuatan menambah kekufuran, dan justru karena perbuatan itulah orang-orang kafir bertambah sesat. Mereka menghalalkan perbuatan yang diharamkan dalam bulan suci pada tahun yang satu dan mengharamkan perbuatan yang dihalalkan (dalam bulan-bulan biasa) pada tahun yang lain dengan maksud melengkapi jumlah bulan-bulan suci yang telah ditetapkan Allah”

 

“ Hai kaum muslimin, zaman berputar semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, bilangan bulan menurut hitungan Allah adalah dua belas bulan, empat bulan di antaranya. Adalah bulan-bulan suci, yaitu tiga bulan berturut-turut (Dzulqi’dah, Dzulhijjah, dan Muharram) dan bulan Rajab antara bulan Jumadilakhir dan Sya’ban.”

 

“ Hai kaum muslimin, sebagaimana kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian, merekapun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah melarang mereka memasukkan lelaki lain yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian, dan mereka wajib menjaga diri agar jangan sampai berbuat tidak senonoh. Apabila mereka berbuat demikian itu, Allah mengizinkan kalian berpisah tidur dengan mereka, dan kalian boleh memukul mereka satu kali dengan pukulan yang tidak menimbulkan cacad badan. Jika mereka telah menghentikan perbuatan seperti itu, kalian wajib memberi nafkah, sandang-pangan, kepada mereka secara baik-baik. Hendaklah kalian berlaku baik terhadap istri-istri kalian, sebab mereka itu adalah mitra yang membantu kalian dan karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah”

 

“Hai kaum muslimin, camkan baik-baik apa yang kukatakan. Hal itu telah aku sampaikan! Kutinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya. Kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya! Soal itu jelas bagi kalian!”

 

“Hai kaum muslimin, dengarkan dan fahamilah kata-kataku. Kalian pasti mengerti bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dan segenap kaum muslimin adalah saudara. Namun tidak seorangpun dari kalian yang dihalalkan mengambil sesuatu milik saudaranya (sesama muslim) kecuali diberikan atas dasar kerelaan hatinya. Jangan sekali-kali kalian berlaku dzalim terhadap diri kalian sendiri!”

 

“Ya Allah, bukankah (semuanya) itu telah kusampaikan?!!” dengan suara gemuruh membelah angkasa, kaum muslimin menyambut: “ya benar ya rasulullah!”. Beliau kemudia mohon disaksikan Allah:” Ya Allah, saksikanlah”.

(Sumber: Al Hamid Al Hisaini.1993.Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad S.A.W.yayasan Al Hamidiy.Jakarta)

           

           

Komentar
  1. auliahazza mengatakan:

    pengen sekali naik haji😦

  2. osteoporosis mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    Bismillah,
    Salam Kenal Akh,Barokallohu Fiika.
    Abu Dzaki.

  3. arung mengatakan:

    sya sangat mengapresiet tulisan Anda tentang haji wada di gadirhum. beberapa hal yang saya ingin komentari soal khutbah Rasulullah SAWW pada saat itu mengenai :
    1. kutinggalkan dua perkara kepada kalian yaitu kitabullah dan itrahku (versi lain, sunnahku) yg ditafsirkan oleh mayoritas ummat islam adalah hadist nabi. sementara “Itrah” menurut versi lain, dalam bahasa arab adalah keluarga, jadi bisa jadi terjemahan.tafsirannya adalah kutinggalkan dua perkara kepada kalian yakni al quran dan keluargaku yang ketika kalian berpegang teguh kepadanya niscaya kalian akan selamat.

    2. menurut saya apa yang dijelaskan pada rangkaian tulisan di atas masih terpenggal-penggal, beberapa bagian yang pernah saya temukan pada hadist tsaqalain misalnya, sebuah kalimat “Saya dan Ali ibarat musa dengan harun, hanya saja tidak ada rasul sesudahku,

    barang siapa mencintai Allah hendaknya mencintaiKu dan

    barang siapa mencintaiKu hendaknya mencintai Ali

  4. azzakky mengatakan:

    arung
    Trima kasih komment nya. ttg “Itrah” mungkin memang ada perbedaan penafsiran.

  5. A.Rizal L.Suraty mengatakan:

    “..ku tinggalkan 2 hal, kitabullah & sunnah ku..”, nah jadinya 2 hal tersebut adalah AlQuran & AsSunnah… sedangkan AsSunnah bukanlah hadist….. bukan sekedar hadist….. karena AsSunnah itu sebagian besar ada di alQuranm & sebagian kecil ada di Hadist… mengapa krn…yg dimaksud “sunnahku” disana adalah Sunnah Rosul…..yg artinya adl. “Apa-apa yang mesti dikerjakan oleh Pembawa Risalah(Quran)”, Muhammad sebagai Rasul bukan sebagai manusia biasa…. krn muhammad bisa jadi sbg Rasul, Nabi, maupun manusia biasa.

    Sunnahtullah: apa2 yg mesti Allah lakukan. seperti apabila seseorg melampaui batas2 yg sdh diberiakan Allah, maka berlakulah sunnahtullah bagianya yaitu abad yg pedih. Contoh lain ada di Q.S.Al-Lail(7,10).
    SunnahRosul: apa2 yg mesti pembawa risalah lakukan… Saat ditanya Aisyah ttg akhlak Rosul, maka Aisyah menjwb “Akhlak Beliau adl.Al-Quran”

  6. A.Rizal L.Suraty mengatakan:

    saya suka tulisan yg anda posting…

  7. lazuardi mengatakan:

    Assalamu alaikum wr.wb.
    Izin tanya.
    1) Kiranya diperkenankan mengutip dan menyadur kembali artikel ini (Pesan Nabi SAW Haji Wada) untuk saya posting di blog saya. Saya tunggu tanggapannya.
    2) Adakah kiranya yang bisa menjawab, bagaimanakah agar saya dan keluarga untuk bisa melaksanakan haji? kami dari segi materi serasa bermimpi untuk bisa melaksanakan haji. dan InsyaAllah seandainya memperoleh kesempatan itu, akan saya haturkan untuk Ayah-Bunda ku terlebih dahulu.
    Mohon bisa memberikan / menularkan tips2 nya.
    Terimakasih sebelumnya. Wasalam.

  8. lazuardi mengatakan:

    saya suka blog Anda. penuh informasi. Salam !

  9. azzakky mengatakan:

    setujuu

  10. ghufron mengatakan:

    numpang copy yo ms…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s