Curhat tentang media

Posted: 24 April 2014 in Peristiwa
Tag:, , , , , , ,

998757_643011492393013_2134676230_n

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al-Hujurat: 6)

450328175_orig

Pers Jaman ORBA

Awal kelahiran kembali pers
Media massa yang bebas merupakan salah satu pilar demokrasi, begitulah kata Bu Tri, guru PMP/ PPKn ku dulu saat masih duduk di bangku MTs. Media massa yang bermutu akan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan suatu bangsa. Pers/media massa yang sehat sangat berperan dalam Amar ma’ruf nahi mungkar.
Diawal orde reformasi, Pers semakin mendapatkan tempat dihati masyarakat negeri ini. yang namanya berita politik saat itu (tahun 1998-an) menjadi berita yang paling ditunggu-tunggu. dinamika politik yang cepat membuat rakyat penasaran akan kemana negeri ini diarahkan. Kemenangan Gus Dur sebagai presiden ke 4 RI mengalahkan megawati sukarno putri pada tahun 1999 benar-benar menjadi tonggak kebebasan Pers negeri ini. Departemen Penerangan yang dulunya identik dengan senyuman pak Harmoko akhirnya dibubarkan oleh Gus Dur. yah… benar-benar tonggak kebangkitan pers.. bahkan saya menyebutnya kebangkitan rezim baru bernama “Media massa/Pers”. Buktinya, bak cerita kancil yang membebaskan Srigala lapar yang lagi terjepit pohon, akhirnya sang kancil pun disantap pula saat srigala sudah merasakan kebebasan. Gus Dur menjadi korban pertama yang babak belur dihajar Pers yang beliau sendiri bebaskan.
Setelah itu Pers menjadi “Sesuatu” yang untouchable dan dapat menjadi apapun yang ia suka. Awal orde reformasi masih merupakan masa-masa keemasan pers. obyektifitas dan tujuan yang masih jelas membuatnya menjadi kecintaan rakyat. Semakin ia berani melawan pemerintah, semakin terkenal ia dan semakin rakyat mencintainya.
pers
Antara kepentingan dan kebenaran
Disadari atau tidak, segala sesuatu yang bebas pastia akan menyebabkan keburukan jika tidak ada kontrol. begitu pula dengan adanya kebebasan pers. lambat laun mereka yang dahulunya bersuara satu dalam mengemukakan penindasan dan kedhaliman pelan dan pastu mulai berubah haluan. ditingkat individu ada oknum yang memanfaatkan kebebasan pers sebagai cara menakut-nakuti orang yang tidak disukai. ditingkat lebih tinggi lagi ada beberapa oknum yang saling menghantam hanya untuk kepentingan keuntungan  kelompok mereka sendiri. yang menyedihkan banyak intrik atau kepentingan terselubung ini yang awalnya tidak disadari masyarakat kita. Masyarakat kita yang memang kebanyakan masih suka berita-berita bernuansa Gosip rupanya nyaman-nyaman saja dengan kondisi ini. akibatnya kritikan perbaikan kwalitas pemberitaan Pers luput. Semua berlomba-lomba menampilkan berita yang menurut Pribadinya/golongannya benar tanpa melihat kondisi psikologis masyarakat negeri ini. Berita kalo bisa se-“Dramatis” mungkin, Wawancara semakin “Panas” semakin menarik, bahkan jotos-jotosan dalam wawancara pun gak papa (masih ingat kasus Munarman vs Amrin tamagola). Semua bisa jadi pengamat, semua bisa jadi Tokoh masyarakat dan semua bisa diwawancarai. Sebuah ungkapan dalam Film RANN yang dibintangi Amitha Bachan bahwa “Pers itu MENYAMPAIKAN berita, tapi sekarang Pers itu kebanyakan MEMBUAT berita” .
Pemilu dan kepentingan-kepentingan politik semakin mengaburkan mana berita dan mana yang hanya pepesan kosong. Meningkatnya jurnalisme warga memang memberikan ruang yang bebas dalam mengungkapkan sebuah berita. namun lagi-lagi ada kerugian dari jeurnalisme semacam demikian. Media resmi pasti akan diikat oleh kode etik jurnalis dan akan ada sanksi bagi yang melanggarnya. namun meningkatnya partisipasi media online dan jurnalisme warga yang selama ini belum banyak diatur akan menambah buruknya kualitas suatu berita. ujung-ujungnya perang pers jalanan ini tidak bisa dielakkan. Istilah “Pasukan nasi bungkus”, Cyber army dll kian menambah panas dunia pers.
20189_Good-news-bad-news_1331323914

Kami rindu Berita Berimbang

Segarkan kami dengan berita yang berkualitas
Jangan salah persepsi saat membaca tulisan ini. bukan bermaksud anti kebebasan Pers. Sudah saya bilang didepan jika Pers adalah salah satu pilar Demokrasi. tapi tentunya Pers yang berkualitas, bukan Pers yang merendahkan derajatnya sendiri dengan memntingkan kepentingan golongan dan kepentingan sesaat. Kami rindu pers yang tidak hanya melulu diisi berita Kekerasan-tapi berikan kami berita tentang teladan kelembutan. kami muak berita Kriminal-kenapa tidak anda berikan kami berita kebaikan juga, Kami bosan dengan berita cacian- kami rindu berita proporsional, kami tahu bahwa bangsa ini semakin bejat-berikan kami bagaimana kami bersikap. kami ingin memiliki orang-orang pers yang amanah (dapat dipercaya) dalam Tabligh (menyampaikan) beritanya. Rakyat kita sudah lebih panas, jangan dipanas-panasi lagi. Keramahan bangsa kita sudah banyak berkurang, jangan dijejali lagi dengan provokasi. jika ndak percaya silakan membaca komentar-komentar di media sosial, bangsa kita sangat pandai menghujat dan mencaci tanpa peduli lagi apakah ungkapannya itu suatu kebenaran.
Kearifan dan kewaspadaan awal dari keselamatan diri
Awalnya orang berpendapat bahwa abad ini adalah abad kejayaan media massa online. hampir semua pengamat mengatakan hal yang sama. Beberapa koran besar di eropa mulai runtuh. Namun saya melihat hal itu akan berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Media online yang memang saat itu maju pesat suatu saat akan mengalami kejenuhan dan keterpurukan. Kenapa? karena beda dengan Media online di Eropa, berita/partisipasi Jurnalis warga bisa dipertanggungjawabkan. namun di negeri kita batasan itu tak ada. Akun-akun anonim bahkan bisa menjadi akun kepercayaan yang mengguncang/ menghantam golongan lain tanpa adanya kewajiban mempertanggungjawabkan berita yang dimuatnya.. Waspada dan waspada menjadi keharusan bagi kita agar tidak ikut terprovokasi… dan seharusnya alangkah bijaksananya para petinggi Pers segera menyelamatkan kehormatan dan kemuliaan Pers ini dari para penculas yang hanya memanfaatkan Pers untuk kepentingan sesaat.
wallohu A’lam
azzakky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s