Lemahnya Akal Manusia

Posted: 11 Februari 2009 in Kisah Teladan
Tag:, ,

Suatu pagi yang cerah, tampak seorang anak berjalan bersebelahan sambil bercakap dengan ayahandanya. Dengan diiringi kicauan burung pagi, si anak mulai bercerita tentang pengalamannya selama kuliah di salah satu Universitas terkenal di Inggris. Ia bercerita betapa majunya budaya orang disana. “Ayah, Disana rasionalitas dijunjung tinggi. Sesuatu yang tak m asuk akal tidak akan mendapat tempat dalam lingkungan masyarakat. sampai-sampai masalah agama juga demikian. akibatnya Agama sekarang tidak laku yah” begitu ucapnya.
Ayah anak ini menjawab: “Oo, begitu ya, Terus bagaimana menurutmu, Apakah akal manusia selalu benar anakku? Apakah untuk membuktikan sesuatu harus bisa kita kenali lewat indera kita dulu sehingga akal akan menganggap sesuatu itu Rasional?” tanya sang ayah mencoba memancing pendapat anaknya.
“Itulah yaah, aku bingung. kenapa agama kita selalu memerintahkan untuk beramal buat bekal kelak, padahal saat ini beramal ataupun tidak kan nggak ada efeknya buat kita? kita sholat, haji, zakat, puasa saat ini sepertinya tidak ada manfaat langsung kan yaah?”
“Anakku, Boleh ayah bertanya?.. tanya sang ayah.
“Silahkan yah,..”
jawab sang anak sambil menghentikan langkahnya sejenak.
“Anakku, Pernahkah kamu bertanya kenapa Alloh memberikan kamu kaki saat masih dalam kandungan padahal saat itu kamu tidak pernah melangkah kemanapun, Kenapa Alloh memberimu mata padahal saat itu tak ada sesuatupun yang bisa kau lihat, Kenapa Alloh memberimu mulut padahal kamu tak perlu bicara selama dalam kandungan. Kenapa Alloh memberikan kamu hidung padahal tak ada udara yang bisa kau hirup?.. ketahuilah anakku, Alloh memberikan itu semua sebagai bekal buat memasuki alam setelah alam kandungan yaitu alah kehidupan dunia. Bayangkan seandainya saat itu kamu protes pada Alloh tentang pemberian kaki yang sepertinya tak bermanfaat di alam kandungan.Bayangkan jika Alloh mengabulkan protes kamu dan membatalkan pemberian kaki saat masa kandungan, rugi bukan??
Begitu pula di alam dunia ini anakku. Alloh memberikan pada kita Agama Islam, dimintanya kita menaatinya sebagai bekal kelak di kemudian hari. Kalau kita menganggap Amal tidak berguna dan tak bisa dinalar tentang manfaat langsung bagi kehidupan ini maka kita tak ubahnya dengan sang janin tadi bukan?? Amal di alam dunia tak ubahnya seperti Kaki ataupun Mata kita saat di alam kandungan. kita baru akan merasakan manfaatnya setelah kita meninggalkan alam ini anakku”.
“Trimakasih Ayah, Ternyata banyak hal yang nggak bisa dijangkau oleh akal. Sungguhpun demikian kita beruntung diberi Agama yang tidak mengekang ummatnya dalam menggunakan Rasionya Ayah”.
“Betul anakku” jawab sang Ayah ” Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk cerdas dan menggunakan akalnya, cuma yang perlu diingat, akal manusia juga ada batasnya. Akal bukanlah Acuan kebenaran, tapi akal adalah sarana untuk menuju kebenaran anakku”.
Si Anak tersenyum.. keduanya kemudian beranjak pulang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s