Paku Kemarahan

Posted: 1 Oktober 2012 in Kisah Teladan
Tag:, , , ,

teringat saat penulis mendengarkan sebuah cerita mutiara dari negeri china dalam rangkaian Chinese stories yang penulis dapat dari seorang teman. mungkin teman-teman sudah pernah mendengarnya.
Dikisahkan suatu saat ada seorang pemuda yang sangat pemarah, tak terhitung berapa kali dia marah dalam sehari. bahkan kadang kemarahannya itu tanpa didasari alasan yang bisa dimengerti. Suatu saat sang pemuda ini berniat untuk memperbaiki dirinya, dia ingin sekali mengendalikan kemarahannya dan berusaha berbuat baik. namun belum ada cara yang tepat untuk mewujudkan niatan tersebut. singkat cerita pemuda ini disarankan oleh seseorang. dia diminta melampiaskan kemarahannya itu dengan cara menancapkan sebuah paku pada pagar yang berdiri di sekitar rumahnya. pemuda ini bingung dengan saran tadi. namun karena keinginannya untuk berubah dia menuruti saran tadi. hari demi hari berlalu… tiap kali dia ingin marah, segera dia mengambil sebuah paku dan menancapkannya ke pagar kayu itu. selang beberapa waktu pagar tadi sudah penuh dengan paku-paku yang ia tancapkan. kemudian dia mencari orang yang memintanya melakukan tadi untuk meminta penjelasan atas apa yang dilakukannya, dan meminta pertanggungjawaban karena dia masih saja sering ingin marah meskipun sekarang sudah mulai bisa dia kendalikan. saat bertemu orang tadi, bukannya jawaban yang dia dapatkan. dia malah mendapat tugas baru. Tiap kali dia dapat menahan kemarahan, dia diminta mencabut satu paku yang dia tancapkan di pagar tadi.. ingin rasanya pemuda ini menanyakan apa gerangan tujuan dari perintah ini. namun karena didorong oleh rasa ingin sembuh. dia mau melakukannya.
hari berganti hari, si pemuda terus melakukan apa yang diperintahkan si orang tadi. tiap kali dia berhasil menahan marah, dia cabut satu paku yang dulu ia tancapkan ke pagar kayunya. sampai pada suatu hari tidak ada lagi paku yang menancap di pagar kayunya. saat itu dia merasa dirinya jauh lebih baik. kemudian dia menemui orang tadi. sebelum dia meminta penjelasan orang itu sudah berkata” itulah yang kita lakukan tiap kali kita marah, kata-kata menyakitkan yang kita ucapkan pada seseorang pagaikan paku yang kita tancapkan pada pagar kayu, bisa saja kita mencabutnya dengan Permintaan maaf. namun lubang bekas paku itu akan tetap ada disana”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s