Melogikakan KECEMASAN saat Gundah melanda

Posted: 6 Oktober 2014 in Agama, Kesehatan
Tag:, , , , , ,

Menghilangkan-rasa-gelisah

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya kecemasan. Kecemasan bisa muncul kapan saja baik akibat masalah keluarga, pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari lainnya. Tak jarang kecemasan ini bisa berakibat terganggunya fokus pekerjaan kita dan terbengkalainya rencana yang sudah kita buat. Sebuah ringkasan tulisan daru DR Muhammad al Ghazali, seorang dosen universitas al azhar ini penulis coba sajikan kehadapan pembaca, mungkin bisa bermanfaat buat kita yang sering dilanda kegalauan dan kecemasan.

KECEMASAN ADALAH RACUN KEHIDUPAN

Cemas 1
Ilmuan psikologi di negara-negara barat senantiasa mengeluh terhadap seringnya terjadi peperangan hanya untuk sekedar menumpuk harta. Setiap individu dan kelompok ikut ambil bagian dalam pertarungan yang sengit demi untuk mengumpulkan bagian terbesar dari harta duniawi itu sekuat kemampuan mereka.

Dalam pertarungan tersebut manusia telah kehilangan unsur-unsur kelembutan. Mereka selalu dicekam rasa cemas dan terbakar hingga akhirnya masuk ke liang kubur.

Dale carnegie memberikan pernyataan yang jelas mengenai dampak faham serba materi ini terhadap jiwa dan raga manusia serta malapetaka yang ditimbulkannya. Ia berkata: “saya telah tinggal di New York selama tiga puluh tujuh tahun, dan tak ada seorangpun yang pernah mengetuk pintu rumahku dan memperingatkan bahaya penyakit yang disebut “cemas”. Suatu penyakit yang selama 37 tahun telah membuktikan dirinya sebagai pembunuh yang 10 kali lebih ganas dari penyakit cacar. Yah… tidak ada seorangpun yang mengetuk pintu rumahku buat memperingatkanku bahwa tiap seorang dari sepuluh orang penduduk Amerika terancam penyakit penyimpangan pribadi yang kebanyakan diakibatkan oleh rasa cemas..

Para dokter menyimpulkan bahwa setiap satu dari duapuluh orang Amerika akan menghabiskan sisa hidupnya di Rumah Sakit jiwa. Dan yang lebih memprihatinkan adalah bahwa setiap satu dari enam pemuda yang pernah mengajukan permohonan di angkatan bersenjata selama perang dunia ke dua ditolak karena mengalami gangguan jiwa.”

Dr. Harold C. Habien, salah satu dokter di RS mayo pernah melaporkan pada rapat tahunan American Association Of Industrial Physicians and Surgeon dimana didapatkan bahwa sepertiga dari 176 usahawan muda yang berusia sekitar 44 tahun menderita salah satu dari 3 penyakit yang disebabkan oleh tingginya kecemasan. Yaitu penyakit jantung, penyakit maag dan tekanan darah tinggi.

Cobalah anda berfikir!! Sepertiga dari pengusaha sedang menghancurkan tubuh mereka sendiri dengan penyakit jantung, maag dan tekanan darah tinggi sebelum mereka mencapai usia 45 tahun. Inikah harga sukses itu?? Dapatkan seseorang yang terpaksa membayar kemajuannya dengan penyakit jantung atau maag dikatakan sukses? Apakah keuntungan bagi seseuorang yang mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan kesehatannya?? Walaupun telah menguasai dunia toh ia tetap hanya dapat tidur dalam satu ranjang dan makan tiga kali sehari. Bahkan seorang tukang sampah pun juga dapat melakukannya. Dan kemungkinan malah si tukang sampah dapat tidur lebih nyaman dan merasakan makanannya lebih nikmat daripada si pengusaha besar.

Berkenaan dengan hal si atas, Nabi SAW telah mengemukakan beberapa hadits yang intinya mencela sifat tamak dan memperingatkan akibatnya. Nabi bersabda: Barangsiapa menjadikan keinginannya itu satu keinginan saja, maka Alloh akan mencukupi baginya keinginan dunianya dan barang siapa yang menjadikan keinginannya itu bercabang-cabang maka Alloh tidak akan peduli di bagian dunia mana ia akan binasa (HR Al Hakim).

Dalam hadits lainnya disabdakan: Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Alloh akan memberikan rasa puas dalam hatinya, dan menghimpunkan baginya segala keinginannya dan duniapun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Alloh akan menjadikan kemiskinan didepan matannya, membuyarkan segala keinginannya dan dunia tidak akan mendatanginya melainkan dengan apa yang sudah ditentukan baginya (HR Tirmidzi).

Sesungguhnya hak dunia atas kita adalah supaya kita “berkarya” didalamnya. Dan agar kita memperoleh kebutuhan dan kesenangan yang dapat memelihara dan membahagiakan diri kita. Pekerjaan kita sering menuntuk jerih payah dan menimbulkan kelelahan namun hal ini tidak boleh memalingkan kita dari jalan kebenaran. Harta dicari untuk dinafkahkan, bukan untuk ditimbun. Jika sudah didapat maka hendaknya dibelanjakan untuk kemaslahatan dan kelestarian hidup.

Rasulullah SAW bersabda mengenai mencari harta dunia: Sesungguhnya harta itu sangat memikat. Bagi yang mengambilnya dengan kemurahan hati maka ia akan diberkati, dan bagi yang mengambilnya dengan tamak ia tidak akan diberkati, ibarat orang makan tapi tidak kenyang-kenyang (HR. Abu Daud).

Dr. Alexis Carrel mengatakan: pengusaha yang tidak tahu bagaimana melawan rasa cemas akan mati muda.
Yaahh.. Kecemasan dan kesusahan itu dapat merubah wajah-wajah yang tadinya berseri penuh cahaya kehidupan menjadi layu, Manusia harus selalu hidup dalam kegembiraan dan rasa penuh optimis dan hendaknya menjauhkan diri dari sifat putus asa, pesimis. Sebab hal itu akan membuatnya mati sebelum ia benar-benar mati.

Sebuah doa telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca tiap pagi dan petang : Ya Alloh, aku berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, , aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas, , aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir. , aku berlindung kepadaMu dari lilitan hutang dan tekanan orang (HR. Abu Daud).

Bersambung……. “menjadikan kecemasan menjadi kekuatan”

tenang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s