Menanti Ajal yaa Ghulaamm…. (Malpraktik ala Dukun pijat)

Posted: 7 Februari 2011 in Agama, Kesehatan
Tag:, , , ,

teman… lama tidak nulis bukan berarti penulis melepaskan saja litasan-lintasan kejadian dihadapan penulis. jika dulu penulis senang mengamati dinamika kehidupan masyarakat kita terutama masalah sosial politik, sejenak beberapa bulan ini penulis berusaha mecari dan menikmati pengalaman baru sesuai dengan lingkungan baru penulis yang memang menyita perhatian tenaga dan fikiran. namun ternyata terdapat banyak sekali pelajaran hidup yang bisa dipetik . salah satunya adalah cerita yang  akan penulis bagi dengan teman teman sekalian… semoga memberi pencerahan…

 

seminggu yang lalu, penulis  medapat konsulan pasien baru. Sebut aja namanya Ahmad 3 bulan…  si Ahmad ini  habis menjalani operasi, menurut dokter bedah yang mengkonsulkan menderita invaginasi.. yaa semacam usus yang masuk ke dalam bagian usus lainnya gitu. awalnya penulis tak terlalu menganggap spesial anak ini. apalagi bersamaan dengan dia juga masuk pasien lain dengan kasus yang sama. namun pasien terakhir ini lebih beruntung karena tinggal menjalani tutup stoma setelah 3 bulan yang lalu juga menderita invaginasi akibat pijatan maut dukun pijat di bagian perut si mungil ini.

sesaat setelah mempelajari laporan operasi An. Ahmad ini, penulis merasa terharu… sosok mungil yang sedang berada di depan penulis ternyata mengalami kerusakan hebat pada lambungnya. menurut laporan tersebut dan diperkuat dengan keteranga dari dokter bedahnya, seluruh permukaan lambungnya membiru, warna “Biru” dalam dunia anak muda mungkin artinya hampir sama dengan warna “Pink” dimana keduanya mungkin menunjukkan suasana romantisme. Namun kedua warna ini sangat berkebalikan maknanya jika menyangkut organ-organ tubuh kita. “Pink” berarti kehidupan, sedang “Biru” berarti ancaman kematian..” Lambungnya sudah Nekrose pak….” begitu kata sang dokter bedah.Lambung nekrose berarti tidak akan ada makanan yang bisa diberikan. Artinya saluran pencernaanna akan benar2 tidak bisa berfungsi. Jika dipaksakan diberi makanan maka akan menjadi bumerang, karena makana tersebut malah akan menjadi fokus infeksi yang hebat, namun jika tanpa asupan makanan maka si kecil ini lambat laun akan digerogoti kolestasis ang bisa mengancan jiwanya.. Hhmmmm… sedang untuk operasi Gastrostomi sampai saat ini kata si dokter bedah belum bisa dilakukan untuk bayi..

Bukan Sekali dua kali ini saja terjadi “Malpraktik” para dukun pijat. tidak hanya terhadap bayi tapi juga baak orang dewasa yang akhirnya harus menjalani laparatomy akibat ileus obstruktif yang dideritanya setelah dipijat bagian perutnya. ” Coba kalau yang melakuka ini seorang dokter, pasti sudah dituntut macem-macem” begitu kata Staff pengajar kami.

Sesaat Penulis berfikir, anak sekecil ini harus meghadapi kenyataan pahit. bukan karena kesalahan yang diperbuatnya. tapi lebih karena kecerobohan orang tua yang  kurang “Amanah” tidak bisa menjaga titipan Tuhan. sebagai orang tuatidak cuma dituntut untuk bisa memberi nafkah saja, tapi juga bertanggug jawab terhadap masa depan anak ang menjadi amanahnya. disinilah penulis masih tetap pada pendapat penulis seperti ang sering penulis ungkapkan dalam obrolan dengan beberapa teman, bahwa menjadi orang tua harus “Smart” da harus terus belajar, karena disamping anak-anak akan hidup di zaman ang berbeda dengan orang tuanya, merekapun juga akan mendapati kenyataan bahwa ilmu pengetahuan akan semakin terung berkembang.

Sesaat Penulis melihat si kecil mulai sadar dari pegaruh Anestesi dan mulai tersenyum saat di stimulasi..  senyum yang tanpa beban. ia tidak tahu jika hanya mu’jizat Alloh sajalah yang bisa menyelamatkannya. Orang tuanyapun hanya bisa tertunduk menangis hari demi hari menyesali kesalahannya. Sebuah harga yang mahal yang sebenarnya bisa kita cegah jika saja kita mau terus menerus belajar…

Semoga senyum si mungil ini masih akan terus bisa terkembang, sampai saat jika sang khaliq benar2 memanggilmu ya Ghulaamm…

“Seringkali Manusia Harus Ditampar Untuk mengetahui bahwa dirinya benar benar sadar, namun alangkah beruntungnya manusia yang bisa tersadar hanya dengan merasakan suara tamparan pada Manusia sekelilingnya tanpa dirinya harus merasakan sakitnya tamparan yang serupa” ( Zakky)

Komentar
  1. ahmad musyrifin mengatakan:

    hufff……ngeri juga ogut bacanya, ternyata pijatan yang salah sampe memberikan efek yang begitu hebat……..
    masbro ogut mo tukeran link dunk, blog ini dah nancep di blog ogut, dibagian side bar, silahkan di cek ke http://coretankoe.blogdetik.com/

    kalo punya saya:
    text: ahmad musyrifin
    link: http://coretankoe.blogdetik.com/

    ditunggu link baliknya masbro…..

  2. dadan mengatakan:

    posting yang menarik…
    saya suka sekali apa yang Om Zakky tulis di akhir posting:
    “Seringkali Manusia Harus Ditampar Untuk mengetahui bahwa dirinya benar benar sadar, namun alangkah beruntungnya manusia yang bisa tersadar hanya dengan merasakan suara tamparan pada Manusia sekelilingnya tanpa dirinya harus merasakan sakitnya tamparan yang serupa” ( Zakky)

    Saya nggak tahu apakah hal itu menimpa Om Zakky atau memang hasil pengamatan dinamika kehidupan aja… tapi rasanya memang suatu hal akan sangat berharga ketika kita mampu menyelami hikmah dibalik berbagai peristiwa yang terjadi.
    Semoga kita selalu mempunyai keinginan untuk belajar dan berlaku bijak dalam kehidupan kita. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s