Century, kisah penuh sensasi

Posted: 8 Februari 2010 in Uncategorized

entah mengapa, kegemaran penulis menonton acara favorit yaitu berita seakan sirna akhir akhir ini. mungkin nggak cuma saya, teman-teman sekalian mungkin mengalami hal yang sama. tak dipungkiri sebenarnya banyak berita bagus minggu-minggu terakhir ini. mulai dari kasus century, meninggalnya Gus dur, kasus antasari Azhar, sampai kasus penjara mewah si makelar kasus Artalita.

Bukannya tidak menarik, namun blow up media yang terus menerus terhadap berita berita tersebut membuat cerita ini kurang menarik diikuti. Apalagi untuk kasus Century. Hampir tiap hari kita disuguhi “Hiburan Gratis” berupa interogasi tak berimbang dari para anggota Pansus yang terhormat terhadap para saksi. sekilas bagi penulis tampak betapa sungguh sungguhnya para anggota Pansus ini dalam memperjuangkan Kepentingan rakyat. Terlihat betapa garangnya para anggota Pansus menguber keabsahan pengucuran dana talangan sebanyak 6,7 T tersebut. Belum lagi ditambah acara-acara lainnya dengan tema sejenis diluar siaran langsung dari arena DPR tersebut membuat dunia terasa sempit dihadapan penulis.

Politik menjadi berita yang paling penulis tunggu tunggu di awal terjadinya peristiwa Reformasi. namun daya tariknya mulai memudar ketika para pengelana politik yang cuma mau mencari untung mulai ikut bermain. hasilnya rakyat cuma disuguhi sandiwara politik yang seringkali menggelikan.

Kasus Century menjadi salah satu contohnya. Lihatlah betapa kegarangan para anggota pansus menjadi sangat menggelikan ketika pertanyaan pertanyaan yang diajukan ternyata bukan berdasarkan fakta melainkan berdasarkan asumsi belaka.. Masih segar dalam ingatan kita ketika ada tokoh partai yang dengan lantang menuduh ada suara Robert Tantular dalam Rapat KSSK, setelah rekaman rapat ditayangkan ternyata suara Marsilam Simanjuntak. Uda gitu tanpa rasa malu dan minta maaf, tokoh yang satu ini masih saja membela diri padahal sudah jelas-jelas salah. Ada lagi seorang anggota Pansus dari partai oposisi yang terburu-buru menjudge bahwa laporan dari BI tidak lengkap, padahal ternyata dia sendiri yang belum baca selengkapnya. dan masih banyak cerita lainnya.

Contoh-contoh di atas bukan berarti Penulis memihak salah satu kubu, melainkan penulis prihati dengan fenomena politik saat ini yang cuma berusaha mencari perhatian publik tanpa melihat kapabilitas diri sendiri. Bagi penulis, siaran langsung tersebut tidak lebih hanya berupa tontonan yang membingungkan masyarakat.

Sudahlah, kalau memang ingin mengusut ini secara tuntas, tanpa ada kecurigaan untuk memfitnah salah satu fihak maka alangkah bijaknya jika kita serahkan pada institusi hukum yang memang punya kapabilitas untuk mengusutnya. bukan dengan cara expose terbuka yang sangat tidak tepat jika niatannya untuk menyelidiki suatu perkara. apakah kita akan mengulang pemakzulan yang terjadi di saat Gus Dur yang dituduh korupsio dana Bulog oleh DPR dan ternyata ujung-ujungnya tak terbukti?

hhmmmm…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s