KEMPENG untuk bayi, amankah?

Posted: 11 September 2014 in Kesehatan
Tag:, , ,

dotKempeng atau istilah medisnya Non-nutritive sucking (NNS) merupakan kebiasaan turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang kita. Sebuah tradisi yang bertujuan untuk memberikan ketenangan bagi bayi-bayi yang sedang rewel atau bayi yang akan tidur.
Jika dilihat, maka ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan untuk memberikan NNS ini sehingga bisa diantisipasi dampaknya dikemudian hari.
1. Penyapihan dini
Pada bayi yang diberikan kempeng ataupun minum dengan dot berisiko terjadinya penyapihan dini. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kekenyalan antara puting payudara dengan dot atau kempeng sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan teknik menghisap. Kondisi ini jika diteruskan akan menyebabkan bayi menolak pemberian ASI dengan cara menetek. Adanya penurunan frekuensi dalam menetek akan menyebabkan produksi ASI ibu menurun sehingga risiko penyapihan dini bisa terjadi. Pada penelitian didapatkan bahwabayi yang hanya menetek mempunyai proporsi yang lebih lama dengan dibanding bayi yang menggunakan dot (baik terus-menerus maupun kadang-kadang) (Victoria, 1997).

2. Risiko infeksi
Risiko infeksi yang bisa terjadi dapat berupa adanya infeksi telinga tengah (OMA/Otitis Media Akut). Hal ini berhubungan dengan aktivitas menghisap yang menyebabkan meningkatnya kemungkinan masuknya cairan dari kerongkongan masuk ke dalam saluran telinga (Tuba eustachius). Hal ini akan diperparah dengan higinitas dot/kempeng yang tidak diperhatikan. Sehingga adanya kuman yang menempel pada kempeng/dot dengan mudah ikut terlibat dalam proses terjadinya infeksi. Infeksi lain yang mungkin bisa terjadi yaitu oral thrush, dan diare dan saluran napas.

3. Karies gigi dan maloklusi
Kelainan gigi ini bisa terjadi terutama jika didapatkan adanya bayi yang sering mengempeng lebih dari 2 tahun sehingga disarankan jika lebih dari 1 tahun maka diupayakan untuk penyapihan pemberian dot/kempeng karena akan mengganggu pertumbuhan gigi geligi si bayi. Penelitian Peressini (2003) menunjukkan pemberian dot saat tidur sangat berisiko terjadinya kerusakan gigi pada bayi.

4. Efek menenangkan
NNS dapat menenangkan bayi yang rewel. Bayi yang saat masih janin sudah biasa mengempeng ibu jarinya akan membawa kebiasaan tersebut saat sesudah lahir. Pada bayi-bayi kecilyang dirawat di ICU bayi (NICU) NNS dapat memperkuat otot-otot mulut sehingga memudahkan pemberian minum oral. NNS juga memperpendek masa rawat inap pada bayi-bayi kecil ini.

5. Sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS)
SIDS adalah kematian bayi usia kurang dari 1 tahun yang bisa terjadi mendadak dan tidak diketahui sebabnya. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kontrol otonomik sistem kardiorespirasi yang belum sempurna. Hauck dkk menyatakan ada korelasi hubungan penggunaan NNS untuk mengurangi terjadinya SIDS. AAP (IDAI nyaAmerika serikat) menganjurkan NNS saat tidur, namun jika sudah terlepas tidak perlu dimasukkan lagi. Meski begitu kebersihan kempeng harus selalu dijaga, dan bagi bayi yang menetek jangan diberikan kempeng dulu sampai usia 1 bulan.

Demikian sekilas tentang mengempeng… semoga bermanfaat..
Referensi
• IDAI. Indonesia menyusui. Badan penerbit IDAI. 2010.
• Victoria CG et al. Pacifier use and short breastfeeding duration: cause, consequence, or coincidence. Pediatrics. 1997;99:445-53
• Peressini S. Pacifier use and early chilhood caries: an evidence-based study of literature. J Can Dent Assoc. 2003;69:16-9.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s