Kelud meletus tepat di malam Valentine

Posted: 19 Maret 2014 in Peristiwa
Tag:, ,

letusan kelud dimasa lalu

letusan kelud dimasa lalu

Kamis 13 Februari, suara gemuruh terdengar dengan jelas di kota solo jawa tengah. Suara gemuruh seperti gemuruhnya guntur tapi berlangsung terus menerus mulai terdengar sekitar pukul 11 malam. diiringi  beberapa kali sambaran kilat di langit timur menambah penasaran penduduk solo yang masih terjaga. rentetan peristiwa ini tidak diikuti hujan seperti lazimnya. baru sekitar jam 3 dini hari bagi mereka yang keluar rumah akan merasakan udara yang berdebu serta hujan abu mengguyur tubuh. seperti biasanya Merapi dikira meletus lagi oleh sebagian penduduk solo, praduga ini segera hilang dan berganti rasa keheranan ketika diberitakan kelud yang meletus. kenapa? karena Kelud yang jaraknya lebih dari 200 km dari kota solo ternyata muntahan abunya bisa sampai kota solo, dan tidak hanya berupa hujan abu yang sedikit, tapi tampak tebal seperti habis hujan salju.

Selepas subuh saat penulis melangkahkan kaki keluar kos, mata terasa perih, dan jaket yang penulis kenakan memutih. disitulah baru tersadar jika Kelud yang beberapa hari sebelumnya tampak akan meletus telah benar-benar memuntahkan isi perutnya. lebih dari 150 juta kubik material dimuntahkan kelangit setinggi 17 KM, hembusan angin dan rotasi bumi membawa material ini menyebar kearah barat daya. letusan berupa kerikil, pasir dan debu menyebabkan bandar udara di Surabaya, Malang, Solo, Jogja, Semarang bahkan sampai cilacap dan bandung ditutup beberapa hari.

sebelum kelud meletus tahun 2007

sebelum kelud meletus tahun 2007

Rentetan bencana gunung berapi ini dimaknai beragam oleh masyarakat kita. tiap kali bencana terjadi setidaknya mengingatkan pada kita betapa kecilnya kita dan betapa hebatnya ciptaan Tuhan, Alloh Yang Maha Kuasa. Apalagi letusan gunung Sinabung di Sumatera Utara juga belum berakhir. Gunung sinabung yang sudah ratusan tahun tidak meletus ternyata masih menyimpan kekuatan untuk meledak. belum lagi kabar mulai naiknya status gunung Slamet menjadi “Waspada” mengingatkan kita betapa lemahnya kita. Manusia, makhluk yang sering lupa bahwa dirinya hanyalah setitik debu di alam semesta ini.

Letusan Kelud  tahun 2007 yang menghasilkan anakan kelud

Letusan Kelud tahun 2007 yang menghasilkan anakan kelud

Beberapa saat setelah letusan kita melihat betapa kita tertegun seolah diingatkan oleh Alloh tentang kekerdilan kita. Betapa mudahnya jika Alloh ingin menamatkan manusia di muka bumi ini. Bayangkan jika secara bersamaan Alloh menyentil 2 gunung saja Gunung Kelud, dan Gunung Krakatau secara bersamaan mau jadi apa pulau jawa ini. Pastinya akan luluh lantak. Na’udzubillah. Afala ta’qiluun…

situasi saat letusan 13 februari 2014

situasi saat letusan 13 februari 2014

Disisi lain betapa menyedihkannya disaat kita harusnya merenungi dan memikirkan serta mendekatkan diri pada Tuhan ternyata malah ada pihak-pihak yang memelencengkan peristiwa alam ini menjadi fenomena mistis. Mitos yang belum jelas jluntrungannya malah menjadi fokus pembahasan yang jauh lebih menarik media massa dibandingkan dengan kemajuan IPTEK yang sampai sekarang sudah berhasil menjadi pendeteksi dini letusan hebat gunung kelud yang sebelum ini merenggut ribuan nyawa.

kelud setelah letusan 2014

kelud setelah letusan 2014

legenda seperti kisah lembu sura, mitos letusan kelud selalu Jum’at Wage, Lahirnya Pemimpin besar seperti Hayam wuruk dan sukarno semakin mengaburkan peringatan Tuhan ini. Manusia malah seolah terlena dengan cerita-cerita yang pada akhirnya getaran kesadaran hati yang terbersit saat letusan terjadi menjadi hilang tak bersisa. Apakah perlu letusan besar untuk lebih menyadarkan kita bahwa segala sesuatu itu terjadi atas kehendaknya? Na’udzubillah min dzalik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s