Sebuah Mimpi

Posted: 6 Maret 2009 in Kisah Teladan
Tag:, , , , , ,

Rindu aku memimpikan jikalau suatu saat aku mempunyai seorang pemimpin seperti Umar bin Khattab.
Siangnya Ia buka pintu rumahnya lebar-lebar untuk rakyatnya.
Malamnya tak segan untuk ronda keliling madinah khawatir jikalau rakyatnya ada yang kelaparan.
Seorang pemimpin yang dengan lapang dada menerima kritikan serta tak sungkan mengakui dan meminta maaf jika pendapatnya keliru.
Seorang pemimpin yang ditakuti negara musuhnya tapi sangat disayangi rakyatnya.
Seorang pemimpin yang rela bergantian dengan budaknya mengendarai kudanya saat perjanan menuju Syiria.
Seorang pemimpin yang selalu menangis khawatir tidak bisa menunaikan amanah dengan baik.
Seorang pemimpin yang rela memanggul sendiri karung makanan saat mengetahui ada rakyatnya yang tak bisa makan.
Seorang pemimpin yang dengan tegas melarang anaknya berbisnis karena khawatir dianggap nepotisme.
Seorang pemimpin yang tidak punya istana Tapi wilayahnya melebihi Amerika.
Seorang Pemimpin yang membersihkan dirinya dari harta Suap dan Kolusi.
Seorang pemimpin yang Malu ketika hendak meminjam uang gajinya guna membelikan baju putranya, khawatir jika nyawanya keburu dipanggil Allah sebelum cicilannya lunas.
Seorang Pemimpin yang berhasil membentuk pasukan elit bermoral aulia, pasukan yang Pantang menyakiti wanita dan anak-anak, pantang membakar rumah warga sipil dan tempat ibadah.
Pasukan yang disegani tapi tetap Santun kepada kawan ataupun lawan.
Seorang pemimpin yang tidak hanya capable dalam memimpin pemerintahan tapi juga Mumpuni sebagai Imam Ummat.

Tiba-tiba aku tersadar..
Semua itu hanya angan-angan. Sekarang jamannya Demokrasi. Zaman dimana hanya orang yang ingin memimpin yang menjadi pemimpin kita.
Zaman dimana Jabatan dianggap suatu “Nikmat” bukan suatu “Amanat”.
zaman dimana fitnah menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai sendi kehidupan,
Zaman yang menjadikan rakyat kecil sebagai Jargon hiasan semata…
Aku menjadi semakin yakin bahwa tak akan ada lagi Umar Bin khattab kedua..
Karena Umar tak akan pernah sudi memproklamirkan diri menjadi Pemimpin kalaulah bukan karena amanat rakyatnya..

Memang Umar tidak dipilih secara Demokrasi, tapi ternyata Ia pemimpin terbaik di zamannya..

Selamat Tinggal Mimpi………

Komentar
  1. ima mengatakan:

    Bismillahirrohmanirrohim

    mengapa mimpi kita sama ?
    mungkinkah karena satu hal itu yang selama ini berkutat dibawah alam sadarku ?
    Entahlah..

    Tapi satu hal yang berbeda
    Bagiku ini bukan angan-angan
    (mimpi berbeda bukan dengan angan-angan?? )
    Ini nyata sebuah mimpi

    Dan ketika ku terbangun
    sebagain dari mimpi itu sedang “dibangun” oleh orang-orang disekitarku, termasuk ketika ku baca blog ini,
    Ada atmosfir untuk berubah disana.
    Pondasi-pondasi itu mulai ditancapkan
    walau harus dengan peluh keringat dan air mata
    Dan kuterpekur karena ke “TERDIAMAN” ku disini
    Hanya menjadi penonton sejati melalui mimpi (Uhh sendihnya aku)

    Dan kupercaya suatu saat perubahan itu ada
    Bukankah Allah menjanjikan akan menggilirkan tampuk kekuasaan dimuka bumi ini?
    Dimana kekuasaan itu akan kembali seperti Zaman kenabian?

    Aku tahu, Kau pun percaya akan janjiNYA,
    Benar bukan?? katakan lah “Ia” kawan
    Agar mimpi itu semakin nyata

    karena itu izinkan mimpi2 itu terus ada
    jangan biarkan di pergi meninggalkan kita
    karena Mimpi itu dapat jadi motivasi untuk menjadikannya nyata
    Walau bukan kita yang merasa,
    izinkan kita menjadi salah satu puzzel penyusunnya…

    amien ^_^

    maaf atas kesalahan kata-kata
    tapi benar ini sebuah asa
    yang berharap menjadi realita

  2. ima mengatakan:

    Bismillahirrohmanirrohim

    mengapa mimpi kita sama ?
    mungkinkah karena satu hal itu yang selama ini berkutat dibawah alam sadarku ?
    Entahlah..

    Tapi satu hal yang berbeda
    Bagiku ini bukan angan-angan
    (mimpi berbeda bukan dengan angan-angan?? )
    Ini nyata sebuah mimpi

    Dan ketika ku terbangun
    sebagain dari mimpi itu sedang “dibangun” oleh orang-orang disekitarku, termasuk ketika ku baca blog ini,
    Ada atmosfir untuk berubah disana.
    Pondasi-pondasi itu mulai ditancapkan
    walau harus dengan peluh keringat dan air mata
    Dan kuterpekur karena ke “TERDIAMAN” ku disini
    Hanya menjadi penonton sejati melalui mimpi (Uhh sendihnya aku)

    Dan kupercaya suatu saat perubahan itu ada
    Bukankah Allah menjanjikan akan menggilirkan tampuk kekuasaan dimuka bumi ini?
    Dimana kekuasaan itu akan kembali seperti Zaman kenabian?

    Aku tahu, Kau pun percaya akan janjiNYA,
    Benar bukan?? katakan lah “Ia” kawan
    Agar mimpi itu semakin nyata

    karena itu izinkan mimpi2 itu terus ada
    jangan biarkan di pergi meninggalkan kita
    karena Mimpi itu dapat jadi motivasi untuk menjadikannya nyata
    Walau bukan kita yang merasa,
    izinkan kita menjadi salah satu puzzel penyusunnya…

    amien ^_^

    maaf atas kesalahan kata-kata
    tapi benar ini sebuah asa
    yang berharap menjadi realita

    created by itsme_anida@yahoo.co.id

  3. azzakky mengatakan:

    Amin.. semoga masa itu akan terulang dan kita bisa menjadi saksinya..

  4. RATHNOE mengatakan:

    Shobat seseorang boleh saja mimpi…. tapi tanpa usaha memang semua akan menjadi angan angan belaka…. merilah kita bersama sama munajat kepadaNya … di sepertiga malam terakhir kita sama sama memohaon agar mimpi itu menjadi kenyataan …. memang kita haus akan pemimin yang adil dari semua sektor dan tingkatan…. dari yang paling bawah sampai yang teratas….

    Namun dari semua itu ada yang paling berharga dan penting marilah kita berusaha menjadi pemimin bagi diri kita sendiri…

    Marilah kita adil ada diri kita .. jangan biarkan terlarut dalam kepemiminan seseorang sedang kita terlena bahwa memimimpin diri sendiri justru sangat berharga…

    semoga ini sangat berharga bagi saya sendiri dan semua sahabat yang membacanya…

    mohon maaf atas semua kilaf dan salah qu….

  5. azzakky mengatakan:

    @ RATHNOE
    benar kata anda. suatu kebaikan memang harus dimulai dari diri sendiri. Begitu pula dengan kepemimpinan. ” Kullukum Ro’in wa kullukum masy’ulun ‘an roiyyatihi”. kamu semua adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya.
    semoga kita bisa menjalankan amanah ini. Memimpin keluarga, mendidik anak-anak kita dengan baik dan mengajarkan kepada mereka keteladanan. semoga langkah kecil kita bisa menjadi bola salju demi terciptanya Pemimpin ideal yang kita nantikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s