Bencana dan Rasionalitas Manusia

Posted: 19 September 2009 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , ,

Hari ini, 19 september 2009, kita kembali mendengar kabar bahwa telah terjadi gempa di nusa dua Bali dengan kekuatan 6,4 SR. Setelah sebelumnya kejadian serupa juga melanda Jawa Barat, Jogjakarta, Aceh, Bengkulu, dan mentawai. Dalam waktu 2 minggu saja sudah terjadi berkali-kali gempa Bumi di negeri tercinta ini. Jika Banjir bandang biasanya terjadi akibat rusaknya hutan oleh tangan manusia, Kekeringan juga bisa dikarenakan ulah manusia yang merusak keseimbangan alamnya, namun tidak seperti kejadian bencana alam lainnya, gempa bumi terutama tektonik sampai saat ini belum ditemukan alat yang akan memprediksi kapan akan terjadi gempa. Jadi secara rasional gempa bumi bisa dianggap bukan akibat ulah tangan manusia.
Gempa bumi terjadi begitu saja ketika dua lempengan yang saling bertumbukan melepaskan energinya. Akibatnya lapisan permukaan diatasnya terjadi getaran yang seringkali merusak apapun yang ada di permukaan bumi ini. Tapi betulkah manusia tak ada andil dalam terjadinya rentetan bencana di negeri kita tercinta ini?
Seandainya kita menelitinya dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi saja jawabannya pasti tidak didapatkan adanya hubungan antara ulah manusia diatas permukaan bumi dengan terjadinya bencana alam gempa bumi ini. Perlu kekuatan yang jauh lebih besar untuk menggerakkan lempengan lapisan bumi ini untuk bertumbukan. Kalau seandainya kita mau mencari “kambing hitam”, bisa saja kita tuding rotasi bumi sebagai penyebabnya. Atau apalah yang menurut nalar manusia mampu dan pantas dijadikan penyebab terjadinya pergerakan lapisan bumi ini yang konon telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama ini.
Namun seandainya kita memang manusia yang beriman pada Allah, dan mau sedikit saja memperhatikan peringatan-peringatanNya, kita bisa menyimpulkan bahwa bencana alam sangat lekat hubungannya dengan manusia itu sendiri. Semua bencana bisa jadi merupakan Ujian, tegoran atau malah adzab dari Yang Maha Kuasa terhadap manusia-manusia yang sudah tidak perduli lagi dengan rambu-rambu kehidupan yang sebenarnya demi kepentingan kebahagiaan hidup manusia itu sendiri.
Penulis masih ingat saat terjadi bencana gempa bumi di jogja tahun 2006 silam. Dipagi buta disaat penulis sedang bersantai di kontrakan di daerah solo tiba-tiba terjadi guncangan yang berlangsung sekitar 2 menit. Guncangan yang pada awalnya penulis kira berasal dari gunung Merapi yang waktu itu aktifitasnya sedang naik. Namun ternyata gempa itu berasal dari derah yang lebih jauh lagi yaitu di sekitar Bantul Jogjakarta, bencana yang akhirnya merenggut ribuan jiwa korban. Kebanyakan mereka yang menjadi korban sedang terlelap tidur di pagi itu. Tidak hanya di Jogja, bencana-bencana serupa yang terjadi di Aceh, papua, maluku, dan didaerah-daerah lain diwilayah negeri ini yang secara Science tidak dapat dihubungkan dengan manusia sejatinya berhubungan erat dengan ulah manusia. Sebuah ayat dalam qur’an telah menyitir.
Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari ketika mereka tengah lelap tertidur?? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di waktu matahari sepenggalah naik saat mereka sedang bermain-main?? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)?? Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’roof 96-99).
Tidak hanya gempa bumi yang sering menghampiri kehidupan kita sehari-hari. Kekeringan, wabah penyakit yang sering melanda negeri kita seperti Flu burung, flu babi, HIV/AIDS (yang dulunya belum pernah ada) ataupun wabah penyakit langganan seperti Demam berdarah, Malaria, diare. Juga kemarau yang berkepanjangan, kelaparan yang juga menghinggapi penduduk negeri yang subur ini, serta adanya penguasa-penguasa yang korup sebenarnya juga akibat dari ulah penduduk itu sendiri.
Lalu bukannya negeri kita ini adalah negeri yang Berketuhanan, Beragama, dan mayoritas juga muslim? Kenapa bencana silih berganti?
Dalam sebuah hadits telah disinggung tentang hal ini.
Dari Abdullah bin Umar RA berkata :Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam menghadap kearah kami seraya bersabda :Wahai kaum muhajirin, ada lima hal yang aku berlindung diri kepada Allah Subhanahu wata’ala agar kalian tidak menjumpainya, tidaklah menyebar perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka berterang-terangan melakukannya melainkan mereka akan ditimpa wabah-wabah penyakit dan kelaparan yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka. Tidaklah suatu kaum yang mengurangi takaran (dalam jual beli) melainkan mereka akan ditimpa paceklik, sulit mendapat makanan dan jahatnya penguasa. Tidaklah suatu kaum yang enggan mengeluarkan zakat dari harta mereka melainkan akan terhalang air hujan dari langit, kalau saja bukan karena (ada) binatang niscaya tidak diturunkan hujan. Tidaklah suatu kaum mengingkari janji melainkan Allah Subhanahu wata’ala akan menguasakan atas mereka musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, mereka mengambil sebagian harta yang ada ditangan mereka. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak menerapkan hukum Allah Subhanahu wata’ala dan memilah-milih apa yang Allah Subhanahu wata’ala turunkan di dalam kitab-Nya, niscaya Allah Subhanahu wata’ala akan menjadikan saling berkeras-kerasan diantara mereka.(HR Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Mungkin kita sering bertanya, bukankah masih banyak Alim Ulama di negeri kita? Tapi kenapa masih saja bencana melanda?. Benar, negeri kita kaya akan Alim ulama. Namun kita kekurangan Alim ulama yang benar-benar mau peduli dengan moral ummatnya, tidak banyak yang mau dan mampu melaksanakan Amar ma’ruf nahi mungkar. Jika keadaannya sudah begini, maka ada atau tidaknya mereka tidak akan mampu menghentikan adzab Allah terhadap suatu kaum.
Sesungguhnya, ketika manusia melihat kedhaliman namun tidak mau mencegahnya, maka hampir-hampir Allah Subhanahu wata’ala akan menyatakan adzabNya. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi)
Lalu kenapa sepertinya negeri kita yang mayoritas muslim ini yang diadzab, kenapa negara lain tidak? Menurut pendapat Penulis sebenarnya tidak hanya negeri kita yang sering dilanda bercana, negara yang mayoritas non muslim pun sering mengalaminya, lihat saja Jepang yang hampir selalu dilanda gempa bumi dan angin topan, Filipina juga sering mengalami Badai, Amerika serikat dengan Tornado-nya, India yang sering dilanda Banjir bandang, yang terjadi di negeri kita masih berupa teguran dari Allah untuk menyadarkan kita supaya bisa berubah menjadi lebih baik.
Lantas, apakah dengan cara memperbaiki diri akan menjauhkan diri kita dari bencana? Allah telah menjanjikan kepada kita. “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu…. . (QS. Al-A’roof 96-99).
Siapa lagi yang kita percayai kalau bukan percaya pada Allah SWT, yang telah menciptakan alam ini. Yang telah mengatur sedetail-detailnya hukum alam ini. Begitu cantiknya Dia menciptakan Siklus terjadinya hujan, begitu mengagumkannya proses fotosintesis yang diciptakannya untuk menjamin kelangsungan Oksigen bagi makhluknya. Begitu canggihnya tubuh makhluk yang diciptakannya sehingga cukup dengan Air semua proses kehidupan bisa berjalan. Ilmu Nya melingkupi langit dan bumi yang jika dituliskan maka tidak akan cukup tinta sebanyak lautan dan pena sebanyak pohon di dunia ini. Jika tidak percaya, coba anda tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada sebuah sel saja. mulai dari nukleus, nukleolus, mitokondria, sitoplasma, dan lainnya. Itu baru satu sel saja, bagaimana jika dituliskan seluruh hukum alam yang ada di dunia ini. Belum termasuk tentang hal-hal yang diluar pengetahuan otak kita semacam Prediksi terjadinya gempa ini. Dia yang menciptakan, Dia juga yang mengaturnya. Kuncinya Cuma satu, jika ingin selamat dari bencana, mau-tidak mau kita harus mengikuti arahannya.
Wallohu A’lam

Komentar
  1. richocean mengatakan:

    Gempa 8 September 2009 juga terjadi di Laut Bali …

    Baru gempa lebaran di Bali
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/gempa-lebaran-1430h-balijawasumatra/

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini

    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/video-live-h-3-siang-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-selatan-jawa-merak/
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/video-live-h-3-siang-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-solo/

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    -http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    ati2 gempa saat lebaran:
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/hati-hati-gempa-lebaran-1430h-sumatra-jawa/

    salam kenal😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s