Lir-ilir Kanjeng Sunan Ampel

Posted: 7 Juli 2015 in Sosiokultural
Tag:, ,

Sebuah renungan Emha Ainun Najib atas negeri penggalan surga ini

Fantastic HQ Wallpapers #3 (1)

“Bisakah luka yang teramat dalam ini akan sembuh…
Bisakah kekecewaan, bahkan keputusasaan yang mengiris-iris hati berpuluh-puluh juta saudara kita ini pada akhirnya nanti akan kikis….
Adakah kemungkinan kita akan bisa merangkak naik ke bumi, dari jurang yang teramat curam dan dalam…
Akankah api akan berkobar-kobar lagi…
Apakah asap akan membumbung lagi dan memenuhi angkasa tanah air…
Akankah kita akan bertabrakan lagi satu sama lain…
Jarah menjarah satu sama lain dengan pengorbanan yang tidak akan terkirakan…
Adakah kemungkinan kita tahu apa yang sebenarnya kita jalani…
Bersediakan sebenarnya kita tahu persis apa yang kita cari…
Cakrawala manakah yang menjadi tujuan sebenarnya dari langkah-langkah kita…
Pernahkah kita bertanya bagaimanakah cara melangkah yang benar…
Pernahkah kita mencoba menyesali hal-hal yang perlu kita sesali dari perilaku-perilaku kita kemarin…
Bisakah kita menumbuhkan kerendahan hati dibalik kebanggaan-kebanggaan…
Masih tersediakah ruang di dada kita dan di akal kepala kita..
Untuk sesekali berkata pada diri sendiri, bahwa yang bersalah Bukan hanya mereka, bahwa yang melakukan dosa Bukan hanya mereka… tapi juga Kita…”

Lir-ilir
Lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo masuh dodot iro

Dodot iro, dodot iro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yoo surak oo.. surak hiyoo

“.. Terserah apa tafsirmu tentang blimbing bergigir lima..
Tapi selicin apapun pohon itu harus didaki, bukan dengan ditebang… supaya kita dapat mengambil air sari blimbing untuk mencuci Dodot (pakaian nasional) kita yang sedang bedah ing pinggir (rusak)…
Dan yang memanjat pohon itu harus “Bocah Angon”. Tentu saja boleh ia seorang doktor… boleh seorang seniman.. boleh seorang kyai.. jendral atau siapapun saja yang memiliki daya angon.. kesanggupan untuk menggembala.. Karakter yang mampu merangkul dan memesrai semua fihak.. determinasi yang menciptakan garis resultan kedamaian bersama.. Pemancar kasih sayang yang dibutuhkan dan diterima oleh semua warna, semua golongan, semua kecenderungan..
Bocah angon adalah seorang pemimpin nasional, bukan tokoh atau pemuka suatu gerombolan…”

Ilir-ilir, kita sudah nglilir, kita sudah bangun, sudah bangkit, bahkan kaki kita sudah berlari kesana kemari, namun akal pikiran kita belum, hati nurani kita belum…
Kita masih merupakan anak-anak dari Orde yang kita kutuk di mulut… namun kita biarkan ajaran-ajarannya terus hidup subur di dalam aliran darah dan jiwa kita…
Kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok balik…
Kita mencaci maling dengan penuh kedengkian kenapa bukan kita yang maling…
Kita mencaci penguasa lalim dengan berjuang keras untuk bisa menggantikannya..
Kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan… yakni melarangnya insaf dan bertobat..
Kita memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur..
Kita menolak pemusnahan dengan cara merancang pemusnahan…
Kita menghujat para penindas dengan riang gembira sebagaimana Iblis…
Yakni kita halangi usahanya untuk memperbaiki diri..
Siapakah selain Setan, Iblis dan Dajjal yang menolak khusnul khotimah manusia… Yang memblokade pintu surga… Yang menyorong mereka mendekati pintu neraka?……”

“Sesudah ditindas, kita menyiapkan diri untuk menindas..
Setelah diperbudak, kita siaga untuk memperbudak..
Sesudah dihancurkan, kita susun barisan untuk menghancurkan..
Yang kita bangkitkan bukan pembaruan kebersamaan, melainkan asyiknya perpecahan..
Yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan, tapi mengelaknya kecurigaan..
Yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan, melainkan prasangka dan fitnah…
Yang kita perbaharui bukan penyembuhan luka, melainkan rancangan-rancangan panjang untuk menyelenggarakan perang…”

(Emha Ainun Najib : Menyorong Rembulan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s