Korupsi kecil-kecilan disekitar kita

Posted: 22 September 2013 in Peristiwa
Tag:, ,

 

Suatu hari saat masih menjalani masa dinas di Kabupaten sekadau Kalbar, saya dan teman-teman dokter internship menyempatkan diri berkunjung di salah satu kawasan di “Bukit Kelam” namanya. sebuah bukit batu dengan mata air di atasnya. setelah perjalanan sekitar 3 jam kami sampai ditempat tersebut. jangan dibayangkan tempatnya tertata rapi seperti kebanyakan tempat wisata, namun tempat ini malah terlihat tak terawat, banyak bangunan semi permanennya yang rusak tak terawat, sampah berserakan dimana-mana, toilet tak ada.. Saat kami akan masuk ke tempat tersebut, 2 orang petugas tiket menyapa kami. “5 orang ya bang?, tiketnya 5 ribuan, berarti 25 ribu bang” kemudian kamipun membayar 25 ribu. setelah uang kami serahkan, salah satu petugas bilang ke kami “tiketnya saya kasi 3 aja ya bang” dengan wajah memelas. saat itu benakku membayangkan jangan-jangan orang ini hanya petugas kecil yang mendapat gaji dari “Paroan” tiket masuk. alangkah kasiannya jika benar begitu. dengan pengunjung yang sangat terbatas bahkan bisa dikatakan sepi, berapa duit yg bisa ia dapat.. “okelah gapapa bang” jawab kami.. 

pada kesempatan lain sekitar 2 minggu yang lalu, saya naik bis H*rapan j*ya (HJ) jurusan Surabaya-trenggalek dari kertosono menuju Minggiran. Setahu saya bis yang satu ini adalah bis pilihan di jatim, terkenal dengan sopirnya yang gak ugal-ugalan, management yang bagus. memang si jalur sepanjang Kertosono-Kediri menjadi ajang mencari “Ceperan” dari para kondektur nakal namun saya belum pernah tau kalo kondektur bis HJ juga ikutan. saat bis mulai berjalan, kondekturpun mulai menarik uang karcis. saat itu malam minggu seperti biasa bis kondisi penuh sesak, sayapun saat itu berdiri karena gak dapat kursi. saat nanyain saya, aku jawab “Turun Pasar Minggiran pak” sambil kukasi uang Rp.5 ribu. saya sdh tahu tarifnya hanya 2 ribu. dengan seenaknya saya dikasi kembalian 2 ribu saja tanpa dikasi karcis sambil mau ngeloyor pergi. Rasa Geregetan dan rasa iseng ingin “ngerjain” campur jadi satu. aku cegat si kondektur sambil kumintai karcis. sekali kupanggil seolah ga dengar, kuulangi lagi dengan nada agak tinggi sambil bilang “Karcis mas.. enak ae sampeyan, tarip 2 ewu mok tarik 3 ewu kok ra mok ke’i karcis (enak aja kamu, tarif 2 ribu kamu minta 3 ribu kok nggak dikasih karcis). nek arep ra ngeke’i karcis yo narik’e sewu mang atus ae mas rapopo (Kalau mau nggak ngasih karcis ya minta aja Rp 1500 saja mas)..” terus sambil agak sewot dia ngeluarkan karcis dan ngembalikan Rp seribu. kekesalannya nampak betul saat melewati aku sambil mendesakkan badanku, karena badan “Gue” jauh lebih besar dari dia ya gak ngefek laahh  malah dia sendiri yang kegencet diantara kami penumpang yang berdiri..  haha… hati kecilku tertawa “Ngakak” Puasss…. orang baru dikasi amanat jadi “Kondektur” aja uda belajar Korupsi, bagaimana nanti dia kalo jadi ketua RT, ketua RW, Lurah atau Presiden?? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s