Untuk Seorang Sahabat…. Go to Hell fee for health services System

Posted: 17 Maret 2012 in Kesehatan, Sosiokultural
Tag:, , , , , ,

Tulisan ini Penulis dedikasikan untuk seorang sahabat, adik, dan teman sejawat Penulis yang sedang tergolek di Ruang Perawatan di sebuah Rumah Sakit di Solo.

Senin 12 Maret 2012,,,…..

Seorang Dokter muda dengan semangat Pagi yang berapi-api bergegas mengendarai motor kesayangannya. Tujuannya tak lain adalah  sebuah Puskesmas di daerah Sragen. Maklum.. ini adalah minggu-minggu dimana  dia harus mengikuti stase IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat) dan pagi ini ada sebuah aktivitas yang harus ia ikuti..

Tak ada yang tahu persis kejadiannya seperti apa… dalam perjalanan dia mengalami kecelakaan.. sebuah kecelakaan hebat yang membuat dokter muda ini tak sadarkan diri dan dilarikan oleh petugas lalulintas  ke  sebuah RS. Disana diketahui sang dokter muda mengalami Trauma kepala berat, Open Fracture os femur. Berhubung peralatan yang terbatas dan tenaga ahli yang kurang, sang dokter muda ini harus dialih rawat ke RS yang lebih lengkap fasilitasnya. Teman-teman si Koas (sebutan untuk dokter muda) ini berusaha untuk secepatnya membawanya ke Solo yang nota bene merupakan RS terlengkap didaerah Solo. Namun… disinilah masalahnya.. Siapapun di negara ini kalau mau pindah tempat/ pindah RS harus Bayar dulu lunas, baru boleh pindah.. Segawat apapun itu pasien dan seminim apapun fasilitas RS tersebut, hal di atas adalah lumrah.. tak terkecuali terjadi pada si dokter muda ini..

Seandainya sang Dokter Muda yang jauh dari keluarga ini adalah orang miskin yang memegang kartu JAMKESMAS pasti tak jadi masalah. Status sebagai seorang calon dokter ternyata tak ada artinya apa-apa dibanding dengan keinginan untuk mengejar Golden periode penanganan terhadap CKB (Cedera Kepala Berat) nya. Beruntung ada orang-orang ang berhati mulia. Seorang dokter dari RS yang bersangkutan segera mengajukan diri untuk menjadi penjamin pembayaran/biaya administrasinya sehingga pada sore harinya si Dokter Muda ini sudah dapat dirawat di RS Rujukan..

Jaminan Kesehatan yang tak kunjung tuntas..

Masih ingat lirik lagu dari Iwan Fals ini:

Deru ambulan memasuki pelataran rumah sakit yang putih berkilau
Didalam ambulan tersebut tergolek sosok tubuh gemuk bergelimang perhiasan
Nyonya kaya pingsan mendengar kabar putranya kecelakaan
Dan paramedis berdatangan kerja cepat
Dan langsung membawa korban menuju ruang periksa
Tanpa basa-basi, ini mungkin sudah terbiasa

Tak lama berselang sopir helicak datang
Masuk membawa korban yang berkain sarung
Seluruh badannya melepuh
Akibat pangkalan bensinnya meledak
Suster cantik datang mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban,
Dijawab dengan jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos….pengobatan
Hai sungguh sayang korban tak bawa uang
Suster cantik ngotot lalu melotot dan berkata
Silakan bapak tunggu dimuka

Hai modar aku…..hai modar aku
Jerit si pasien merasa kesakitan

…………………………………….

Dulu… lagu itu benar adanya… tapi sekarang.. “Nyonya kaya yang pingsan mendengar kabar putranya kecelakaan” itu nasibnya sudah sama dengan “korban yang berkain sarung” ini. “Nyonya kaya yang pingsan mendengar kabar putranya kecelakaan” ini jelas punya modal kuat untuk membayar ongkos pelayanan kesehatan, sang “korban yang berkain sarung” inipun sekarang boleh tersenyum lebar dan tak perlu teriak “…..hai modar aku” lagi , karena orang Miskin sekarang mendapat jaminan istimewa baik dengan JAMKESMAS, JAMKESDA, Maupun JAMPERSAL..

Yang cilaka ya orang yang antara “Nyonya Kaya” dan “Korban berkain sarung” ini. Siapa yang akan menanggung biaya pelayanan kesehatan yang demikian mahal? Atau paling tidak kecepatan penanganan/ merujuk bagi pasien menengah yang belum bisa bayar..

Okelah.. mungkin anda sekarang bisa dengan bangga bilang “Salah sendiri Siapa suruh anda sakit??” Silakan anda berkata demikian jika anda memang benar-benar kaya dan tak akan bangkrut dalam waktu dekat, atau silakan juga anda berkata demikian jika anda benar-benar miskin (ya tentunya jika anda punya Jamkesmas), tapi saran saya jangan sekali-kali anda berkata demikian jika anda hanya berstatus menengah ke atas. Karena ingat, di negara kita ini banyak yang menjadi SADIKIN….. Sakit Sedikit Jadi Miskin.

Penulis bermimpi suatu saat orang hanya cukup menunjukkan KTP dan bisa dirawat di manapun RS di seluruh Indonesia, bisa dirujuk kapanpun tanpa menunggu yang namanya “Mbayar”. Trlebih lagi bagi mereka yang memang dikejar Golden periode dalam penanganannya. Coba jika sistem ini bisa dilaksanakan, tanpa bermaksud mendahului taqdir, bayangkan berapa banyak jiwa yang bisa ditolong?? Berapa banyak yang bisa diselamatkan dari sequelle permanen akibat keterlambatan penanganan?

Yah… sementara menunggu Kebijakan yang lebih serius dari pemerintah, Penulis ingin mengetuk hati para teman sejawat dokter, terutama bagi mereka yang mempunyai RS untuk lebih mengedepankan Rasa Kemanusiaan dibanding sekedar onggokan duit yang nanti tak akan pernah kita bawa ke liang lahat.. Rasa kemanusiaanmu itulah yang akan tetap terkenang meskipun kita sudah tidak ada lagi. Semoga lebih banyak dokter, tenaga medis dan para medis lain yang berhati mulia.. tapi di atas itu kita akan lebih bahagia jika DPR kita dan Kemenkes kita segera merumuskan semacam  JAMKESMASROMIS (Jaminan Kesehatan Masyarakat Rodok Miskin) , JAMKESEMI (Jaminan Kesehatan Masarakat Sedikit Miskin), JKMM (Jaminan Kesehatan Masyarakat Menengah) atau aoapunlah namanya.. Sehingga harapan Penulis, Kejadian yang menimpa dokter muda teman penulis tidak menimpa orang lain..

Teriring doa

Allahumma robbannas. Adzhibil ba’sa. Isyfi antasysyaafii, laa syifaa a illaa syifaa uka. Syifaa an la yughadiru saqamaa.

semoga cepat sembuh…. Carko..

Komentar
  1. Kakaknya Hilma mengatakan:

    Wah pak,tak kusangka dirimu bisa nulis yang beginian…
    Amiin ya Robbb

  2. Kakaknya Hilma mengatakan:

    Wah pak,tak kusangka dirimu seorang penulis…
    Amiin ya Robbb

  3. azzakky mengatakan:

    hehehe… begitulah

  4. mr.x mengatakan:

    Itulah fenomena dinegeri kita.. Belum semua orang punya jaminan kesehatan.. Padahal itu penting banget loh..
    tapi tulisan ini baru melihatnya dari sisi kacamata pasien ajah.. Bagaimana dengan sisi kacamata manajemen RS. Emang sih betul kemanusiaan tuh perlu. Tapi apa mau para dokter suster pegawai RS cuma dibayar dengan ucapan terimakasih tanpa gaji yg sesuai?? Apa bisa RS beli obat dengan utang??
    Banyak loh dokter yg ngeluh gaji sekarang aja belum belum sesuai…
    Jadi gimana solusinya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s