Stop Diare Anak saya doonnkk….. dooookk……

Posted: 9 Oktober 2012 in Kesehatan
Tag:, , , , , , , , ,

“Dokter…. anak saya ini sudah 2 hari diare. sudah dirawat di sini dan mendapat infus namun kok  masih buang air besar 6 kali ya dok?” hehehehe…. kata-kata ini sering kali terucap oleh ibu-ibu yang anaknya sedang menderita diare akut. Sebenarnya diare pada anak memang perlu perhatian serius disamping itu perlu kehati-hatian dalam penanganannya.

Kebanyakan diare akut (diare yang berlangsung kurang dari 7 hari) yang diderita oleh anak usia kurang dari 3 tahun biasanya disebabkan oleh infeksi rotavirus meskipun bisa juga disebabkan oleh penyebab lainnya seperti infeksi amoeba, shigella, intoleransi laktosa, alergi terhadap susu sapi dan penyebab-penyebab lainnya.

untuk itulah perlu diketahui bahwa penanganan pada diare sangat tergantung pada penyebab diare tersebut. Ibu-ibu yang anaknya menderita diare hendaknya jangan terburu-buru menghentikan diare anaknya dengan obat-obatan yang ada di pasaran tanpa pengetahuan yang cukup tentang diare yang diderita anaknya. Tidak semua obat-obatan yang aman untuk orang dewasa juga aman untuk anak-anak. sering kali karena ingin buru-buru diare anaknya mampet, ibu-ibu langsung memberikan obat anti diare. alih-alih sembuh malah anaknya menjadi kembung dan susah buang air besar.

Dehidrasi

Tanda-tanda penting anak dehidrasi:
1. anak tampak kehausan
2. Mata tampak cekung
3. Airmata berkurang
4. Mulut (mukosa) tampak kering
5. Turgor kulit kembali lambat (saat kulit perut dicubit, terlihat kembali pelan)
6. Buang air kecil berkurang

Dalam mendiagnosis diare yang terjadi pada anak, ibu-ibu perlu memperhatikan beberapa hal yang akan sangat membantu dokter dalam menegakkan penyebab diare pada anak.

1. Frekuensi Buang air besar: WHO mendefinisikan diare  adalah buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dengan perubahan konsistensi dibandingkan dengan biasanya. pada  anak yang masih minum susu atau ASI biasanya frekuensi BAB bisa lebih dari 3 kali. hal ini bisa jadi normal asalkan berat badan anak tersebut tidak mengalami penurunan.

2. Konsistensi Buang air besar: apakah hanya cairan, cair sama banyaknya dengan ampas, ataupun lembek.

3. Apa warna feses (kotoran) apakah ada lendir, apakah ada darah?. Hal ini sangat membentu dalam mengetahui penyebab diare.

4. Sudah berapa hari berlangsung? Diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu harus ditelusuri penyebab lain yang mungkin mendasarinya.

5. apakah disertai demam? Demam dulu baru diare ataukah diare dulu baru terjadi demam. perlu diketahui bahwa demam yang terjadi setelah beberapa kali mencret dapat menjadi indikator bahwa kemungkinan demam tersebut disebabkan oleh adanya dehidrasi (kekurangan cairan) yang mulai terjadi akibat banyaknya cairan yang keluar.

6. adakah gejala lainnya seperti mual, muntah, anak terlihat kehausan, lemas, mata terlihat cowong, rewel bahkan sering tidur?

7. Saat ini masih minum ASI atau susu formula? jenis susu formula yang diminum? Obat apa saja yang sudah diberikan?.

Informasi di atas sangat berharga bagi dokter untuk menentukan kira-kira penyebab diare. Biasanya untuk penanganan diare akut terutama yang disebabkan oleh rotavirus, dokter akan menyarankan 5 hal yang biasa disebut % Pilar tatalaksana Diare. 5 hal ini meliputi:

1. Rehidrasi. yaitu pemberian cairan pengganti dengan menggunakan Oralit baru. Oralit disamping mengandung cairan juga mengandung elektrolit yang berguna untuk mengganti elektrolit yang hilang bersamaan dengan terjadinya diare.

2. ASI dan makanan tetap harus diberikan. jangan sekali-kali mempuasakan anak yang sedang diare kecuali memang ada penyakit lain yang mengharuskan anak tersebut puasa. hal ini untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan yang semakin banyak.

3. Pemberian Zink selama 10-14 hari. Zink diberikan 10 mg/ hari untuk anak usia < 6 bulan, dan 20 mg/ hari untuk anak usia > 6 bulan. Zink punya peranan dalam regenerasi/ pemulihan epitel usus yang rusak oleh karena infeksi. selain itu zink juga berperan dalam kinerja enzim-enzim pencernakan.

4. Pemberian antibiotika secara selektif. tidak semua diare diberi antibiotik. tergantung dari penyebab diarenya.

5. Edukasi kepada keluarga. edukasi ini meliputi banyak hal diantaranya penyapihan yang benar, pemberian susu formula harus menggunakan botol yang bersih, botol harus direndam dengan air panas. juga cara pembuatan susu formula harus benar, hendaknya susu formula dibuat dengan cara memasukkan dulu air panas baru kemudian susu formula dimasukkan sesuai takaran. edukasi tentang pemakaian jamban yang sehat. juga pentingnya imunisasi campak, imunisasi ini juga berperan dalam pembentukan imunitas saluran pencernaan. dan yang terbaru imunisasi rotavirus.

Semoga bermanfaat..

ingat: “Ibu cerdas, Anak sehat”🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s