Gambaran pelayanan kesehatan di Tapal negeri (Part 3)

Posted: 29 Mei 2013 in Kesehatan
Tag:, , , , , ,

Senja Di Sekadau

Kalau minggu kemarin Kick Andy membahas tentang sosok perjuangan para tentara di perbatasan dalam melayani kesehatan. memang begitulah keadaannya. Potret pelayanan kesehatan kita mungkin belum menjadi prioritas yang perlu diperhatikan. Pelayanan di daerah terpencil banyak yang sifatnya sporadis seperti yang sesekali diadakan oleh TNI bekerjasama dengan Mahasiswa. kalaupun ada penempatan petugas medis ke pelosok negeri masih terkesan setengah hati. Contohnya penempatan tenaga PTT ataupun internship tidak dibarengi dengan kelengkapan/standar minimal yang jelas dalam pelayanan pasien. Obat dan alat medis menjadi “Musuh” utama dalam memberikan pelayanan yang bermutu (terlepas dari kontroversi program internship maupun PTT). Namun begitu Kami, para tenaga medis berusaha benar melayani pasien kami semampu kami. Berikut ini beberapa kasus yang kami dapatkan selama bertugas sampai 4 bulan di Sekadau.

Bayi Berat Lahir Ekstrem Rendah

Neo 900 gram. 28 minggu

Neo 900 gram. 28 minggu

Bayi ini memang sudah lahir saat saya datang di RS ini. tepatnya lahir tanggal 24 Desember 2013. Bayi mungil ini lahir dengan berat badan 900 gram dengan usia kehamilan 28 minggu (7 bulan). lahir spontan di sebuah klinik swasta. kemudian dirujuk ke RS dan mendapat perawatan awal oleh residen senior saya, dr. Arif Ismail, yang bertugas antara Agustus 2012 sampai Januari 2013. Masalah utama prematuritas seperti Apnoe of prematurity (henti napas karena prematur) sering terjadi. Berkat tangan dingin beliau ini pasien ini tetap stabil. Saat kedatangan saya pada bulan Februari, berat badan bayi ini sudah mencapai 1400 gram dengan kejadian Apnoe yang sudah semakin jarang. Tanggal 22 Februari 2013, tepat 2 bulan bayi ini dirawat, akhirnya bisa dipulangkan dengan berat akhir 2200 gram dengan pemberian edukasi tentang Imunisasi yang harus disesuaikan dengan kondisi prematuritas bayi tersebut.

By Ny K1

kondisi saat dipulangkan

Sampai saya menulis blog ini, saat ini bayi tersebut sudah lebih dari 4 kg. Alhamdulillah. Bayi bayi yang lahir dengan berat rendah (<2500 gram) sangat umum terjadi didaerah ini dengan penyebab beragam, seringkali nutrisi ibu yang kurang mendapat asupan yang cukup yang menjadi penyebabnya. selain penyebab lainnya seperti kejadian Hipertensi dan lainnya. tercatat dari sejak kedatangan saya di daerah ini sampai bulan mei ada 12 bayi yang dirujuk dengan BBLR, tentunya jumlah tersebut hanya BBLR yang ada masalah saja yg bersedia dirujuk ke RS, BBLR-BBLR lainnya dipedalaman tentunya jauh lebih banyak yang tidak dikirim ke RS.

Anak laki-laki dengan tersangka ALL dd AML

Bulan februari akhir datang seorang anak laki-laki diantar ayahnya. keluhan utamanya berupa adanya benjolan di perut sebelah kiri, keras. Anak ini sudah pernah berobat di dokter umum dan dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil Leukositosis (sel darah putih yang jumlahnya meningkat) saat itu tercatat Leukositnya lebih dari 150.000/ul dan Anemia. Karena merupakan kegawatan maka pasien saya sarankan rawat inap untuk dilakukan Hidrasi (Pemberian cairan infus dengan tujuan mengencerkan kekentalan darah) dan pemberian transfusi darah. Ayah pasien setuju dan pasien kami rawat inapkan.

Dari hasil pemeriksaan gambaran darah tepi bisa saya dapatkan banyak sekali sel-sel leukosit muda (Blast). Berhubung PMI belum ada di kabupaten ini, maka pemberian transfusi yang sebenarnya cukup dengan darah merah saja atau disebut PRC (Packet Red Cells) tidak bisa dilakukan, alhasil kami harus memasukkan Whole Blood (darah yang terdiri dari komponen utuh) yang tentunya akan semakin meningkatkan jumlah sel darah putih juga, kami harus putar otak supaya jangan sampai pemberian transfusi darahnya malah menjadikan kekentalan darah meningkat. Transfusipun kita lakukan bertahap dengan pemeriksaan lab ketat. Pengawasan ketat dengan pemeriksaan PH Urin, Kadar Asam Urat maupun pemeriksaan kadar elektrolit berusaha kami lakukan. Persoalan muncul ketika kami memerlukan Natrium Bicarbonat untuk meningkatkan PH Urin pasien ini. karena sediaan ini sulit kami cari di Apotik. akhirnya setelah melobi beberapa puskesmas ada puskesmas yang masih punya persediaan obat ini. Setelah kondisi pasien cukup stabil, pasien kita rujuk ke RS dr. Soedarso di Pontianak. meskipun awalnya keluarga keberatan, namun akhirnya keluarga mengerti tentang pentingnya perawatan lebih lanjut untuk penegakan diagnosis dan terapinya. saat ini pasien masih rutin berobat di RSUD dr Soedarso Pontianak.

Neonatus dengan ibu Eklamsia

Pada suatu malam di bulan april saya dibangunkan sekitar jam 12.45 WIB. “Dok, mau ada SC, pasien dengan eklampsia (Kejang yang terjadi pada ibu hamil dengan hipertensi akibat keracunan kehamilan). pasiennya Koma dok. kejang sudah sejak tadi pagi jam 9, namun diterapi Alternatif dulu, setelah tidak ada perkembangan baru sekitar jam 10 malam tadi dibawa ke RS. ini DJJ irreguler..” kata si Fio, dokter internship yang lagi jaga saat itu. Sayapun segera bergegas meski setengah ngantuk, karena sebenarnya baru bisa memejamkan mata jam 12 malam. Jarak rumah dinas dengan RS sekitar 6 km namun karena setengah mengantuk saya tidak berani ngebut.. hehe.. pas saat sampai di RS beberapa saat kemudian bayi dapat dilahirkan secara SC. saat lahir tidak langsung menangis sehingga sempat kami lakukan resusitasi, alhamdulillah setelah itu bayi mulai bernapas meskipun masih terlihat adanya retraksi dan napas cuping hidung. Malam itu juga dengan mata setengah watt, saya dibantu Fio melakukan pemasangan akses vena umbilikal untuk memudahkan terapi yang akan kami berikan.

Pasang infus umbilikal tengah malem.. with Fio

Pasang infus umbilikal tengah malem.. with Fio

Hari berikutnya kondisi bayi semakin membaik, meskipun kondisi ibunya masih terbaring koma di ICU RS selama 4 hari. setelah perawatan selama 1 minggu berangsur kondisi bayi dan ibu bayi membaik dan alhamdulillah sekali lagi bayi dan ibunya bisa ditolong.

Selang 1 minggu berikutnya kami dapat kiriman lagi pasien dari desa mongko kecamatan Nanga Taman, ceritanya hampir sama.. pasien ini sudah mengalami kejang dari jam 9 pagi dan sama-sama tidak mau dirujuk oleh bidan setempat karena masih dicoba diobati alternatif karena dikira orang kerasukan. setelah sampai sore tidak ada perbaikan akhirnya keluarga menurut ketika bidan menyarankan untuk membawanya ke RS. Perjalanan dari desa tersebut jangan dibayangkan seperti membawa pasien dari perkampungan di tawangmangu ke kota Solo. Bayangkan, karena jalanan yang biasanya hanya bisa dilewati sepeda motor saat itu becek bukan main setelah guyuran hujan. Bidan ini terpaksa mengevakuasi pasien lewat Sungai. Sambil naik speedboat, bidan desa berusaha untuk tetap menjaga stabilitas kondisi pasien yang masih kejang terus menerus. 2 jam perjalanan sungai berriak deras ini akhirnya pasien sampai ke Puskesmas Nanga Taman. setelah itu pasien langsung dibawa dengan ambulan ke RS sekadau. jarak Nanga Taman dengan RS Sekadau sekitar 1 jam. Saat pasien tiba di RS, Kami tim dari Dokter kandungan, dokter anestesi dan dokter anak telah bersiap untuk dilakukan Operassi SC. namun pemeriksaan awal kami dapati jika janin sudah tidak ada denyut jantung. Benar juga, setelah lahir bayi ini sudah meninggal dunia. tubuhnya sudah kaku (Rigor mortis). Sayang sekali.. namun begitulah kenyataannya.. Sedangkan si Ibu sempat Koma juga 4 hari. berkat tangan dingin dokter Anestesi dan Kandungan, si Ibu ini bisa diselamatkan.. sekali lagi….. Alhamdulillahhhh..

dr. Acholder (Obsgyn), dr Kurniawan (Anestesi), dan Saya (Anak)

dr. Acholder (Obsgyn), Saya (Anak) dan dr. Kurniawan/aan (Anestesi)

 

……………….. (Bersambung)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s