MERUBAH KECEMASAN MENJADI KEKUATAN

Posted: 15 Oktober 2014 in Agama
Tag:, ,

cemas 2

Ketika anda terkena suatu musibah atau sedang menghadapi suatu masalah yang membuat anda khawatir, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan membiarkan rasa khawatir anda melemahkan anda ataukah anda mampu merubah kekhawatiran tersebut menjadi sebuah kekuatan? Willis C. Carrier mengatakan bahwa sesungguhnya pengaruh rasa cemas yang paling buruk itu adalah hancurnya kemampuan kita untuk berakal sehat. Apabila kita merasa cemas, pikiran kita melayang ke sana ke mari, berlompatan tak menentu dan kita kehilangan kemampuan untuk membuat keputusan. Bagaimanapun juga kalau kita berani memaksakan diri untuk menghadapi akibat yang paling buruk dan secara mental kita sanggup memikulnya, kita akan dapat memperkecil bayangan fikiran yang simpang siur dan menempatkan diri kita pada suatu posisi dimana kita dapat berkonsentrasi menghadapi persoalan tersebut.

Supaya suatu kekhawatiran bisa berubah menjadi kekuatan maka anda bisa mencoba hal berikut:
1. Tanyakan pada diri anda sendiri, akibat paling buruk apa yang mungkin akan menimpa anda.
2. Bersiaplah untuk menerima kemungkinan terburuk itu jika hal tersebut benar-benar terjadi.
3. Kemudian bertindaklah dengan tenang untuk memperbaiki kondisi terburuk tersebut.
Kadang orang menantikan hasil suatu perkara yang menakutkan, sehingga ia dicekam oleh perasaan cemas yang sangat , seakan-akan itu kematian atau bahkan lebih dahsyat daripada kematian itu sendiri. Mungkin kehilangan selera makannya, dan tidak bersisa sedikitpun senyuman di bibir. Orang yang takut miskin sebenarnya sudah berada dalam kemiskinan, dan orang yang takut hina sudah berada dalam kehinaan.

Dale Cernegie mengatakan:”Siapkanlah diri anda untuk menerima setiap kenyataan. Sebab menerima dengan ikhlas apa yang terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi setiap kemalangan”. Sedangkan Lin Yu Tang, seorang filosof China mengatakan : ”kedamaian jiwa yang sejati datang dari keikhlasan menerima akibat yang terburuk”.
Namun kita lihat, jutaan manusia telah menghancurkan hidupnya didalam kemarahan. Kemarahan yang tak terkendali. Karena mereka tidak mau menerima kenyataan yang terjadi dan tidak mau menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan.
Menyesali kegagalan-kegagalan masa lalu dan menangisi rasa sakit dan kesalahan itu merupakan sebuah fenomena kufur pada Alloh dan tidak meyakini kekuasaanNya.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh”. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Alloh menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam hati mereka. Alloh menghidupkan dan mematikan. Dan Alloh melihat apa yang kamu kerjakan (Ali Imran: 56).

Dalam menghadapi permasalahan yang datang, ada tiga langkah yang harus dilakukan supaya tidak terjebah dalam kecemasan yang tak terkendali.
1. Temukan faktanya
Kita diharuskan berfikir dengan tenang terhadap apa yang kita hadapi dan bagaimana kita akan menempatkan diri sesuai aturan. Langkah ini akan menjadi sulit ketika kita telah terbutakan oleh suatu kecintaan atau malah suatu kebencian terhadap masalah itu. Keterlibatan emosi akan menjadikan seseorang tidak mampu memandang masalah secara obyektif. Terkadang orang menjadi tersesat jalan dikarenakan terikat oleh tradisi atau hal-hal lain yang sebenarnya tidak ada dasarnya. Itulah kenapa Al Qur’an kebanyakan mengakhiri ayat dengan kalimat: “Apakah kalian tidak memikirkan?” “Apakah kalian tidak berakal”.
2. Analisa fakta tersebut
Setelah fakta masalah bisa kita kumpulkan secara obyektif maka langkah selanjutnya adalah dengan menganalisa masalah tersebut dengan jernih dan tenang. Analisa kemungkinan apa yang bisa terjadi. Terkadang seseorang mendapati dirinya berada dalam posisi dimana mendapatkan sesuatu yang paling manispun masih akan terasa pahit. Analisa masalah dengan jernih dan tenang akan mempuat kita tahu seberapa dalam masalah yang kita hadapi tanpa rasa bingung dan takut. Pemimpin-pemimpin besar sering mengalami dan mampu menyelesaikan situasi-situasi yang sulit. Mungkin pembaca pernah membaca kisah betapa hebatnya analisis situasi saat Nabi menghadapi perang Khandaq, atau betapa cerdiknya Khalid bin walid mengubah keterjepitan pasukan muslim dalam perang Mu’tah menjadi kesuksesan besar. Atau kisah Thariq bin Ziad yang heroik ketika menyeberang ke tanah spanyol. Atau mungkin cerita lokal dimana dengan ketenangannya Raden Wijaya sang pangeran yang tergusur bisa mempedayai tentara Kubilai Khan yang saat itu tak pernah kalah.
3. Ambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan tersebut.
Langkah terakhir ini harus dilakukan secara mantap, kuat dan konsisten. Banyak orang cerdas yang tahu dengan jelas apa yang ia hadapi dan bagaimana cara menghadapi masalah namun mereka menemui kegagalan disebabkan mereka tidak memiliki kemauan kuat untuk bertindak dan maju sehingga mereka tetap berada pada kesedihan dan dibayangi rasa bingung dan ruwet.

WaitePhillips

Waite Phillips

Waite Phillips, seorang pengusaha minyak terkenal mengatakan ketika ditanya bagaimana ia mengambil suatu keputusan maka ia menjawab: Saya melihat bahwa terus menerus memikirkan persoalan kita pada suatu titik tertentu cenderung untuk menciptakan kebingungan dan kecemasan. Adakalanya pemikiran dan penelitian yang berlebihan akan membawa ke arah bencana. Apabila saya sudah mengambil keputusan, maka saya segera bertindak tanpa menoleh ke belakang sama sekali”.

Leon Shimkin, seorang pengusaha, mempunyai formula pemecahan masalah buat para karyawannya ketika mendapatkan sebuah masalah yang perlu dipecahkan. ada 4 hal yang perlu ditanyakan ketika menghadapi suatu masalah

1. Apakah persoalannya?

2. Apakah penyebab persoalan tersebut?

3. Kemungkinan-kemungkinan apakah yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan itu?

Mana dari kemungkinan itu yang paling baik digunakan?

dengan formula diatas maka jarang sekali karyawan Leon datang kepadanya dengan membawa masalah, karena mereka sudah bisa memecahkannya sendiri.

 

Sumber: Mengubah takdir mengubah nasib oleh DR. Muhammad al Ghazali (dosen universitas al Azhar Mesir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s