Alhamdulillah… Pemilu Aman

Posted: 15 Agustus 2009 in Politik

Hasil Pemilu akhirnya resmi sudah diumumkan. Sebuah proses panjang yang sedikit banyak menjadi pelajaran bagi bangsa kita ini. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dinyatakan oleh KPU sebagai pemenang dalam pemilihan prisiden periode 2009-2014 ini. Sebuah proses demokrasi yang lumayan panas akhirnya telah selesai, alhamdulillah tanpa mengakibatkan terjadinya konflik antar elemen bangsa. Tidak seperti Pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini ada banyak hal-hal baru yang di satu sisi berdampak positif bagi perkembangan kedewasaan demokrasi di negeri kita dan di sisi lain ada pula hal-hal baru yang seandainya kita sebagai bangsa tidak berhasil mengelolanya dengan baik maka akan sangat rawan menimbulkan konflik. Beberapa hal positif yang bisa dicatat diantaranya adalah semakin ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu sehingga ada semacam ketakutan para kader nakal yang mencoba berbuat curang saat masa pemilu. Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya beberapa kader yang mencoba melakukan tindakan curang dalam pendekatan terhadap pemilih. Hal kedua yang patut diberi apresiasi adalah adanya kampanye dalam bentuk debat. Dari sini rupanya sedikit banyak rakyat tahu seberapa kualitas pemimpin yang akan mereka pilih. Memang sih dalam debat yang diselenggarakan KPU cenderung membosankan, namun adanya beberapa debat berkualitas dari para capres-cawapres yang diselenggarakan oleh pihak swasta cukup bisa memberikan gambaran nyata bagaimana sosok Pemimpin yang akan dipilih nantinya. Pelajaran yang paling penting dan sangat jelas terlihat saat pemilu presiden yang lalu adalah adanya peningkatan pola berfikir rakyat. Dulu yang namanya rakyat sangat tergantung pada instruksi atau ajakan tokoh masyarakat lokal termasuk menyangkut apa pilihan yang tepat saat pemilu, namun saat ini bisa dilihat bahwa rakyat lebih sadar bahwa dirinya adalah penentu masa depan bangsa ini. Soal lain boleh mengikuti apa kata tokoh masyarakat namun dalam hal Pemilu hati masing-masing yang berkata. Hasilnya bisa kita lihat sekarang ini. Betapapun elit politik kita ramai bukan kepalang mulai sebelum, selama dan sesudah Pemilu namun rakyat tetap adem ayem. Sepertinya rakyat sudah semakin sadar untuk tidak mau lagi diprovokasi yang ujung-ujungnya akan menyengsarakan rakyat sendiri. Dilain pihak ada beberapa hal baru yang sepertinya perlu dilakukan perbaikan. Pertama dan yang paling jelas adalah masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang kali ini benar-benar menjadi isu panas. Sebenarnya dari pengalaman penulis masalah DPT ini juga terjadi saat pemilu tahun 2004 lalu namun karena keterbukaan media belum sehebat masa sekarang maka isu ini tidak sesanter yang terdengar kali ini. Dulu tahun 2004 penulis juga mengalami tidak bisa ikut pemilu karena tidak didaftar. Maklum saat itu masih mahasiswa, jadi tidak ada yang mau mengakui sebagai penduduknya meskipun punya KTP. Adanya Pemilih ganda, adanya calon pemilih yang sudah lama almarhum juga adanya pemilih yang masih di bawah umur menandakan betapa carut marutnya proses Pemilu. Sebenarnya Carut marutnya DPT adalah bagian dari kegagalan kita dalam meng Up date catatan kependudukan kita. Sudah menjadi rahasia umum jika seorang bisa punya banyak KTP. Keputusan MK untuk memperbolehkan pemilih menggunakan KTP dengan disertai KK (kartu Keluarga) merupakan solusi cerdas saat ini meskipun terlalu mepet dengan pelaksanaan Pemilu, namun setidaknya bisa menghindari lebih banyak lagi masyarakat yang tidak bisa mendapat hak pilihnya. Hal kedua yang juga merupakan hal baru namun kurang bermanfaat adalah munculnya budaya “Debat Kusir” yang ujung-ujungnya bukan visi dan misi yang disampaikan tapi malah saling mengolok dan menjatuhkan. Ada salah satu TV swasta yang gemar sekali mengundang para tim sukses untuk mengadakan debat, maksud awalnya mungkin supaya visi dan misi para capres-cawapres tersampaikan, namun karena kurang siapnya konsep acara malah makna yang seharusnya dicapai menjadi kabur. Endingnya adalah kita disuguhi budaya yang membosankan, budaya yang mengajarkan penonton bagaimana caranya supaya menang “Omongan” bukan menang Visi misi. Yang terakhir yang sampai saat ini masih berlangsung adalah adanya gugatan silih berganti dari pihak-pihak yang merasa dirugikan selama Pemilu. Kita semua dibuat heran dengan beberapa keputusan dari para lembaga elit negara ini. Belum lagi adanya statement dari para pihak yang kalah yang menuntut pemilu ulang. Sebuah tuntutan yang menurut penulis sangat tidak bijak. Disamping pasti akan menghabiskan banyak uang, Penulis yakin rakyatpun udah ogah melakukan pemilu ulang. Mungkin akan lebih arif kiranya jika kita adakan koreksi menyeluruh terhadap kekurangan yang terjadi selama pemilu ini untuk dijadikan referensi perbaikan pada pemilu 5 tahun yang akan datang. Tiada kata yang pantas diucapkan selain ucapan “Selamat menjalankan Amanah bagi Capres-cawapres yang menang” serta harapan untuk bisa menerima kekalahan bagi yang belum diberi kesempatan menjalankan amanah ini. Mari kita perbaiki negri kita untuk esok yang lebih baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s