Tarian Para Ksatria

Posted: 15 November 2012 in Politik
Tag:, ,

Suka atau tidak suka, beberapa minggu terakhir ini kita melihat fenomena yang jarang kita temui sebelumnya. fenomena berupa  pertarungan Koruptor dan para makelarnya berhadapan dengan orang-orang yang sudah muak dengan trik-trik kotor para budak uang ini.  Semenjak reformasi bergulir, suara kencang anti KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) berembus kencang menerpa seluruh sendi-sendi bangsa ini. slogan ini tak hanya mengikis orang-orang orde baru yang dicap sebagai kader KKN, namun banyak juga korban yang terkena imbas meskipun dia bukan bagian dari KKN ini.

Sayangnya, slogan Anti KKN ini hanya pemanis bibir, para “tikus” berdasi yang sudah puluhan tahun malang melintang menggerogoti uang rakyat masih belum rela perut mereka kurus karena kehilangan ceperannya. al hasil segala cara dilakukan untuk mengakali birokrasi supaya penghasilan tetap ada meskipun sistem berubah.

ditengah-tengah kondisi yang acak adut ini secercah harapan timbul. kita tentu masih ingat sederetan nama ang cemerlang dalam berjuang ditengah manusia-manusia munafik penghisap darah rakyat. Nama-nama seperti Baharuddin lopa, Abdurrahman ruki, Antasari Azhar, yang getol memberantas korupsi meskipun beberapa diantaranya “Gugur” di medan laga setelah dikepung dan dihantam bertubi-tubi para konspirator yang tidak rela negara ini lebih baik.

Baru-baru ini kita juga berharap pada munculnya tokoh-tokoh baru yang masih muda bertenaga yang juga sudah muak dengan akal bulus para “tikus-tikus bermental duafa” ini. Nama- nama yang bersih (atau setidaknya masih bersih sampai saat ini) seperti Yusuf kalla walaupun saat menjadi Wapres tidak bisa banyak membuat gebrakan), Mahfudz MD, dahlan Iskan Al Dakhil , Jokowi dan Ahok, Ketiga tokoh terakhir ini masih sangat bersemangat bersih-bersih.

Ibarat dalam pertempuran, para tokoh anti korupsi ini laksana Daud yang harus berjuang keras tidak hanya melawan kesaktian raja Jalud yang dari segi usia, pengalaman dan ilmu kanuragan sudah sangat “Lanyah”/ mumpuni, namun juga harus melawah para ksatria Jalud yang jumlahnya masih jauh lebih banyak, serta mau tidak mau harus berhadapan dengan cibiran masyarakat yang meskipun sebenarnya sudah muak dengan si raja Jalud namun menganggap para pejuang ini orang yang Bombongan alias lebay alias cari nama biar dianggap pahlawan. Dalam situasi seperti ini tidak ada yang mereka harapkan selain berdoa semoga tidak kehabisan tenaga menghadapi kepungan para bandit.  dan mestinya diri kita yang saya yakin 99% sebenernya juga benci yang namanya  Korupsi (meskipun kurang konsisten, dan kadang tergantung situasi dan kebutuhan) juga ikut urun rembuk, membantu para pejuang ini biar tidak limbung dan roboh akibat kepungan para mafia ini. Biarkan mereka lebih lama menari-nari lincah sembari menghantam kiri-kanan merontokkan kepungan si kumpulan orang-orang culas it. setelah sekian lama tak ada orang lurus yang punya keberanian menegakkan kebenaran. sekarang saatnya perjuangan itu dimulai..

let’s fight together.. and we will see the truth never die… GO HELLL for CORRUPTOOOORRRRR!!!! CHAAAAARRRRGEE

 

Boleh jujur, coba para pembaca silakan memberi tanggapan. apakah anda tidak pernah melakukan tindakan yang mendukung upaa korupsi??….. beneran ndak pernah? hehe…. yakiiinnn?? Miapa?… hehe… coba diingat ingat….

1. Saat orang tua anda “dulu” menguruskan akta lahir?….. jika tidak coba yang di bawah ini..

2. Saat ngurus pembuatan SIM pertama kali? …. Oooo… baik… baik…. labgsung ujian… langsung lulus… oke.. coba yang dibawah ini

3. saat mencoba menjadi karyawan Negeri/Swasta? mbayar ndak? hehe smoga tidaakk……

4. Saat anda mau  masukin anak ke sekolah favorit?……

5. Atau jika anda pengusaha mungkin pernah memberikan gratifikasi atau sekedar uang jajan buat fihak yang berperan dalam meng ACC proyek anda? atau jika anda dokter, pernahkah anda memberikan resep hanya didasarkan karena iming-iming materi?  ok mungkin anda ndak pernah melakukan perbuatan yang membantu terjadinya Korupsi…

lalu bagaimana dengan korupsi kecil-kecilan? apakah anda juga tidak pernah melakukannya? semua orang di negeri ini punya peluang berkorupsi. dari tingkat RT sd presiden dan bahkan sampai DPR/MPR. jangan dikira kalo orang kecil tidak akan berkorupsi. mau contoh korupsi kecil-kecilan? coba direnungkan…

1. Penjaga taman wisata yang tidak memberikan tiket masuk (meskipun tiket masuknya hanya Rp. 2000,- tetap namanya korupsi kan)

2. Penjaga Peron terminal bis yang tidak ngasih karcis masuk

3. kondektur bis yang suka “nyolet”

4. Naik kereta Api nggak mau bayar….

5. bagi lurah mungkin bs jadi mempersulit pengurusan KTP dan baru lancar setelah ada uang rokok..

6. Nge-mel: istilah umum dikalangan sopir Truk

dan masih banyak lainnya..

Intinya… anda mungkin nda sanggup menjadi pejuang seperti nama-nama di atas, namun setidaknya kita semua bisa ikut mendukung secara tidak langsung dengan cara membatasi gerak para koruptor dan berani berkata TIDAKKK…. pada KORUPSI (hihihi…. namun jangan ikut jejak tokoh yg mengiklankan slogan ini ya) haha..

dan tak lupa pegang selalu ajaran berikut: Dari tsauban berkata : ” Rasulullah saw melaknat orang yang menyuap, yang disuap, dan perantara suapan ” yakni orang yang memberikan jalan atas keduanya, HR. Ahmad.

Nah lo… yang Nyuap, yang disuap dan makelar penuapannya juga dilaknat tu..

demikian wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s