memahami langkah jurus mabok PKB dan tokoh Penting Muhammadiyah dan NU dalam PILPRES 2014

Posted: 7 Juli 2014 in Agama, Politik
Tag:,

kepulauan-indonesiaMenjelang Pemilihan Presiden, perpolitikan negara ini semakin menghangat. tidak peduli di bulan ramadhan, para pendukung capres terkadang lupa jika kita masih bersaudara. bahkan ironisnya lagi sesama umat Islam saling “Memfitnah” demi meningkatkan popularitas capres yang didukungnya. yah setelah menahan diri untuk tidak membicarakan politik pilpres akhirnya penulis tergelitik untuk sedikit berfikir tentang apa yang terjadi terutama dalam sudut pandang kemasylahatan Umat Islam.

Akhir pemilihan legislatif menempatkan PDIP menjadi pemenang pemilihan anggota legislatif dengan “hanya” memperoleh 20% suara. kemenangan yang tidak muthlak ini memaksa PDIP berfikir untuk berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung tokoh yang digadang-gadang dapat memenangi persaingan dalam pemilihan Presiden di Republik ini. dilain fihak diantara tokoh-tokoh yang semula sudah memproklamirkan diri sebagai calon Presiden-wakil presiden mulai berguguran.
Angin segar berhembus tatkala ada suara yang menginginkan partai-partai Muslim untuk bergabung dan mencalonkan diri maju menjadi Poros baru. Seperti biasa, Tokoh Poros tengah saat jaman GusDur yaitu Amin rais berusaha menggagas koalisi ini. Keinginan untuk membentuk poros baru dengan mengangkat calon presiden yang diharapkan dapat mewakili kepentingan umat islam akhirnya sedikit-demi sedikit kandas tatkala PPP melalui ketuanya menyatakan mendukung Prabowo sebagai calon Presidennya. Perkembangan selanjutnya semakin mengerucutkan capres-cawapres hanya 2 calon apalagi setelah Demokrat “Menyerah” untuk mengajukan calon sendiri.
Kedua Poros ini bersaing ketat untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat luas dengan caranya masing masing. Capres no 1 semakin mengkondisikan diri sebagai capres yang didukung sebagian besar partai Islam dan 2 partai nasional besar yaitu demokrat dan golkar. sedangkan di sisi lain capres no 2 “Hanya menggandeng 4 partai diluar PDIP dengan hanya 1 partai berbasis Islam yaitu PKB sebagai pengusungnya. Dalam tulisan ini penulis tak akan membahas tentang sepak terjang dari kedua capres karena penulis tidak ada urusan dan ketertarikan terhadap masalah itu. Namun penulis sempat penasaran dengan manuver PKB dan beberapa Tokoh Ormas Besar dan kyai-kyai seperti KH Hasyim Muzadi, Qurays Syihab dan Buya Syafi’i Ma’arif yang secara langsung maupun tidak beliau-beliau ini menampakkan dukungan terhadap capres no 2 dimana hal ini sangat berlawanan dengan arus besar Partai/Ormas Islam yang sebagian besar menyatakan dukungan terhadap capres no 1 dengan alasan “Lebih Islami” mungkin begitu bahasa halus mereka (terlepas dari kepentingan politik Praktis partai pendukung).
Lama penulis memikirkan hal ini mencari jawaban “Kenapa kalo memang umat Islam lebih sreg terhadap capres 1 kok ya masih ada ketidak kompakan diantara ummat.. Susah banget sih diajak bersatu… begitu fikiran saya saat itu. Disisi lain meskipun saya bukan simpatisan salah satu Capres, karena saya yang sudah 14 tahun tinggal di Solo sampai saat ini masih yakin bahwa capres no 2 ini bakalan sulit untuk ditaklukkan, kepiawaian dalam berpolitik dan popularitas yang sudah dibangan jauh-jauh hari bakal sulit tertandingi bahkan mungkin masih bisa menang di Pilpres kali ini meskipun digempur habis-habisan.

antarafoto-ShalatIdIstiqlal310811-3
tiba-tiba saat membaca tulisan-tulisan pak dahlan Iskan tentang tips n trik dalam mengelola BUMN yang sering sekali dikelola dengan prinsip Usul fikih salah satunya sebuah ungkapan usul fikih yaitu :”jika tidak bisa diambil keseluruhannya maka jangan ditinggalkan semuanya” barulah penulis menyadari mungkin inilah alasan “langkah mabok” atau melawan arus yang dilakukan PKB dan beberapa pimpinan berpengaruh Ormas Islam yang mendukung capres no 2. Bagaimanapun pasangan Capres 2 juga Muslim sejati yang tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya (begitukan seharusnya Khusnu Dzon nya?) yang juga berhak untuk mendapatkan dukungan dari pemuka-pemuka muslim terbaik di negeri ini. Bagaimana mungkin akan didapatkan orang yang tepat untuk mengisi Menteri Agama jika semua generasi muslim terbaik negeri ini tidak ada satupun yang ikut “Cawe-cawe” atau ikutan membantu beliau mengurus negeri ini jika akhirnya nanti kemenangan ada di fihaknya. Jika itu yang terjadi maka jangan heran jika apa yang dikampanye hitamkan tentang “Kabinet bayangan” dimana Menterinya berisi orang-orang yang anti Islam bisa saja terjadi jika para pemimpin ummat terbaik di negeri ini hanya mendukung capres no 1. Jika pun akhirnya Capres no 1 yang terpilih menjadi presiden maka tidak ada ruginya bagi Beliau-beliau karena toh disamping nya sudah berdiri partai-partai Islam dan beliau-beliau para tokoh bangsa yang berpandangan out of box ini sudah menginfakkan dirinya dan bukan tipikal pengejar jabatan.

Dalam Ushul Fiqh juga disebutkan bahwa ”Menghindarkan kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kebaikan.” begitulah mungkin makna Ikhtilaful ulama’ rokhmatal ummah.. bukan melulu ditafsirkan sebagai perpecahan dalam urusan-urusan yang perlu kearifan dan pemikiran jangka panjang..

Semoga Alloh melimpahkan keberkahan negeri ini dengan pemimpin yang adil dan amanah.. amiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s