Perjalanan Tugas Tim TKHI (bagian 1)

Posted: 21 Juni 2010 in Agama, Kesehatan
Tag:, , , , ,

Selamat buat saudaraku yang telah terpilih menjadi pengawal tamu-tamu Alloh. Berikut kami muat sekilas kisah perjalanan kami semoga bisa sedikit memberikan gambaran nantinya ketika para petugas TKHI menjalankan tugasnya. Cerita ini bukan sebuah sensasi, bukan pula upaya publikasi, tapi sekedar sharing. Karena kami dulu awal diterima menjadi TKHI sangat bingung tentang apa yang harus kami kerjakan. Semoga bermanfaat.

…………….Akhirnya, hari yang ditunggu tiba. Ahad, 25 Oktober 2009. sebuah perjalanan panjang harus kami jalani dengan senang hati. Tim Kloter yang terdiri dari TPHI, TPIHI dan kami TKHI diharuskan datang di Asrama haji Sukolilo 3 jam sebelum kedatangan Calon Jamaah haji. Dari hasil Pemantapan Petugas Haji di Asrama haji sukolilo 2 minggu sebelumnya, kami mendapat tugas untuk mengiringi calon jamaah haji asal Kota Pasuruan

Sebelum Keberangkatan

Sambil membawa SPMA (Surat Pemanggilan Masuk Asrama) akhirnya kami datang ke Asrama haji, hanya 2 anggota keluarga saja yang diijinkan masuk ke asrama haji. Setelah melapor dan cek in, sayangnya untuk pembagian kamar petugas selama di embarkasi tidak dapat dikelompokkan menurut kloternya. Jadi kami ditempatkan pada kamar yang berbeda menurut urutan jam kedatangan.  Disini kami diberi kesempatan beristirahat sampai datangnya calon jamaah yang akan kami iringi. Kami juga diberitahu bahwa untuk gaji petugas kesehatan sudah langsung ditransfer ke rekening masing-masing sebelum berangkat. Inilah yang membedakan tim Kesehatan dengan Tim kloter lainnya, karena rumor yang dulu beredar bahwa pada beberapa tahun yang lalu ada yang gajinya tidak turun-turun sampai beberapa bulan setelah kepulangan. Alhamdulillah dibawah kendali dr. Barita Sitompul, Sp.JP sebagai penanggung jawab kesehatan haji, beliau berkomitmen untuk melunasinya sebelum para petugas berangkat.

Sekitar pukul setengah 3 WIB (lebih cepat 30 menit dari waktu yang ditentukan), calon jamaah Haji asal kota Pasuruan telah tiba di Asrama Haji. Mungkin mereka sudah tidak sabar untuk segera berangkat ke tanah suci hehe.

Tugas pertama dimulai. Kami Tim kloter mulai dari TPHI (ketua Kloter), TPIHI, dan TKHI bersama-sama melakukan penyambutan di aula Asrama Haji. Setelah acara sambutan-sambutan, selanjutnya semua koper discan untuk memastikan tidak ada barang yang dilarang serta dilakukan penimbangan untuk mengetahui beratnya. Untuk tahun ini berat koper ditentukan tidak boleh melebihi  32kg. Kemudian Jama’ah diberikan Gelang Identitas dan Buku Kesehatannya, Beberapa obat Diare, Demam, obat gosok serta masker untuk persediaan, kemudian diberi secarik kertas yang berisi nomor kamar selama di asrama haji.

Bersama dengan itu, kami petugas TKHI ikut membantu petugas dari KKP melakukan pemeriksaan dan penyeleksian Calon jamaah haji terutama bagi yang punya risiko tinggi (Risti) dan bagi yang belum mendapatkan 2 vaksinasi wajib bagi Jamaah haji yaitu Meningitis dan Influenza. Ada beberapa jamaah yang ternyata belum mendapat vaksinasi sehingga langsung dilakukan vaksinasi oleh petugas dari KKP, sedang bagi mereka yang ternyata mengalami gangguan kesehatan langsung dibawa ke poliklinik yang terdapat di lingkungan asrama haji untuk mendapat penanganan, bahkan jika ada yang parah bisa ditunda keberangkatannya. Alhamdulillah jamaah yang kami iringi secara umum sehat meskipun ada puluhan yang perlu mendapatkan pengobatan dan satu orang, Tn. K  yang sepertinya megalami masalah gangguan ginjal dan kejiwaan ringan. Namun pada akhirnya semua Calon jamaah bisa diijinkan untuk berangkat.

suasana pertemuan menjelang keberangkatan

_

Malam harinya, kami tim kesehatan haji dipanggil ke BPHI untuk pengambilan format Laporan, Buku-buku petunjuk laporan online, serta diberikan 1 SIMCARD khusus untuk selama di Arab Saudi. Saat kami di BPHI ada seorang Jama’ah kami yang kebingungan mencari Ibunya. Tadi sore memang ibunya sempat dibawa ke BPHI untuk mendapat pengobatan dikarenakan Hipertensi yang diseritanya. Namun kata anaknya sejak saat itu ibunya menghilang tidak kembali ke kamar. Setelah berkoordinasi dengan ketua kloter dan ketua regu akhirnya ibunya ditemukan di kamar temannya.

Sekitar sehabis sholat Isya. Kami, Tim Kloter bersama dengan para Ketua Rombongan dan Ketua Regu berkumpul di Aula. Pertemuan ini bertujuan untuk Koordinasi dan pembagian Honor para ketua Regu dan ketua Rombongan. Honor ini ditujukan sebagai penyemangat para ketua Regu dan Ketua Rombongan supaya lebih memperhatikan Jama’ahnya. Dalam pertemuan ini juga diumumkan bagi semua jama’ah yang membawa obat-obatan pribadi diminta untuk menuliskan pada lembar belakang buku Kesehatan Jama’ah Haji (BKJH) atau yang biasa kami istilahkan sebagai “Buku Hijau” untuk kemudian ditanda tangani oleh Dokter kloter sebelum keberangkatan menuju bandara. Bayangkan Aja, 1 dokter harus tanda tangan 450 buah Buku, ya maklum bisa semalaman. Bahkan saat kami cek ternyata ada 1 jama’ah lagi yang belum mendapatkan vaksinasi meningitis. Setelah mengalami perdebatan sesaat akhirnya Jama’ah tersebut mau kami antarkan ke Pos kesehatan embarkasi untuk mendapatkan vaksinasi susulan.

Malam semakin larut, tiba-tiba seorang ketua regu datang dengan membawa surat keterangan dari dokter di daerah asalnya. “Dok, ini jama’ah saya ada yang kesakitan. Dari daerah kami diberi surat ini”. Kemudian saya memanggil perawat saya dan membaca surat tersebut. Masya Allah, kami lumayan deg-degan ketika membaca surat tersebut. Ternyata surat tersebut berisi surat keterangan dari dokter bahwa salah satu Jama’ah kami diduga menderita Appendicitis Acute alias penyakit usus buntu. Yang namanya usus buntu kalo memang terdiagnosa biasanya harus langsung dilakukan Appendictomy alias operasi. Langsung kami membayangkan jangan-jangan nantinya harus ada jama’ah yang ditunda keberangkatannya. Suatu hal yang amat sangat kita hindari karena akan rumit sekali prosedurnya.

Kemudian saya meminta perawat saya untuk membawa Jama’ah tersebut ke BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) embarkasi, maklum selama diembarkasi dan selama dipesawat kami tim kesehatan tidak dibekali obat apapun. Alhamdulillah setelah diperiksa dokter embarkasi ternyata jama’ah tersebut tidak apa-apa. Cuma ternyata riwayatnya jama’ah tersebut seharian Cuma makan 1 kali. Yang akhirnya sama perawat saya cukup dikonsulkan ke Kantin alias diajak makan hehe dan ternyata sembuh.

Masalah belum berakhir sampai disitu. Disaat lagi asyik tanda tangan BKJH lagi-lagi ada ketua regu mengetuk pintu. “Ada kakek-kakek yang belum dapat BKJH dan Gelang” wah ampun, kalo yang hilang duit siy bisa ditalangi teman-teman sesama jama’ah tapi kalo gelang yang ilang bisa tertunda keberangkatan. Saya langsung menginformasikan ke Ketua kloter yang langsung memanggil ketua regu. Namun saya melihat ada kejanggalan disini, BKJH dan gelang identitas diberikan satu bendel dengan nomor kamar. Si mbah ini waktu saya tanya sudah tahu kamarnya dimana, tapi waktu saya tanya BKJH dan gelangnya ternyata dia bilang gak dikasih. Saya bilang “Tidak mungkin” Untuk membuktikan kejanggalan ini saya beserta ketua kloter menuju ke kamar si Mbah kakung ini dan langsung mencari di dalam tas dada beliau. Wheladhalah ternyata si Gelang dan BKJH masih belum tersentuh hehe. Rupanya si Kakek 65 tahun ini agak pelupa, sebenarnya kasian juga tak seorang saudarapun yang menemani si kakek. “Lha niki lo mbah gelangipin, hehe pun niki didamel. Mboten angsal dicopot sampek wangsul”. Sontak semua yang ada di kamar itupun tertawa.

Malam Pun berlalu begitu lambat bagi kami. sesekali diselingi oleh beberapa kali ketukan kamarku. Macam-acam keluhan yang dikemukakan kepada kami. Ada yang mengeluh banyak nyamuk, ada yang mengeluh nggak bisa tidur karena ada AC sehingga kedinginan, ada juga yang silih berganti menyodorkan dokumen BKJH untuk saya tanda tangani… Hmmmm….

Pagipun menjelang, suara adzan dari masjid asrama membangunkanku.. Hmmmm.. masih ada sekitar 150 an BKJH yang harus disetorkan pada kami. Setelah jamaah Subuh akhirnya tumpukan BKJH tersebut datang. Asya Alloh masih banyak yang harus ditanda tangani, padahal jam 09.00Wib semua jamaah harus sudah ngumpul di Ruang Bir Ali..  ngebuuutttttt….. Alhamdulillah tepat jam 08.00 WIB saya telah selesai menendatangani semua BKJH yang ada dan bida berangkat mandi dan sarapan (sebagai catatan, Selama di Asrama Haji khusus Petugas Haji baik TKHI, TPHI maupun PPIH tidah mendapat jatah makan. Ya Cuma diberi uang saku untuk beli makan di warung gitulah hehe)..

Pukul 09.00WIB, semua jamaah Kloter 11 Kota pasuruan diminta berkumpul di ruang Bir ali untuk dilakukan pengecekan Tas tentengan, pemberian uang saku bagi jamaah Haji (Petugas ndak dapat uang saku), kemudian diberikan Paspor dan nomor tempat duduk. Nah disini enaknya, kalo petugas jika jamaahnya nggak ada yang sakit maka dapat jatah kursi 4 terdepan, kursi VVIP gitoo.. berhubung ada jamaah kami yang terkena stroke sebelum berangkat dan untuk mobilitas naik turun pesawat perlu Lift pesawat maka maka kami harus ada yang mengalah unuk bertukar kursi..disamping itu saat berkumpul ini kami gunakan untuk mencari jamaah yang sekiranya punya riwayat sering “mabuk perjalanan”. Saat itu juga kami berikan bekal obat anti muntah yang kami bawa sendiri dari rumah sehngga diharapkan tidak ada jamaah yang mabuk udara selama perjalanan. Saat waktu pembagian paspor ini ada masalah lagi karena ada salah satu jamaah kami yang foto visanya tertukar dengan saudaranya. Akhirnya beliau diberangkatkan dengan menggunakan penerbangan 3 hari kemudian berama kloter lain.

Sekitar Pukul 13.00WIB kami berangkat berombongan menuju bandara dengan dikawal patroli polisi. Bak orang penting.. sebagian kamipun tanpa sungan melambaikan tangan. Tepat Pukul 15.00WIB Good bye Surabaya, good bye Indonesia… semoga kami bisa kembali menjejakkan kaki di sini lagi…  entah sama atau tidak dengan fikiran petugas lainnya, samar-samar terbayang dipelupuk mataku akan beratnya tugas yang akan kmi emban ditempat yang belum pernah kami kenal dan karakteristik jamaah yang belum pernah kami tahu… Bismillah wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah… bantu kami yaa Alloh.

Komentar
  1. aminudin mengatakan:

    Bagus dok, trima ksh atas berbaginya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s