Gambaran pelayanan kesehatan di Tapal negeri (Part 4/tamat)

Posted: 20 Agustus 2013 in Kesehatan, Uncategorized
Tag:, , , ,

Tak terasa 6 bulan berlalu begitu cepat.. memang, belum banyak yang dapat saya lakukan di tempat tugas saya. Butuh beberapa tahun serta dukungan serius dari pemerintah jika ingin mewujudkan sebuah pelayanan yang memadai untuk saudara-saudara kita di garda terdepan republik ini. sudah sering kita mendengar betapa buruknya fasilitas di perbatasan, tidak hanya fasilitas infrastruktur yang tak terpantau, namun juga kualitas pelayanan dan peralatan kesehatan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan yang ada di pulau jawa. Perlu diingat bahwa mereka juga INDONESIA.

Beberapa usaha kecil yang sempat penulis lakukan sifatnya baru sporadis dan spontanitas. Seperti merubah nuansa Ruang poliklinik Anak menjadi lebih bernuansa anak-anak, mencoba memberikan beberapa update keilmuan tentang resusitasi neonatus, dan menghadiri diskusi ilmiah dengan para bidan di Kabupaten sekadau dan beberapa kabupaten disekitarnya seperti sintang, putussibau dan melawi, berupaya membantu membuat list kebutuhan minimal yang harus ada untuk pertolongan kegawatdaruratan anak. memberikan pelatihan beberapa skill yang mungkin akan berguna ketika penulis sudah tidak ada lagi ditempat seperti pelatihan pemasangan Cathater vena umbilikal, pemasangan jalur infus intraosseus pada pasien kegawatan. dan yang paling penting memberikan masukan dari hati ke hati untuk tetap semangat memberikan pelayanan terbaik buat para pasien seperti bagaimana kita ingin dilayani.

Pelatihan Bidan se Kabupaten

Pelatihan Bidan se Kabupaten

Namun begitu ada banyak hal yang masih perlu dilakukan untuk menuju pelayanan yang baik, diantaranya:

– Melengkapi peralatan standar yang masih banyak kurang, serta melakukan maintenance berkala sehingga peralatan yang sudah ada bisa digunakan semaksimal mungkin

– Mengusahakan pembangunan terutama yang berkaitan dengan pasien anak untuk lebih bernuansa dan berorientasi pada keamanan pasien anak. baik dari penataan ruangan, tempat tidur dan keamanan fasilitas seperti pagar pembatas dan keamanan Colokan listrik

– Segera membentuk divisi pelayanan gizi buruk mengingat banyaknya pasien gizi buruk yang harus dilayani. hal ini karena kecenderungan keluarga pasien gizi buruk yang selalu menganggap anaknya baik/sehat saja sehingga kebanyakan akan menolak jika pelaksanaan terapi gizi buruknya dilakukan di luar wilayah kabupaten

seorang bayi 4 bulan yang hanya berbobot 1,5 kg

seorang bayi 4 bulan yang hanya berbobot 1,5 kg

– Berharap supaya ada kebijakan di propinsi kalbar tentang penanganan Jaminan Kesehatan buat keluarga miskin yang tidak tercover JAMKESMAS. karena selama ini belum ada kebijakan propinsi tentang jaminan kesehatan secara menyeluruh. Jaminan kesehatan hanya diberikan secara lokal oleh beberapa kabupaten saja. hal ini tentunya akan mempersulit pasien miskin yang memerlukan pelayanan lebih lanjut/rujukan. Juga perlu digaris bawahi bahwa selama ini pasien JAMKESMAS masih harus mengeluarkan biaya Ambulance saat harus terpaksa dirujuk ke Pontianak yang mungkin kalau hal ini terjadi di Pulau jawa pasti sudah jadi Headline di koran-koran.

– Dan terakhir mungkin perlu difikirkan perencanaan pemenuhan kebutuhan dokter dari putra daerah. Hal ini akan mempercepat pemenuhan minimnya tenaga medis terutama dokter spesialis. serta bisa dilakukan kerjasama yang lebih intensif dengan beberapa perusahaan sawit yang banyak tersebar diseluruh wilayah Kabupaten ini.

Semoga bermanfaat dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus ditata ulang. Sekian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s